Safiamita
Tiba-tiba saja rindu..
Tak pernah merasa utuh
Selalu ada sedih di antara bahagia
Ada sepi di antara keramaian
Mungkin karena ada yang salah dihati
sehingga tak pernah merasa utuh
Selalu setengah-setengah...


Label: 1 komentar | | edit post
Safiamita
Kenapa terpilih?
Karena yang terburuk diantara yang baik atau yang terbaik diantara yang buruk?
Apakah harus merasa buntung atau beruntung?
Harus berprasangka baik atau buruk?
Yah, pilihan masing-masing juga
mau berpikir positif atau berpikir negatif
Dari pada berpikir negatif dan jadi berburuk sangka
Mending bersangka baik aja lah
Lagian juga buat apa.
Begitu doang lah
Ngapain harus dipikir, menguras pikiran.
Nanti juga lewat.
Jalani aja proses untuk melaluinya
Smoga ada hkmah dibalik semua ini.
Sing sabaar yo, nduk....


Safiamita
Ada yang tau rasanya sakit gigi? Pastinya sudah banyak yang tau ya. Tapi klo yang belum tau, gak usah punya cita2 untuk mencoba merasakannya. Sakitnya itu tak terkatakan, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Tapi saran kita, mending gak usah sakit gigi deh. Jagalah giginya baik-baik. Sebenarnya aku jg sudah perhatian sama gigi, sehari bisa 3-4 kali sikat gigi. Tapi mungkin memang udah saat nya harus merasakan sakit gigi, karena ternyata gigi geraham belakang itu sering gak bisa dijangkau sama sikat gigi, jadi sisa makanan menumpuk disitu dan bikin giginya bolong (penjelasan dari dokter giginya).

Alkisah, kita merasakan sakit gigi ketika bulan Ramadhan tadi. Setelah sholat tarawih, tiba-tiba rasanya snuut...snuuut... nyeri tak tertahankan sampe air matanya keluar sendiri. Sebenernya udah tau klo gigi geraham belakang yang sebelah kiri atas itu bolong. Tapi tau nya pun belum lama ini juga. Ketika tau pertama kali, dikirain itu karang gigi, trus disikat terus akhirnya rontok. Setelah rontok itu baru tau klo itu ternyata gigi.

Untuk mengatasi sakit gigi nya itu, kita kumur-kumur pake air garam, alhamdulillah lumayan manjur untuk menenangkan syaraf nya yang lagi 'mengamuk' di gigi. Ketika bangun sahur, ternyata masih sakit gigi.. huhuhu... tapi masih nekat mau puasa. Ketika siang hari baru ngerasa gak kuat lagi nahan sakitnya, akhirnya batal puasa untuk sekedar minum cataflam satu butir trus sorenya langsung berkunjung ke dokter gigi. Padahal paling males yang namanya ketemu dokter, apalagi dokter gigi. Secara jarang banget silaturahmi sama dokter gigi. Seingatku, baru dua kali aku ke dokter gigi untuk perawatan, yang pertama ketika masa SD dulu, diajak Ibu ke Puskesmas untuk cabut gigi dan yang kedua sekitar 10 tahun yang lalu pergi ke dokter gigi di palembang sekedar untuk meriksain gigi masih bagus atau udah ada yg bermasalah, ternyata masih bagus semua.

Nah, setelah daftar nunggu sebentar trus masuk ke ruangan dokter gigi nya, katanya gigi ku harus dicabut soalnya giginya itu udah tinggal separuh dan bolongnya itu udah kena syarafnya jadi pasti sakit. Hiks... masa sekali nya ke dokter udah langsung cabut... akhirnya aku minta obat aja untuk meredakan sakitnya dulu aja sama minta ditambal untuk satu gigi geraham bawah yang menurutku sepertinya udah ada titik hitamnya, cikal bakal bolong. Sama dokter, giginya langsung ditambal permanen karena bolongnya masih kecil.

Setengah bulan berlalu, hampir tiap malam masih mikirin gigi nya sampe gak bisa tidur : cabut.. gak.. cabut.. gak.. ditambah lagi, masih berasa sakit gigi juga tapi ngerasain sakitnya malah di gigi geraham bawah. Wah, jangan2 gigi yang ditambal sama dokternya itu. Akhirnya kita ke dokter gigi lagi. Tapi dokternya ngotot klo yang bikin sakit itu gigi geraham atas yang udah bolong. Teteup aja disuruh cabut karena udah gak mungkin buat ditambal lagi...

Akhirnya, Bismillah deh.. setelah minum obat trus besoknya ke dokter lagi buat cabut gigi. Katanya kan pas disuntik biusnya itu yg berasa sakit, ternyata ketika di suntik aku gak berasa sakit. Abis disuntik disuruh nunggu sekitar 15 menit, abis itu masuk lagi keruangan dokter untuk eksekusi giginya. Yo wis lah, pasrah dari pada menyimpan 'masalah' didalam mulut terus2an dan gak kuat juga nahan sakitnya itu...
Mulai lah dokter memasukkan semacam tang ke dalam mulut buat cabut giginya...dan... gak sampe 3 menit, dokternya bilang, "udah selesai, Bu". Hahh? gitu doang, Dok? yang bikin aku udah gak bisa tidur selama setengah bulan ini? hadeeh... ternyata gak ada sakit sama sekali.... seperti yang dicemaskan selama ini.
Sebelumnya juga tanya ke dokternya, nanti ada efek samping gak setelah cabut gigi itu, karena klo baca2 di internet katanya nanti ngaruh ke mata, dsb. Kata dokternya sih gak ada efek samping nya dan benar juga setelah satu bulan ini emang gak ngerasain apa2 kecuali gigi nya jadi ompong satu. hehe...
Alhamdulillah sudah lewat...
Yang penting sekarang bertekad gak mau sakit gigi lagi. Lebih aware lagi sama gigi nya dan gigi anak-anak juga tentunya, jangan sampe mereka sakit gigi kayak emaknya.
Tipsnya klo mau tambal atau cabut gigi, pilihlah dokter gigi yang terpercaya atau recommended. Klo dokter gigi kemarin itu rekomendasi dari teman yang biasa kesana, alhamdulillah cocok juga sama kita.

Safiamita
Jangan larang aku untuk mencintaimu
Aku juga tak pernah tau bahwa aku akan mencintaimu
Tapi apa daya, saat pertama melihatmu pun aku sudah jatuh hati
Aku jatuh hati pada senyummu, pada ramah mu dan pada ceria mu
Jangan minta aku menghapus rasa itu
Jangan pula minta aku untuk melupakannya saja

Kau berhak untuk menolakku
Tapi aku juga berhak atas keyakinanku
Bahwa suatu saat kau pun akan jatuh hati padaku
Atas keyakinanku itu pun aku akan berusaha
menjadi seseorang mampu dibanggakan
menjadi  seseorang yang pantas bersanding denganmu

Aku hanya butuh sedikit waktu untuk membuktikannya
Tunggulah sebentar lagi
Bersabarlah sampai saat itu tiba
Untuk saat ini kau boleh tolak aku dulu
Tapi untuk nanti kau seharusnya menerimaku.

Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Tahukah kamu?
Andai aku mampu...
Aku juga ingin sepertimu
Dengan mudah mampu melupakan semua yang pernah terjadi,
menghapus semua harapan yang pernah ada
dan melangkah maju menuju masa depan yang baru
Dengan rasa bahagia dan suka cita
Tanpa beban masa lalu

Tapi sayang..
Aku tak pernah bisa melupakanmu
Hidupku terhenti saat kau pergi meninggalkanku
Tak pernah ada yang bisa mengantikan posisimu dihatiku

Jangan kau kira aku tak pernah coba melupakanmu
tapi kenyataannya hatiku tak pernah bisa berpaling darimu
Sampai saat ini aku masih hidup bersama bayanganmu
Hidup bersama kenanganku saat bersamamu
Sambil menyalahkan diri sendiri dan menyesali
Kenapa aku tak pernah bisa merebut hatimu
mungkinkah karena ego mu yang terlalu besar
hingga menutupi mata hatimu
untuk dapat melihat besarnya cintaku kepadamu?
Atau karena kelemahanku sendiri yang tak pernah bisa selaras dengan langkahmu?

Aku merasa hampa tanpamu
Aku bukan apa-apa tanpamu disisiku
Kau adalah asa yang ku punya
Dan tanpamu, aku bukan apa-apa
Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Saat akan mengeluh betapa repotnya di pagi hari, mulai dari membangunkan anak-anak, menyiapkan sarapan sampai dengan mengantarkan mereka ke gerbang pintu sekolah...
Lalu aku tersadar, sebentar lagi semua ini juga akan berlalu...
Seiring dengan waktu, mereka akan bertambah besar, dewasa dan mandiri. Mungkin ketika mereka beranjak remaja, peranku sebagai ibu akan jauh berkurang, tapi mungkin mereka lebih butuh aku sebagai teman...
Maka aku bersyukur setiap pagi masih bisa melihat wajah polos mereka, menyiapkan sarapan,  masih bisa mengantar mereka menuntut ilmu, dan masih bisa mencium kening mereka sebelum mereka masuk gerbang sekolah.
Aku juga bersyukur bisa menikmati hari-hari bersama mereka, melihat mereka tumbuh besar, melihat mereka bertambah kemampuan.

Saat akan mengeluh, susahnya menyuruh mereka belajar.. Mulai dari belajar untuk sekolah sampai dengan belajar untuk tertib beribadah..
Aku tersadar, semua ini adalah bekal untuk hidup mereka nanti, perlu proses yang panjang dan memerlukan ekstra kesabaran agar mereka bisa jadi tertib dan terbiasa dengan semua hal yang baik sehingga menjadikannya sebuah kebiasaan.
Lalu aku bersyukur, masih diberi kesempatan untuk mengajari dan merawat mereka...
Agar suatu saat dapat kulepas untuk dapat 'terbang' sendiri karena mereka sudah punya sayap-sayap yang kuat.

Lalu aku tersadar bahwa bukan saatnya lagi untuk mengeluh, karena semua ini adalah anugerah. Kebersamaan bersama mereka adalah karunia, merawat mereka adalah berkah, mendidik mereka adalah ladang pahala, karena mereka adalah amanah. Amanah yang dititipkan Allah pada kami untuk dapat dipertanggungjawabkan nanti.
Safiamita


I can see the pain living in your eyes
And I know how hard you try
You deserve to have so much more
I can feel your heart and I sympathize
And I'll never criticize
All you've ever meant to my life

I don't want to let you down
I don't want to lead you on
i don't want to hold you back
From where you might belong

You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to say but goodbye

You deserve the chance at the kind of love
I'm not sure i'm worthy of
Losing you is painful to me

I don't want to let you down
I don't want to lead you on
i don't want to hold you back
From where you might belong

You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to say but goodbye

You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to try
Though it's gonna hurt us both
There's no other way than to say goodbye
Safiamita


Si Adek sekarang berusia 3 bulan. Tapi baru bisa miring2 dan ngemut tangan terus. Klo dibanding sama kakak2nya, perkembangan motorik si Adek ini bisa dibilang agak terlambat. Tapi klo untuk ukuran normal sih gak terlambat. Yang penting sehat ya, Nak. Yang bikin gemes itu, si Adek udah pinter ngoceh2 dan ramah, penuh senyuman. Udah bisa di ajak main dan ngobrol :)
Safiamita

Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita

Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita


Alhamdulillah, Mbak Bila udah bisa naik sepeda roda 2. Keberhasilan ini juga gak lepas dari andil Tante nya yang semangat ngajarin si Mbak, hehe.. sampe capek dorong dan pegangin sepeda nya dari belakang. Akhirnya Mbak Bila nya berani juga naik sepeda. Dulu sih sudah sempet di ajarin sama Ayah, tapi karena sepedanya pernah dilepas trus Mbak Bila nya jatuh, abis itu gak pernah mau lagi diajak latihan naik sepeda sama si Ayah.
Klo Teteh Alya, masih setia dengan sepeda roda empatnya. Kemarin udah sempet minta di lepas roda-roda kecil nya, tapi kakinya si teteh masih kurang panjang, gak bisa menjangkau ke lantai. Mungkin nanti aja ya, Teh. Tinggiin badannya dulu, hehe..
Selamat buat Mbak Bila ya, yang semangat genjot sepeda nya. ^_^
Safiamita
Saya selalu suka dengan orang-orang yang bertanggung jawab, orang-orang yang menunjukkan karya nyatanya untuk negeri, walau kadang juga dihujat atau dimusuhi oleh orang lain. Saya suka orang-orang seperti Ibu Sri Mulyani, Pak Darmin Nasution, atau Pak Budiono. Walau hanya mengenal mereka dari jauh, mengenal mereka dari TV, koran ataupun opini-opini dan tulisan yang mereka buat.
Kali ini saya suka Bapak Dahlan Iskan. Beliau sudah menunjukkan langkah yang nyata buat Indonesia. Klo dari Pak DI, saya juga sangat suka membaca tulisan-tulisannya yang enak sekali untuk dibaca. Alurnya mengalir, dan sangat inspiratif. Terkadang, saya ingat Beliau hanya sebagai seorang Menteri, bukan sebagai seorang jurnalis. Sebagai seorang jurnalis, tentunya menulis adalah keseharian Beliau. Ide-ide untuk negeri ini yang beliau ceritakan di artikel2nya juga menjadi harapan baru untuk orang lain yang membacanya bahwa negeri ini pasti bisa jadi lebih baik lagi.

Di Dunia maya, bahkan sudah ada yang membuat http://dahlanis.com/ yang merupakan suatu KOMUNITAS yang berawal dari Group jejaring Sosial Facebook yang di dalamnya beranggotakan para pendukung Bp. Dahlan Iskan dalam rangka bekerja untuk dan Demi IndoneSia.

Isi Web nya antara lain tentang tulisan Dahlan Iskan yang di muat di berbagai Media atau juga opini-opini orang tentang Dahlan Iskan yang ada di berbagai media.
Semoga Beliau selalu dapat menjalankan Amanah yang diembannya sekarang, smoga Allah SWT juga senantiasa melindunginya, smoga selalu bisa berbuat yang terbaik untuk bangsa ini, amiin...

Terakhir, saya juga mengagumi Dia, seseorang yang berada dekat di hati saya. Walaupun dia tidak se-terkenal Bapak Dahlan Iskan, kiprahnya tidak se besar Bu Sri Mulyani, tapi Dia sangat berarti buat hidup saya. Saya belajar banyak hal dari dia. Baginya bekerja di instansi ini tidak hanya mencari nafkah untuk keluarganya, tapi separuhnya adalah pengabdian untuk Bangsanya. Lewat instansi tempat kami bekerja sekarang ini, pajak dikumpulkan untuk membiayai negara, untuk kehidupan bangsa yang lebih baik, untuk jamkesmas, untuk pendidikan anak-anak bangsa yang kurang mampu, untuk pembangunan infrastuktur dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Kalau mau mencari penghasilan lebih, dengan posisinya dan koleganya sekarang, mungkin bisa saja dia berpindah kerja dengan penghasilan yang lebih besar, tapi itu tidak Dia lakukan karena buat Dia, separuh hidupnya adalah pengabdian. Walau kadang saya suka mengeluh karena itu membuat hidup saya terpisah dari nya seperti sekarang, tapi disisi lain, saya sadar bahwa itu lah salah satu hal yang membuat saya semakin mencintainya...
Smoga bisa selalu amanah ya... amiin...
Safiamita

Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Ketika lebaran saya pergi ke jogja . Saya pergi bersama Ayah Bunda, Adik, Kakek ,Nenek dan Tante. Di Jogja saya bertemu Eyang saya, lalu saya pergi ke pantai. Di pantai  saya membeli es krim lalu saya dan adik-adik berenang di kolam dekat pantai. Pada malam hari nya saya menginap di rumah sepupu saya, mbak fais dan mbak fakih kemudian keesokan paginya saya ke rumah eyang lagi lalu pergi ke kebun binatang yang ada di jogja.
Di kebun binatang, saya melihat gajah,harimau ,buaya ,dll. Ketika saya melihat harimau, saya dan adik haus, akhirnya kami membeli minuman di warung dekat kandang harimau itu. Lalu saya ke kandang kangguru. Di kandang kangguru saya memberi makan kangguru dengan rumput. Setelah itu saya melihat ikan yang besar sekali atau raksasa. setelah saya melihat ikan, saya melihat patung yang berwarna abu-abu keemasan. Ternyata, patung itu manusia. Kemudian saya melihat badut jerapah, saya berfoto dengannya. Pulangnya  saya makan bakso di dekat pintu keluar kebun binatang, setelah puas berjalan-jalan di kebun binatang saya dan keluarga pun langsung pulang ke Semarang.

Tulisan pertama Kakak Mita (edited by Bunda)
Safiamita

Safiamita





Safiamita








Related Posts with Thumbnails

Galeri