Safiamita


Peningkatan yang dirasakan tahun ini adalah Mbak Nabila dan Teteh Alya udah bisa ikut baca Al Quran. Klo tahun kemarin, baru si kakak yang pegang Al Quran, sekarang sudah bertambah. Alhamdulillah... Alya juga udah mulai belajar puasa penuh sehari sampai akhirnya di Palembang kemarin jatuh sakit, akhirnya gak bisa ikut puasa lagi deh. Tapi gak pa pa ya, dek.. namanya juga belajar. Smoga menjadi berkah, aamiin... 
Safiamita
Ternyata masalah gigi susu anak2 masih membayangi sampai sekarang. Hanya Kakak Mita yang giginya tanggal sendiri tanpa perlu bantuan dokter gigi untuk mencabutnya.
Si Kakak baru sekali ke Dokter gigi, itupun hanya untuk sekedar konsultasi aja. 

Kalau Nabila dan Alya udah langganan pergi ke dokter gigi buat cabut gigi. 
Masalahnya adalah sebelum giginya pada tanggal sendiri, gigi barunya sudah pada tumbuh dibelakangnya. Akhirnya walaupun belum goyang, gigi susu lamanya terpaksa di cabut. Satu gigi biayanya berkisar Rp. 80.000-150.000. tergantung kondisi gignya kayaknya.

Seperti malam ini, si Teteh Alya gigi depannya langsung dicabut dua2nya karena dibelakangnya udah tumbuh gigi baru yang mendorong gigi susu nya ke depan. Darahnya lumayan banyak karena gigi nya masih belum begitu goyang. Mbak nabila juga dicabut satu giginya karena sudah ada gigi baru yang tumbuh. 

Teteh Alya yang keliatan ompongnya karena gigi depan yang di cabut, dari kemarin2 juga gak mau cabut gigi karena takut ompong tapi karena sudah agak mengkhawatirkan jadi Bunda nya setengah memaksa agar dia mau cabut gigi malam ini.
Gak pa pa ya, Teh.. kan nanti giginya cepet tumbuhnya jadi ompongnya cuma sebentar :)
Safiamita
Tahun 2015 ini teteh Alya mulai puasa penuh satu hari. Umur teteh bulan lalu genap 7 tahun. Hari ini, hari kedua si Teteh puasa penuh satu hari. Kalau tahun kemarin, puasanya masih puasa bedug.  Puasa dari sahur trus jam 12 siang makan, abis itu lanjut puasa lagi sampai maghrib.
Setelah sholat tarawih kemarin malam, si Teteh muntah2, masuk angin kayaknya karena seharian perutnya kosong. Kayaknya masih penyesuaian.

Tadi siang Nenek dan Tante nya udah nyuruh buka puasa jam 12 siang, tapi emaknya gak mengizinkan. Mungkin kedengarannya kejam kali ya? Tapi Bundanya yakin muntah2 kemarin itu karena tubuhnya masih penyesuaian aja, insyaAllah hari ini udah gak apa2. Alhamdulillah, sampai malam ini setelah buka, si Teteh baik-baik aja. 
Smoga kuat puasa sebulan penuh ya, Teh.....
Aamiin....
Safiamita







Dua foto diatas, ketika kita makan di Nglaras Roso, yang foto ke 3, kita makan rame2 di Dapur Mama. Foto Ke 4 itu pas kita makan2 di Tanjung laut. Tapi baru di Nglaras Roso yang bisa formasi lengkap, 10 orang. Biar nanti jadi kenangan kalau sudah selesai kuliah. 
Safiamita





Safiamita
 



Semua yang berkumpul disini ada satu garis kesamaan yang menyatukan, yaitu pernah sama2 bekerja di KPP 509. Kemarin sebelum bulan ramadhan dan melepas beberapa teman/atasan yang mutasi ke kota lain, kita berkumpul bersama. Alhamdulillah ramee.....
Walau hanya sebentar, tapi tetap saja kebersamaan itu indah. Smoga jalinan silaturahmi ini tetap terjaga, aamiin....
Safiamita

Hari selasa kemarin kita kompak kumpul makan malam bersama. Kalau untuk kita yang mantan seksi PDI, spesial berkumpul di hari itu untuk melepas kepergian Pak Eddy Triono, Kepala Seksi nya kita dulu. Beliau mutasi ke Jakarta setelah sekian lama bertugas di Semarang. Dulu, formasi ini adalah formasi terbaik dan yang paling menyenangkan. Seberat apapun pekerjaan kalau kita punya lingkungan kerja yang enak, atasan dan rekan kerja yang baik, rasanya pekerjaan seberat apapun jadi ringan2 aja. Kangen masa-masa dulu... Smoga waktu masih mempertemukan kita kembali nanti di lain kesempatan, aamiin....
Safiamita
Hiksss.......
Terus terang, mengalami kemunduran semangat dalam membuat tesis.
Kemarin sudah semangat bikin kuesioner, piloting... eh setelah di uji validitas ternyata gak valid...
Capek deh.....
Sekarang malah jadi males mau buka2 laptop buat sekedar baca2 apalagi ngerjain...
Belum lagi kendala lain yang dihadapi...
Untungnya ada suami yang masih bersemangat untuk mensupport istrinya dan meyakinkan kalau aku bisa mengerjakannya....
Biarlah sementara ini rehat dulu.... walau malah jadi kepikiran klo gak diapa2in atau gak ada kemajuan itu kuesioner dan proposal tesis....
Safiamita

Sebelum Ramadhan datang, kita sekeluarga ziarah dulu ke Jepara ke makamnya Ibu dan Bapak Mertua. Makamnya berada diatas bukit, viewnya bisa lihat kota jepara. Sebenernya itu makam keluarga tapi sudah diwakafkan jadi pemakaman umum. Keluarga Ibu mertua, banyak yang dimakamkan disana, termasuk Ibu sendiri. 
Safiamita

Safiamita
Kemarin memang baru mengajar sekali, tapi sudah banyak hal yang membuat saya jadi berkaca diri. 
Sebelum masuk kelas, saya sudah merancang dalam imajinasi saya bagaimana caranya bisa mengajar yang menarik, menyenangkan dan bisa membuat mereka mengerti tentang apa yang saya ajarkan. Saya juga terpikir untuk membawa coklat sebagai hadiah kalau ada yang menjawab pertanyaan saya dengan benar, tapi belum bisa terwujud karena kemarin mengajarnya dadakan. 
Trus, ketika masuk kelas, biasalah.. dosen pengganti biasanya dipandang sebelah mata. Lalu kemarin saya mengingatkan mereka bahwa jangan memandang orang lain sebelah mata dan mengingatkan juga bahwa attitude itu penting. Pintar itu penting, tapi attitude juga penting. banyak orang pintar yang gagal di wawancara kerja misalnya, karena mereka bersikap arogan, dll atau dengan kata lain gak punya attitude.

Setelah selesai mengajar, saya jadi berkaca diri.....
Kenapa ketika mengajar orang lain saya berusaha sepenuh hati tapi ngajarin belajar anak sendiri di rumah lebih sering ngomelnya jadi bikin suasana belajar mereka tegang?
Bukankah saya selama ini juga sering memandang sebelah mata terhadap orang lain? Lalu kenapa saya meminta orang lain untuk tidak melakukannya?
Attitude saya juga kayaknya masih belum baik, kenapa saya menuntut orang lain untuk ber attitude baik?

Ah, jadi banyak koreksi untuk diri sendiri...
Smoga bisa terus mempernbaiki diri.
Smoga bisa jadi manusia yang lebih baik di masa depan, yaitu manusia yang sejalan antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan.
Safiamita
Menulis ini di sela2 waktu menunggu untuk ketemu sama dosen pembimbing.
Dosen pembimbing itu tipe nya macam2....
Karena kita yang butuh, jadi kita lah yang perlu menyesuaikan.
Ada dosen pembimbing yang mau d contact lewat email aja. Proposal dikirim lewat email pun gak masalah. Dalam waktu 24 jam pasti sudah ada balasan email dari Beliau. Menyenangkan sekali rasanya, walaupun kendala nya, karena keterbatasan gak tatap muka, jadi ada kemungkinan misinterpretasi dengan apa yang dikritisi oleh Beliau, jadi harus tetap tatap muka juga untuk mencari kejelasan.
Ada juga dosen yang sibuk, susah untuk ditemui. Klo mau ketemu harus SMS dulu. Tapi kita SMS juga gak di balas. #tarik napas panjang dulu....
Tapi karena Beliau memang sibuk, mau gimana lagi?
Kita yang harus sabar menunggu sampai Beliau membalas SMS dan punya waktu untuk kita bimbingan.

Ya, itulah perjuangannya...
Walaupun bikin deg deg an, bikin bingung, bahkan bikin emosi naik turun.
Klo gak ada begitu nanti gak menarik untuk diceritakan untuk kisah di masa depan.

Dulu ketika skripsi S1, alhamdulillah dimudahkan sekali, walau ketemu dosen yang katanya strict tapi baik, mau jawab klo sms dan bisa janjian kapan bisa ditemui. Sekarang beliau sudah meninggal dunia karena kanker. Menyesal juga dulu belum sempat memberi kenang-kenangan sekedar tanda terima kasih sudah mau di bimbing. Hanya bisa mendoakan semoga Beliau diampuni segala dosa dan diterima semua amal ibadahnya, aamiin...

Hal yang saya sadari sepenuhnya adalah saya yang butuh dosen pembimbing untuk membimbing saya, jadi ya manut aja, gimana maunya. Kalau gak punya bargaining power mau gimana lagi?
Itu artinya harus bisa sabar, terus memupuk semangat, dan menguatkan mental untuk pantang menyerah.
Smoga bisa dilalui dengan baik, aamiin....
Safiamita
Alhamdulillah, Kakak Mita, Mbak Nabila dan Teteh Alya semua naik kelas dengan nilai yang sangat memuaskan. Kakak Mita dapet rangking 1, Mbak Nabila dapet ranking 3 dan teteh Alya dapet rangking 2. 
Jadi ingat ada teman yang bilang kalau jangan terlalu membanggakan nilai, yang penting itu akhlaknya bagus. 
Ah, kalau saya sih dua-duanya penting. Akhlak anak-anak memang harus diperhatikan agar mereka punya akhlak yang baik tapi akademis juga gak bisa dikesampingkan karena itu juga dibutuhkan. Coba aja, kalau gak pinter nilainya gak bagus, mau masuk sekolah negeri yang bagus aja gak bisa, harus masuk sekolah swasta yang pasti lebih mahal. 
Contoh nyata nya saya lah, kalau nilai sekolah gak bagus, gak bakal bisa masuk STAN, gak bisa kerja di DJP.

Jadi intinya IQ dan EQ itu harus sejalan kalau menurut saya. Akhlak itu untuk menjaga mereka agar gak melakukan perbuatan yang salah dan tercela, misal biar dapet nilai bagus dengan mencontek. 
Anak-anak, saya ajarkan untuk gak mencontek. Alhamdulillah nilainya juga masih bisa bagus.
Kita memang gak boleh mendewakan nilai2 dalam bentuk angka tapi gak juga berarti bahwa itu gak penting.
Safiamita
Beberapa minggu lalu, seneng banget rasanya karena udah dapet tiket buat pulang ke palembang. Karena jadwal terakhir ujian diperkirakan selesai tanggal 24 Juni jadi kita beli tiket pesawat untuk tanggal 27 Juni. 
Laah.. kemarin bak disambar petir, tiba2 dapet kabar klo ujian nya mundur jadi tanggal 29 Juni. Trus tiketnya diapain dong? Biasanya gak ada minggu tenang, ini tiba2 ada minggu tenang sebelum ujian....
Hik..hik..hik....
Masa aku ditinggal sendiri dirumah? kan kita mau 'masuk awan' bersama.
Satria udah ribut aja klo ngomongin mau naik pesawat. "Nanti pesawatnya masuk awan lho, Nda." Katanya....
Hari ini kita sudah berusaha melobi kampus, smoga ujiannya bisa maju jadi tanggal 22 Juni aja, aamiin....
Tinggal berdoa aja smoga Allah menggerakkan hati orang2 yang berwenang untuk membuat keputusan, aamiiin ya Allah..... :'(
Safiamita
Alhamdulillah, setelah bertahun lalu terakhir mengajar, kemarin dapet kesempatan buat ngajar lagi.
Seperti yang pernah dibilang dulu, kalo boleh puter haluan, saya mau jadi guru atau dosen aja sayangnya sudah terlanjur salah jalan :)

Dua Minggu lalu Dosen pembimbing tiba-tiba minta saya buat gantiin Beliau mengajar PPh di D3 Pajak Undip. Cuma belum memberi tau kapan hari nya harus mengajar. Nah, kemarin setelah bimbingan akhirnya saya nanya buat mastiin jadi atau gak, ternyata jadi dan ternyata lagi, ngajarnya adalah di hari rabu kemarin itu jam 1 siang. MasyaAllah... jadi kayak kena serangan mendadak. Secara, kita belum ada persiapan. Udah lama gak ngajar juga. Untungnya kemarin masih jam 11 jadi masih punya waktu untuk belajar PPh dulu sebentar sebelum masuk kelasnya. Tapi inget kata-kata Suami juga, pajak itu kan udah makanan hari2, klo sampe gak bisa ya kebangetan, 

Nah, kebahagiaan bahwa kita dikasih kesempatan buat ngajar lagi hanya dibagikan pada kalangan terbatas, yaitu teman2 dekat yang kalau kita ceritakan itu mereka ikut berbahagia dan mensupport kita. Saya gak mau woro2 ke sembarang orang, apalagi orang2 yang kira2 malah memandang sinis ketika tau kita dapat kesempatan untuk mengajar, karena mungkin dianggapnya bahwa kita belum pantas untuk mengajar, belum cukup ilmu, dll. Kita sih pede aja, kalau Dosennya sudah menunjuk kita sebagai penggantinya untuk mengajar, berarti Beliau menganggap bahwa kita mampu untuk melakukannya dan kita harus berusaha untuk menjaga dan melaksanakan amanahnya.

Jam 1 tepat kita masuk kelas, ternyata jumlah mahasiswa nya lumayan banyak, ada 40 orang lebih. Menyenangkan sekali rasanya bisa berdiri di depan kelas dan bisa berbagi ilmu yang kita tau.
Alhamdulillah, berakhir dengan baik. Smoga gak ada yang salah dari yang saya share di kelas tadi, aamiin...
Masih ada 1 kali pertemuan di minggu depan, kali ini harusnya bisa lebih siap dan harus belajar lagi. 
Semangat !!!!

Safiamita
Klo mau jujur, sebenernya saya termasuk tipe introvert. Walau mungkin keliatan rame, punya banyak teman, tapi untuk teman cerita tentang masalah pribadi, saya bener2 selektif memilih teman yang dekat dan bisa dipercaya.
Cuma masalahnya, entah kenapa, dari dulu merasa lebih cocok berteman dengan teman pria daripada teman wanita. 

Kalau dulu, sebelum menikah mungkin gak masalah, bisa bebas curhat dengan mereka tapi setelah menikah, mulai menarik diri. Kebanyakan cuma cerita sama suami aja karena menjaga perasaan dia juga. Kadang kangen juga dengan teman2 yang biasa dekat, secara saya gak punya banyak teman dekat perempuan dan agak susah kalau harus PDKT sama Ibu2, dulu nikah umur 21 tahun. 

Kadang, saya merindukan teman-teman yang bisa memberikan feedback yang diinginkan kalo saya cerita dengan mereka. Kalau sama suami, mungkin karena usia terpaut jauh, jadi pikirannya sudah dewasa, kadang ketika cerita, saya sebenernya cuma pingin dihibur atau pingin dia membenarkan apa yang saya bilang, tapi lebih seringnya jadi dinasehatin panjang lebar, hehe....
Yaa... walaupun apa yang dikatakannya benar tapi kadang2 saya cuma pingin dihibur atau pingin di iyakan aja. 

Bahkan sampai sekarang, orang-orang yang saya hubungi ketika saya butuh bantuan ternyata laki-laki semua, hehe....
Baru menyadari itu kemarin, ketika saya butuh masukan untuk bikin kuisioner tesis. 
Orang yang pertama kali saya hubungin tentu saja adalah suami.
Yang kedua adalah Bang Ramses
Yang ketiga : Naryo
Yang keempat : Mas Koco
Yang kelima : Derry

Abang teman dari jaman dulu pas bareng di KPP Metro. Klo Mas Koco, Derry dan Naryo ketemu nya pas bareng di KPP Semarang Tengah Dua.
Setelah menghubungi mereka satu2 via telp, saya baru nyadar klo yang saya hubungi ternyata laki2 semua, hehe....
Tapi saya benar2 mendapatkan masukan yang benar2 saya butuhkan untuk kuisioner saya dan alhamdulillah berkat bantuan mereka, kerangka pemikiran dan kuesioner nya uda disetujui oleh dosen pembimbing dan bisa segera piloting. 

Berteman itu membutuhkan chemistry, klo udah dapet chemistry nya bisa temenan sampe lamaaa, awet dan gak lekang dimakan waktu dan jarak....
Mungkin contohnya ya si Abang. Sudah akrab dari tahun 2000 ketika pertama kali ketemu di Metro dulu sampai sekarang masih contact dan selalu available klo dimintain bantuan. kadang saya juga curang, contact hanya kalau butuh bantuan aja, hehe....

Contohnya kayak tahun 2014 kemarin, minta tolong dia nganterin berkas pendaftaran bea siswa ke kantor pusat padahal tau klo dia gak bisa bawa kendaraan sendiri, hehe.. jadilah dia dari kantor nya ke kantor pusat naik taksi nganterin berkas pendaftaran saya. 

Atau kemarin ketika diminta gantiin ngajar anak D3 Pajak Undip sama Dosen pembimbing, saya rada panik juga karena gak punya bahan buat ngajar. Yang terlintas di kepala adalah dua orang yang bisa dimintai tolong, hehe.... langsung telpon Mas Koco dan Derry, minta cariin file ppt buat ngajar trus langsung meluncur ke kantor mereka buat ngambil file nya.

Alhamdulillah walaupun gak banyak, tapi punya teman2 dekat yang selalu siap membantu kapanpun dibutuhkan.

Kalau suami sih, gak usah dibilang ya, udah ribuan kali istrinya merepotkan dia.
Kadang lagi rapat atau lagi ada acara tiba2 ditelp sama istrinya buat sekedar curhat atau minta bantuan, hehe...
Orang yang pertama kali dihubungi tentu saja suami tercinta.
Sesuai dengan cita2 dulu, punya suami yang bisa berperan macam2, tergantung kebutuhan. :)
Bisa jadi Suami, bisa jadi teman bahkan bisa jadi dosen pembimbing juga.
Kayak sekarang, lagi pusing tesis, ya Suami juga diajak pusing. 
Kadang dia sebel kalo harus baca artikel, jurnal atau teorinya juga.
Mau nya dia aku aja yang jelasin ke dia. Lah, gimana mau jelasin, wong saya aja gak ngerti?
Maksudnya minta dia baca biar dia yang jelasin ke saya, itu jurnal atau teori maksudnya apa?
Hehe....

Terima kasih untuk Suami tercinta dan untuk teman2 yang selalu ada ketika saya membutuhkan.





Safiamita













Hari sabtu yang lalu, setelah ziarah ke makam Eyang Putri dan Eyang Kakungnya, anak-anak minta main ke pantai bandengan. Seperti biasa, mereka mau main pasir sepuasnya. Bahkan si Adek sampe bawa mainan dari rumah. Dari jam 2 sampe sore main disana. Puas banget mereka main disana.

Pantai bandengan pasirnya putih dan cenderung gak ada ombak, jadi anak2 aman main pasir dan main air juga walau tetap harus diawasi untuk menghindari hal-hal yang gak diinginkan. Alhamdulillah sekarang pantainya udah jadi bersih lagi, terakhir kesana, pantainya kotor karena banyak sampah plastik, botol aqua dan wadah pop mie, dll berserakan di sepanjang pantai. 

Kalau dulu, ada banyak pedagang yang jual aqua dan pop mie itu di sepanjang pantai jadi mungkin sampahnya gak dibuang pada tempatnya. Kemarin kesana itu udah gak ada pedagang yang jualan di pinggir pantai. Sayang banget klo pantai sebagus itu harus dikotori sama sampah. Kita juga pasti jadi gak nyaman ada disana. Itu kan aset untuk anak cucu kita juga, biar nanti mereka bisa menikmatinya, tidak berhenti di masa nya kita sekarang aja.

Jadi, stop buang sampah sembarangan ya.
Safiamita




Maaf ya Ayah... gara2 mabok tesis, pagi2 tanggal 6 Juni malah ngobrolin tesis, lupa ngucapin selamat ulang tahun :'(

Selamat hari lahir, Ayah. Smoga panjang umur, selalu sehat, selalu jadi suami dan ayah yang baik, selalu amanah dan semoga kita bisa segera berkumpul disatu kota, aamiin...
Safiamita














Hari selasa kemarin kita berkesempatan jalan2 ke jogja bareng trus mampir ke restoran Jejamuran jogja. Klo alamat tepatnya di Jl. Magelang KM. 11 RT. 01 RW. 20, Desa Niron, Pandowoharjo, Tridadi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55512 Telp nya (0274) 868170. 

Sebenernya udah sering lewat restorannya, tiap kali lewat sana selalu rame apalagi klo pas liburan bisa antri untuk makan disana tapi kita sekeluarga gak berminat untuk berhenti disana, karena secara judulnya aja jejamuran, jadi yang disajikan disana adalah berbagai macam masakan yang tema utamanya adalah jamur dan jamur gak masuk karegori makanan favorit kita.

Kebetulan kemarin karena jalannya bareng sama teman yang suka makan disana jadi lah kita makan siang disana. Ada tongseng jamur, sate jamur, sop jamur, dll yang ditawarkan dalam menunya. Selain jamur klo yang saya lihat ada ayam bakar atau ayam goreng. 

Kalau menurutku, rasa masakannya enak-enak. Tongsengnya enak, satenya juga enak. Menu nya juga disajikan dalam porsi kecil jadi gak berlebihan. Disitu juga dipamerkan jamur yang dikembangbiakkan sendiri. Katanya temen sih, ada tempat pengembangbiakkan jamur nya di dekat resto itu sendiri tapi kemarin kita gak sempat liat kesana.
Related Posts with Thumbnails

Galeri