Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Intermezzo. Tampilkan semua postingan
Safiamita


Sudah lamaaa banget pingin ganti lampu headlamp sama lampu sen nya sedan corona.. 
Sekitar tahun 2012, 6 tahun tang lalu udah pingin ganti biar gak keliatan jadul banget mobilnya...
Waktu itu sudah sempat cari2, sudah sempat beli tapi ternyata gak pas sama dudukan lampunya. Pernah cari-cari online jg tp harganya mahal dan waktu itu blm punya uang buat beli...

Tibalah saatnya Desember 2017 kmrn kita nemu penjual yang terpercaya di grup facebook corona, kebetulan waktu itu juga punya uang lebih buat mewujudkan keinginan yang lama terpendam. Setelah chat sama penjualnya via WA, jadi lah beli lampu2 diatas. Alhamdulillah... 
Sekitar 3 hari udah sampe rumah dipasang dan alhamdulillah pas semua, cuma belum sempet foto coronanya dengan lampu yang baru :)

Ini detil harganya :
Head lamp 800.000/set
Lampu sen 250.000/set
Lampu sen bemper 425.000/set
Total barang 1.475.000

Safiamita
Kemarin memang baru mengajar sekali, tapi sudah banyak hal yang membuat saya jadi berkaca diri. 
Sebelum masuk kelas, saya sudah merancang dalam imajinasi saya bagaimana caranya bisa mengajar yang menarik, menyenangkan dan bisa membuat mereka mengerti tentang apa yang saya ajarkan. Saya juga terpikir untuk membawa coklat sebagai hadiah kalau ada yang menjawab pertanyaan saya dengan benar, tapi belum bisa terwujud karena kemarin mengajarnya dadakan. 
Trus, ketika masuk kelas, biasalah.. dosen pengganti biasanya dipandang sebelah mata. Lalu kemarin saya mengingatkan mereka bahwa jangan memandang orang lain sebelah mata dan mengingatkan juga bahwa attitude itu penting. Pintar itu penting, tapi attitude juga penting. banyak orang pintar yang gagal di wawancara kerja misalnya, karena mereka bersikap arogan, dll atau dengan kata lain gak punya attitude.

Setelah selesai mengajar, saya jadi berkaca diri.....
Kenapa ketika mengajar orang lain saya berusaha sepenuh hati tapi ngajarin belajar anak sendiri di rumah lebih sering ngomelnya jadi bikin suasana belajar mereka tegang?
Bukankah saya selama ini juga sering memandang sebelah mata terhadap orang lain? Lalu kenapa saya meminta orang lain untuk tidak melakukannya?
Attitude saya juga kayaknya masih belum baik, kenapa saya menuntut orang lain untuk ber attitude baik?

Ah, jadi banyak koreksi untuk diri sendiri...
Smoga bisa terus mempernbaiki diri.
Smoga bisa jadi manusia yang lebih baik di masa depan, yaitu manusia yang sejalan antara apa yang dikatakan dan apa yang dilakukan.
Safiamita
Itulah yang sedang ada di benakku sekarang, mabok nyari judul tesis.... :'(
Ampun deh, ah !!!
Sebenernya intinya, kita itu mau ambil tema tentang pajak karena tau nya ya cuma itu.
Nyari datanya juga relatif mudah, ibaratnya udah rumahnya sendiri, klo mau ngubek2 data di rumah orang lain nanti malah lebih sulit dapetnya. Cuma masalahnya adalah ketika pajak harus dihubungkan dengan akuntansi bil khusus akuntansi sektor publik.... 
hadeeh... mumet akuuu.....

Pertama, gak pernah paham mendalam tentang akuntansi, karena masuk jurusan akuntansi selalu karena bukan keinginan sendiri. Kita selalu lebih tertarik ke jurusan manajemen, karena gak banyak berhubungan dengan angka. Menurutku angka itu bikin pusing.
Tapi pas mau kuliah S1, waktu itu masih bareng sama si Bagus, temen di Sekre Tengah 2, nah, dia suka nya itung2an alias akuntansi. Aku sama temen yang lain udah mau ngambil jurusan manajemen, tapi dia setengah mengeluh, nanti dia kuliahnya gak ada temennya, akhirnya jadilah aku mengalah dan nyasar masuk jurusan akuntansi. Trus, di S2 ini, satu2 nya pilihan beasiswa yang ditawarkan adalah Magister akuntansi, gak ada tawaran magister manajemen, akhirnya terdamparlah lagi kita ke dunia akuntansi yang walaupun sudah berkutat tiap hari disitu, tapi masih berasa asing.

Dan, sekarang tibalah menulis tesis... hiks..hiks...
Pusingnya tujuh keliling, mencari topik penelitian karena harus sesuai dengan spesialisasi yaitu akuntansi wa bil khusus akuntansi sektor publik.

Pinginnya hati itu segera nemu topik apa yg mau diteliti trus lsg ngebut mau nulis tapi apa daya, mencari topik saja sulit, gmn mau mulai menulis????

Sang Suami ngasih ide buat neliti biaya pemungutan pajak di Indonesia, tapi katanya Pak Dosen, itu lebih kearah Ilmu Studi Pembangunan, Batal demi hukum.

Si Abang nyaranin buat nulis konvergensi IFRS pengaruhnya terhadap pajak.
Tapi katanya temen, itu nanti gak masuk ranah sektor publik karena onjek penelitian pasti perusahaan komersial. Gagal lagi sedemkian rupa.

Akhirnya nemu ide buat nulis Dysfunctonal Audit Behavior, tapi msh blm sreg buat lanjutin nulis...
Trus dosennya nyaranin buat nulis tentang modernisasi pajak di Indonesia beserta sistem self assessment, tapi aku bingung klo harus mengaitkannya sama akuntasinya dimana ya?
Masih nawar, klo bisa balik DAB aja... kayaknya kita bisa belajar buat memahami itu.....
karena gak ada itung2an nya. lebih ke perilaku aja. 
Smoga bisa balik ke DAB aja deh, aamiin....

Ya Allah.. mudahkanlah aku dalam mencari tema tesis dan menulisnya nanti, aamiin...





Safiamita
Hadeeh... baru mikir judulnya aja udah bingung tujuh keliling. Mau nulis apa yaaa?
Satu2 nya yang bisa di pastikan, tema nya adalah PAJAK. wong saya taunya cuma itu aja.
Tapi masih bingung mau nulis apa. Punya ide ini, dibilang terlalu sederhana sama orang2 terdekat. Lha trus saya harus nulis apa? mereka juga gak ngasih ide. Nasehat dari Bapak Dosen yang baik, tesis yang baik itu adalah tesis yang selesai. Sebagus apapun tema/judul tesis, klo gak selesai ya gak bagus soalnya bikin kita gak lulus2. 
Nah, saya setuju dengan nasehat Pak Dosen. Mending sederhana tapi selesai dari pada kompleks tapi bikin mumet. Sepanjang nanti di acc sama dosen pembimbing, biarlah ide di kepala saya ini yang direalisasikan sampai menunggu wangsit berikutnya datang. ^_^ 
Safiamita
Rasanya saya sudah lebih dari mandiri
Mengerjakan banyak hal sendiri karena keterpaksaan keadaan
Kadang saya bosan buat mandiri
Karena kadang kemandirian itu menjadi alasan...
Mau nya bersikap "Emang Gue Pikirin " sekali sekali
Biar disadari bahwa rasanya saya sudah lebih dari mandiri.

Safiamita
gak nyangka klo kuliah ini akan membawa banyak tugas, yang nge resume, yang bikin makalah, presentasi, dsb.. padahal minggu ini anak-anak UAS... jadi bingung mau pegang yang mana dulu... akhirnya gak optimal bimbing mereka belajar.. mungkin itu yang bikin complicated heart juga. Smoga nilai nya gak jelek ya, Nak... aamiiin.... 
Safiamita
Karena kali ini hanya ada 2 pilihan jadi berasa lebih intens persaingannya...
Terlebih pendukung 2 kubu gencar sekali mempromosikan para kandidatnya, gak cuma hal-hal yang baik tapi juga saling serang dengan black campaign, saling membuka aib lawan.
Kenapa gak bicara visi misi masing2 aja? biar rakyat yang menentukan pilihannya sendiri..
Kita sih udah males baca2 yang begitu, di FB bertebaran buanyaaak banget tapi emoh juga bacanya.
Saya sudah punya pilihan, walau pilihan ini saya pilih dengan logika, bukan dengan hati.. klo dengan hati saya pasti pilih yang satunya, hehe...  
GPP lah.. biarlah saya dengan pilihan ini, toh siapapun yang nanti jadi Presiden, saya yakin itu sudah ditakdirkan begitu. Klo pun pilihan saya nanti gak menang, ya gak papa. yang penting saya sudah menyalurkan aspirasi saya sambil berharap siapapun presidennya mampu membawa perubahan untuk Indonesia yang lebih baik, aamiin... 
Yang sudah pasti menanti : BBM pasti naik siapapun presidennya, jadi simpan energi, tenaga dan biaya, gak perlu terlalu fanatik....
Safiamita
Dua  hari berturut-turut saya menghadapi 2 masalah dengan topik yang sama. Tapi hari ini saya gak segalau hari kemarin. Kemarin saya merasa kesaaaal sekali. Jadi bete seharian karena masalah itu. Namun, hari ini dengan masalah yang serupa tapi tak sama, saya bisa menghadapinya dengan lebih santai dan tanpa ngomel2 sendiri. Itu karena sudah mendapat pencerahan dari suami. Diingatkan lagi, jangan biarkan lingkungan atau orang lain disekitar kita yang menentukan sedih atau bahagianya kita. Kita berkuasa penuh dengan diri kita sendiri, mau bahagia atau tidak itu pilihan kita. Saya juga menyadari itu, kenapa gara2 orang lain say bisa jadi kesal sendiri, marah2 sendiri, padahal orangnya sudah berlalu gak mikirin lagi. Pingin keluar dari semua itu seperti yang pernah di share oleh Andri Wongso disini http://www.andriewongso.com/articles/details/4038/Hukum-Truk-Sampah.
Ya, smoga saya bisa begitu, jadi menjalani hidup bisa lebih tenang karena semua gak dimasukkan ke hati.

Sharing cerita dari AndrieWongso.com. 

Suatu pagi, seorang pria naik sebuah taksi dan pergi menuju bandara. Ketika sedang melaju cepat (pada jalur yang benar), tiba-tiba sebuah mobil hitam, tanpa memberi tanda apa pun, menyerobot mengambil jalan di depan taksi itu.
Si supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobilnya berdecit dan berhenti hanya beberapa sentimeter dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam membuka jendela, menjulurkan kepalanya, dan memaki-maki si supir taksi. Namun apa yang terjadi? Supir taksi hanya tersenyum dan melambaikan tangan dengan ringan, pada orang tersebut.

Penumpangnya sangat heran dengan sikap sopir taksi yang bersahabat. Ia bertanya, "Kok Bapak bisa bersikap seperti itu? Pengemudi mobil hitam itu bisa saja menabrak dan merusak taksi Bapak, juga bisa bikin kita masuk rumah sakit!"

Supir taksi itu, kemudian menjelaskan "Hukum Truk Sampah" pada penumpangnya. Katanya, banyak orang yang seperti truk sampah. Mereka berjalan membawa "sampah", seperti rasa frustasi, kemarahan, dan kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada Anda.

"Enggak usah dimasukkan ke dalam hati," kata bapak tua pengemudi taksi itu. "Ya, tersenyum saja! Lambaikan tangan, lalu lanjutkan hidup. Jangan ambil 'sampah' mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang Anda temui, baik di tempat kerja, di rumah, atau dalam perjalanan."

Intinya adalah: jangan biarkan "truk sampah" merusak suasana hati dan hari-hari kita. Kasihi orang yang memperlakukan Anda dengan baik dan benar, serta berdoalah bagi yang tidak. Hidup itu 10 persennya mengenai apa yang Anda buat dengannya, dan 90 persen tentang bagaimana Anda menghadapinya. Bahkan ada pepatah: "Life is not about waiting for the storm to pass, its about learning how to dance in the rain."

Selamat menikmati hidup yang penuh berkah dan bebas dari "sampah"! Luar biasa!!
Safiamita
“Masukkan satu apel busuk ke satu keranjang buah. Maka akan cepat sekali, ikut busuk buah2 lainnya. Hei, lantas kenapa orang membiarkan satu pikiran negatif melintas dan masuk ke dalam hatinya? Padahal itu juga bisa merusak satu hari yang indah, bahkan berminggu2 waktu yang seharusnya menyenangkan? Segera buang.”

*Tere Liye

Aku mengutip salah satu status Tereliye di FB kemari buat jadi pengingat diri sendiri.
Begitu mudahnya aku membiarkan orang2 disekitarku membuat hatiku jadi campur aduk.
Ada masalah sedikit, rasanya ingin sekali meledak.
Hadeeh....
Sebenarnya gak ingin seperti ini, sebenarnya ingin menganggap masalah itu hanya sebagai sebuah apel busuk dan ingin membuang yang busuk itu saja agar tidak mempengaruhi yang lain.
Tapi caranya gimana yaa?
kenapa masalah2 kecil saja sudah bisa bikin emosi jiwa?
Padahal sudah sangat menyadari bahwa hal itu lah yang membuat jiwa jadi sakit.
Pingin sekali jadi orang yang tenang, pingin jadi orang yang punya hati seluas telaga jadi klo dicemplungin garam sesendok kedalamnya maka garam itu akan larut tanpa mengubah rasa air telaganya bukan hati seluas gelas yang klo dicemplungin sesendok garam, otomatis airnya jadi asin sekali.
Berarti harus banyak belajar lagi tentang hidup ini, biar gak cepat emosi jiwa. 
Yang belum ketemu adalah caranya gimana?
Safiamita
Aku benci ketidaktegasan
Aku benci inkosistensi
Aku benci plin plan
Aku benci kelabilan
Semua itu hanya akan membawa kemudharatan
Untuk diri sendiri
Umtuk orang-orang di sekitar
Beranilah untuk memutuskan
Lalu jalani dan bertanggung jawab atas segala yang diputuskan
Bagiku itulah manusia sejati
Bukan yang selalu tenggelam dalam kebimbangan, terombang ambing dalam keraguan.
Dan saat ini aku sudah sampai pada tahap jenuh dengan semua itu.
Safiamita
Ada banyak perbedaan antara saya dan suami, tapi mungkin karena perbedaan itulah Allah menyatukan kami untuk saling melengkapi satu sama lain. 
Salah satu contoh kecil adalah kejadian ini... ada penawaran bea siswa yang bisa saya ikuti saat ini. 
Ini adalah penawaran beasiswa pertama yang bisa saya ikuti karena bisa memenuhi segala persyaratan administratifnya. Masih banyak tes lain yg harus diikuti untuk bisa mendapat beasiswa ini.. 
Bisakah dibayangkan perjuangan saya untuk sampai ke tahap ini? Jalan saya berawal dari hanya prodip 1 lalu ikut prodip 3 kemudian kuliah strata 1, setelah ikut ujian kedinasan barulah strata 1 saya itu diakui... 
Saya butuh hampir 12 tahun untuk melaluinya.. 
Sekarang, saya pikir apa salahnya saya mencoba beasiswa ini untuk pengalaman... tapi suami berpikir lain, bagaimana kalau ternyata saya lulus? 
Masalah satu2 nya adalah penawaran beasiswa kali ini adalah full di luar negeri. Alangkah repotnya kalau tiba2 saya lulus lalu harus pergi ke luar negeri? Hehe.. buat saya sendiri, rasanya gak mungkin itu terjadi. Saya hanya sekedar ingin mencoba kok... dengan begitu banyak saingan dan saya yang tanpa persiapan? Rasanya gak mungkin untuk lulus... tapi itu lah saya... itu hanya sekedar keinginan... saya adalah orang yang tidak terbiasa untuk berencana atau berpikir jauh ke depan tentang hidup saya... saya hanya berpikir tentang apa yang harus saya hadapi sekarang. Kalau masalah nanti, ya itu dipikirkan nanti. Berbeda sekali dengan sang suami. Dia selalu mengantisipasi setiap langkah.. kalau melangkah ke kanan nanti bagaimana atau kalau ke kiri nanti akan menghadapi apa? 
Saya beruntung Allah mempertemukan saya dengan dia karena sekedar menuruti keinginan saja juga rasanya kurang baik... tapi di hati yang paling dalam, saya masih ingin mencoba. hehe... 
Ya itulah saya, Tak perlu berpikir panjang, kalau ada keinginan tinggal dilaksanakan aja, kalaupun nanti ada rintangan dan masalah yang harus dipecahkan, saya yakin nanti juga akan ada jalan keluarnya. Untung nya ditemukan dengan suami yang berkebalikan sifatnya dengan saya. Seandainya ditemukan dengan yang setipe dengan saya, bisa jadi menjalani hidup ini tanpa perencanaan. 
Alhamdulillah... itulah indahnya perbedaan.
Safiamita
Saat yang lain sudah terbang tinggi, kenapa aku masih terpuruk disini?
Kenapa aku masih berkutat dengan hal-hal kecil yang tidak penting dan menjemukan?
Sungguh, aku juga ingin mengembangkan sayap agar bisa terbang lebih tinggi
Membunuh jemu dan meraih sesuatu yang baru.
Melewati semua dan meninggalkan jauh apa yang kurasakan saat ini.
Bilakah kesempatan itu datang?
Smoga ketika kesempatan itu datang, aku siap untuk meraihnya.
Safiamita
Ketika menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita, namanya kecewa itu wajar tapi menurutku kita harus bisa menerima apa yg telah diputuskan. Apalagi kalau itu dalah keputusan kita sendiri, tapi kemudian setelah terjadi tidak sesuai dengan keinginan lalu berubah pikiran itu masalah yg berbeda. Sepahit apapun itu, jalani dengan tanggung jawab dan lapang dada.
Jangan terlalu galau dengan apa yg belum terjadi. Apapun itu, anggap saja itu adalah yang terbaik menurut Tuhan untuk hidup kita, setidaknya untuk saat ini anggaplah itulah yg terbaik karena itulah kenyataan yg harus kita jalani dan hadapi.
Pasti ada hikmah dibalik semuanya, hanya saja kita belum tau hikmahnya itu apa karena belum kita jalani, mungkin 2.3 atau 5 tahun lagi kita baru bisa menyadarinya lalu bersyukur bahwa hal itu pernah terjadi pada hidup kita. Hal ini harusnya diterapkan dalam banyak hal di hidup agar hidup ini gak melulu diisi dengan penyesalan, kecewa atau galau yang berkepanjangan. Toh, hidup kan harus berjalan. Gak selamanya hidup ini berjalan mulus sesuai dengan keinginan kita.
Safiamita
Ada penyebab kenapa malas sekali untuk melakukan sesuatu hal yang salah dalam hidup ini..
karena biasanya menerima ganjarannya secara cash alias kontan...
Begitu melakukan sesuatu hal yg salah..
biasa nya setelah itu ada musibah yang mendera..
Mungkin itulah cara Tuhan menjaga...
Tidak dengan menumpuk salah dan merapel hukumannnya nanti,
melainkan dengan memperlihatkan sedikit demi sedikit
apa yang akan didapat kalau melakukan salah.
Safiamita
Berawal dari bekerja di penghujung tahun 2000....
5 tahun bekerja di Metro
lalu tahun 2005 akhir diterima pendidikan banten
kemudian lulus setelah kurang lebih 2 tahun berada disana.
pertengahan 2008 kembali bekerja di Semarang
dan sekarang sudah 5 tahun bekerja...
Berharap sebentar lagi siklusnya buat sekolah...
Ya Allah... smoga sebentar lagi aku bisa sekolah, aamiin...
Menguatkan doa, tekad dan usaha.
Smoga ada kesempatan dan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Safiamita
Sebentar lagi.. sabarlah.. mungkin sebentar lagi...
Itulah kata-kata yang tertanam dihati
Ternyata waktu berlalu begitu cepat
Tiba-tiba 9 tahun sudah terlewati
dan kata-kata itu masih dihati
bagaimana kalau jatah umur ini sudah lebih dahulu habis...
Sebelum apa yang dinanti bisa terwujud?
Mungkin sebentar lagi sudah tidak ada kata sebentar lagi didalam hati..
Safiamita
Kalau ada cara yang mudah...
Sebenarnya sudah lama ingin mengakhiri hubungan jarak jauh ini...
Tahun ini, sudah 9 tahun hidup begini...
Bosen juga hidup terpisah2...
Sayangnya belum ada cara yang lebih mudah....
Masih mentok dengan berbagai aral dan rintang.
Pertimbangan pun belum menunjukkan titik akhirnya.

Yaa....
Bukan hanya saya...
Masih banyak yang lain yang senasib dengan saya...
ada yang Papua- Sumatra
ada yang Kalimantan- Jawa
masih banyak ternyata yang terpisah oleh jarak lebih jauh dari saya
Yang intensitas pertemuan pastinya lebih jarang dari saya
Tapi mereka tetap menjalaninya
Karena banyak hal dan pertimbangan juga....

Kembali...
Harus tetap bersyukur...
Harus tetap bersabar...
Harus tetap menjalani...
Harus tetap menerima...
Entah sampai kapan...
Kalau sudah begini jadi lebih mengerti
Betapa indahnya kebersamaan.



Safiamita
Belakangan ini rasanya dosis jenuh ini semakin meningkat.
Ibarat sedang berjalan menyusuri sebuah labirin kehidupan,
saat ini sedang menemukan jalan buntu yang menghalangi untuk melangkah..
Akibatnya, jadilah stagnan disini.
Mengadu kepada siapapun rasanya belum bisa mengatasi jenuh ini.
Mungkin memang hanya Tuhan dan rencana-Nya nanti yang dapat menjawab.
Saat ini sedang berusaha mencari jalan keluar untuk pergi dari jenuh ini....
Tapi kemana pun mau melangkah,
ternyata tak ada yang lebih mudah untuk di lalui.
Selalu ada konsekuensi yang harus dihadapi.
Sebenarnya ini adalah hidupku sendiri,
jadi resiko apapun harus siap menanggungnya...
Tapi yang gak akan pernah sanggup adalah bila apa keputusan yang akan diambil itu akan mengecewakan orang2 yang dicintai.
Jadi, untuk sementara ini biarlah belajar menyabarkan diri untuk berteman dengan jenuh ini...
Sampai kutemukan jalan terbaik menurut Tuhan untuk kulalui meninggalkan jenuh ini
Safiamita
Alkisah... 
Ketika ada seorang suami ditanya oleh istrinya, apa dampak positif yang di dapat oleh istri dan keluarganya atas promosinya di kantor....
Dari sisi seorang istri, rasanya hampir tidak ada yang dia dapat...
Dari sisi finansial, memang ada peningkatan tapi akan jadi kosong-kosong dengan ongkos tiket PP suami karena promosi ditempat yang baru itu jauh dari tempat tinggal mereka sekarang. 
Dari sisi keluarga, waktu sang suami untuk keluarga akan jauh berkurang... 
Karena yang biasanya bisa pulang ke rumah satu minggu sekali, jadi lebih molor, menjadi 2 minggu sekali, sekali lagi karena jarak yang jauh...

Dengan bijak sang Suami menjawab, setidaknya dengan promosi ini, manfaat diri nya bagi orang lain akan lebih besar...

Ya... jawaban yang klise...
Tapi sang Istri tahu, bahwa jawaban itu adalah jawaban yang jujur dari sang Suami, dan berasal dari hatinya yang paling dalam...

Karena itulah, sang Istri jadi diingatkan kenapa 9 tahun yang lalu dia menerima lelaki itu menjadi suaminya, dan dia tidak pernah salah memilih. Dan karena jawaban itu juga, sekali lagi dia mengikhlaskan suaminya untuk kembali hidup berjauhan dari nya dan anak-anaknya....
Sekali lagi juga, dia harus kembali bersabar dan tenggelam dalam doa yang panjang, smoga dia dan buah hatinya bisa segera berkumpul dengan sang Suami dalam satu kota, dalam satu rumah...
Aamiin...

Safiamita
Entahlah itu dianggap sebagai apa
Tapi bagiku itu adalah kesempatan untuk menjelaskan
Agar tidak ada lagi prasangka
Tidak ada lagi persepsi yang salah
Info yang bias dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab
Biar smua jadi jelas
Mau dianggap sebagai angin lalu pun gak apa-apa
Yang penting saya sudah mengutarakan pendapat
Yang menurut saya harus diketahui.
Selesai.
Case Closed
Terima kasih Ya Allah, atas kesempatan ini.
Smoga ini adalah sesuatu hal yang baik, amiin...

Related Posts with Thumbnails

Galeri