Tampilkan postingan dengan label Way of life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Way of life. Tampilkan semua postingan
Safiamita


Ini lah sekolah kita dulu. Kemarin pas lewat, jadi sekalian difoto. Gak ada perubahan klo dari segi bangunannya karena sekolah ini adalah cagar budaya, jadi gak boleh dirombak hanya boleh di renovasi dikit2 aja. Warna catnya aja yang boleh ganti2, hehe...

Gak berasa, lulus tahun 1999.. Berarti sekarang udah 12 tahun meninggalkan bangku SMA.

Pas lewat sekolah ini, jadi terlintas kenangan2 masa lalu yang indah, yang sedih, yang lucu plus kebandelan2 yang pernah dilakukan disana, seperti lempar tas dari lantai III buat pulang duluan, hehe....

Masa SMA memang masa yang indah lah.
Safiamita

Dimataku dia begitu berbeda, aku tak pernah bisa mengatur emosi seperti dia, aku tak pernah selalu bisa berpikir positif seperti dia, aku tak pernah bisa selalu diandalkan, aku tak pernah bisa menjadi dia, tapi aku belajar banyak darinya.. aku tak pernah bisa bersikap dewasa, tapi dia bisa. Walau dia juga tak pernah bisa sempurna, dengan segala kekurangannya, dengan cerewetnya, dengan cemburunya, tapi dengan cintanya dia mampu melengkapi semuanya dan membuat bahagia. tak pernah salah memilih, he's the best choice that i've ever had ! Thanks God, You gave him to me 8 years ago...

Tanpa terasa ya, Yang...

Pernikahan kita sudah menginjak tahun ke-8 tepat di hari ini.

Satu windu sudah kita berada dalam satu bahtera

Terima kasih sudah menjadi nakhoda yang baik,

Terima kasih untuk semua cinta,

Terima kasih untuk semua bahagia,

Terima kasih juga untuk nasihat dan bimbingannya

(Termasuk segala ke cerewetannya) :)

yang smoga bisa menjadikan aku istri yang lebih baik lagi

Maaf ya Yang.. klo masih banyak kekurangan,

masih belum bisa sempurna sebagai istri, sebagai ibu untuk anak2 kita...

Smoga ke depannya selalu bisa lebih baik lagi...

Dan smoga smua ini bisa abadi,

menyatukan kita sampai di hidup yang abadi nanti,

Amiiin...

Luv U full, yang....

Happy Anniversary..... ^_^

Safiamita
Kenapa di penghujung usia 20- an mau ke 30 baru punya cita-cita untuk jadi apa ya?
Dulu pas lulus SMA, gak punya cita-cita khusus pingin jadi apa, mikirnya cuma yang penting bisa cepet kerja aja. Makanya ngambil Prodip I STAN di Palembang. Sekarang setelah 10 tahun kerja baru mulai merasa kurang pas dengan pekerjaan yang dijalani sekarang (walau tetap bersyukur dengan keadaan sekarang). Mulai merindukan untuk bisa mengajar seperti pas SMA dulu.
Dulu punya kesempatan buat kerja paruh waktu di sebuah lembaga kursus Bahasa Inggris di Palembang. Sangat menikmati sekali saat-saat bisa mengajar. Bisa pindah dari kelas satu ke kelas lain, kebetulan lembaganya punya banyak cabang dan kelas. Punya banyak siswa dari anak2 SD sampe yang udah lulus kuliah. Paling suka klo ngajar anak2 kecil, sedikit lebih susah sih.. tapi bisa menikmati wajah2 lucu mereka.
Dulu malah gak pingin jadi guru karena liat Ibu (ku) yang kebetulan juga seorang guru SD. Anak2 muridnya udah pada kemana2, Beliau masih aja teteup disitu, setia sama sekolah SD nya. Rasanya stagnan, menurutku. Tapi klo ku becandain, Ibu paling jawabnya, "Ya, itu lah namanya pahlawan tanpa tanda jasa." Dan beliau tetap berbangga hati dengan profesinya.
Sekarang kebalik aku yang diejekin sama Ibunda tercinta saat mengutarakan keinginan pingin berpindah profesi buat jadi dosen.. "katanya dulu, gak mau jadi guru. " hehe.. kita hanya bisa tersenyum malu.
Mungkin sudah darah yang mengalir, gak bisa dilawan.
Ada satu batu loncatan yang bisa dicoba untuk meraih cita, klo nanti gak berubah pikiran lagi.. hehe.....
Di Depkeu sering membuka tawaran untuk jadi widyaiswara. Tapi kita masih jauh dari memenuhi syarat. Jenjang pendidikan minimal S2 tapi sepertinya masih punya waktu untuk mengejar cita. Syarat maksimal umurnya 48 tahun. Berarti masih punya waktu 20 tahun lagi buat mengejar cita2 sebelum mencapai umur 48 th.
Smoga panjang umur juga, amiin... ^_^
Safiamita
Akhir2 ini rasanya malas sekali untuk menulis padahal kerjaan dikantor juga lagi senggang... Entah kenapa, mungkin sedang merasa jenuh aja kali ya?

Nah.. Pagi ini buka portal internal DJP, ada sebuah tulisan disitu, judulnya " Roda Mutasi" yang ditulis oleh seorang rekan di Bandung. Awal ceritanya tentang kisah penempatannya di pedalaman Kalimantan. Kesedihan yang harus dihadapi karena penempatan / mutasi gak sesuai dengan yang diharapkan.. sampai akhirnya dia menyadari bahwa dia harus menghadapi kenyataan dan tidak menambah kesusahannya dengan kesedihan... dan kemudian belajar menikmati apa yang harus dijalani karena kesedihannya pun tak kan mengubah apa yang harus dia hadapi...

Tahun 2004 pernah merasakan hal seperti ini.. Waktu itu baru 2 bulan setelah aku melahirkan anak pertama, Juli 2004 dapat berita suami dimutasi ke Palangkaraya. Waktu itu kita berada di Metro, Lampung. Karena berbagai macam pertimbangan, akhirnya suami memutuskan aku gak usah ikut kesana, tetap di Metro dan batal mengajukan permohonan ikut suami. Tahun pertama masih merasakan keoptimisannya dalam bekerja dan mengharap segera dimutasi lagi ke tempat yang lebih dekat dari lampung. Tapi beberapa kali periode mutasi, namanya tak kunjung masuk juga... sampai ditahun ke-3, aku mulai bisa merasakan kejenuhannya dalam bekerja dan kehilangan asa terhadap roda mutasi...

Sedih melihatnya seperti itu.... Padahal selama ini, rasanya dia termasuk orang yang realistis dan berani menghadapi kenyataan hidup... Hanya bisa mendengarkan curahan hatinya dan tak pernah putus berdoa. Alhamdulillah, Maret 2007 penantian terjawab juga. Suamiku dipindah ke Surabaya, waktu itu kita sekeluarga sudah pindah ke Jakarta (aku ikut D3 Khusus di STAN), jadi sudah lebih dekat. Masih bisa di laju pake kereta, gak lagi harus mendayung melalui dua pulau seperti Palangkaraya- Metro. :)

Tahun 2008, malah aku yang ditempatkan ke Semarang, setelah selesai ikut pendidikan D3 Khusus di Jakarta. Kemudian, kembali berharap, semoga bisa berkumpul ditanah jawa aja. Juli 2010, SK Mutasi keluar lagi dan membawa suami kembali ke ibukota.
Ya... tetap harus disyukuri meski belum bisa berkumpul disatu rumah setiap hari. Paling tidak, sabtu-minggu suami masih bisa PP ke Semarang.
Walau kadang merasa jenuh, capek ketika harus menjadi single parent di hari senin-jum'at. Apalagi klo anak sedang sakit, atau ada berbagai masalah yang harus dihadapi sendiri.
Tapi kalo harus diratapi terus juga gak mungkin, hanya akan menghabiskan energi....
Hadapi sajalah... Karena semua ini juga pilihan kita sendiri sambil melihat kemana roda hidup akan berputar. 
Dinikmati aja, toh hidup cuma sekali, sayang klo hanya diisi dengan kesedihan dan penyesalan.
Semangat ! ^_^
Safiamita
Itulah agenda tiga tahunan orang pajak.....
Rata-rata 3 tahun sekali harus siap2 angkat koper, berpindah dari satu kota ke kota lain jadi buruh migran :)
Tahun ini, kita yang kebagian pindahan. Suami dari Maret 2007 sudah di Surabaya, memang sudah saatnya dirolling, kali ini dapet Jakarta.
Menurut kesepakatan bersama, sementara ini kita tetep di Semarang aja dulu, gak usah ikut pindah kesana.
Hari selasa tgl 13 Juni ini udah pelantikan di Jakarta, jadi dari sekarang sudah mulai repot. Beresin barang2 yang ada di Surabaya, cari truk buat ngangkut ke Semarang. Abis itu, mulai bergerilya telpon temen2 yang ada di Jkt, minta tolong dicariin kos an. Katanya yang di sekitar daerah gambir harga kos nya berkisar antara 800 rb - 1.6 jt. Tergantung pada fasilitas yang disediakan. Ini lagi cari tiket pesawat juga....
Padahal yang pindah cuma ayah sendiri, gak kebayang klo harus pindah se keluarga. Harus cari kontrakan rumah, mindahin isi rumah (bisa 1 truk Puso), dan yang paling repot adalah mindahin sekolah anak-anak.... Gak kebayang juga biayanya.... buat kontrak rumah, sekolah anak2, biaya angkut.... Hiks.....
Tapi yaa... itulah salah satu dari resiko pekerjaan yang sudah dipilih. Harus di jalani aja sebagai warna warni hidup. Klo gak gitu, gak bisa muterin Indonesia, gak bisa liat daerah orang. Kita udah ngerasain 3 pulau. Jawa, sumatra dan kalimantan.
Cukuplah pengalamannya sampe disini, smoga gak harus merasakan Sulawesi, papua atau pulau-pulau lainnya, amiin.....
Safiamita
Mutasi Es IV akhirnya keluar juga. Ayah ikut dirolling kali ini. Kereta nya dari surabaya kebablasan sampe Jakarta, Semarangnya kelewatan :)
Mutasi kali ini, ayah dipindah ke Jakarta.
Selamat datang kembali di Ibukota, Cinta ! :)
Teteup harus disyukuri meski belum masuk semarang or Jogja. Jakarta masih dekat dari Semarang, masih bisa PP setiap minggu. Mungkin memang harus menunda keinginan untuk bisa bersama setiap hari bersama keluarga. Kita sabar menunggu kok, ayah :)
Tapi.. sudah ada beberapa teman yang menggoda, mengajak kita kembali pindah ke ibukota. Emi, Kiki... udah pada ngajak jadi tetangga dan berkumpul lg di Jakarta. Duh, maaf ya, ibu2....
Anak2 udah terlanjur sekolah di Semarang, kasian klo harus pindah2 mulu....
Hehe.. aku jg belum kebayang klo harus pindahan rumah lg, capeknya gak ketulungan deh.
Buat Ayah, Semoga Ayah selalu amanah dalam bekerja, diberikan kemudahan, pertolongan serta keberkahan dari Allah SWT ditempat yang baru ini, amiin....
Doaku selalu mengiringi setiap langkahmu, Cinta :)
Safiamita




Alhamdulillah, hari ini sudah resmi menyelesaikan pendidikan strata I. Hari ini ngikutin wisuda STIE Dharmaputra. Tapi komentar dosen yang nyerahin ijazahnya gini,
"kayaknya baru masuk kuliah kok udah lulus aja?". hehe...
Yaaa... Bapak gak liat aja, pas kita kuliah :)
Klo dikantor komentarnya beda lagi, "emang kapan kuliahnya, mbak? kok tiba2 udah selesai?"
Yah..... kita beneran kuliah kok.... ^_^

Alhamdulillah, satu anak tangga sudah terlampaui jadi bisa berusaha untuk melangkah naik ke anak tangga berikutnya.
Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberikan karunia ini.
Terima kasih juga buat suami tercinta yang telah mengizinkan istrinya kuliah, walau jadi harus sering pulang malam dan mengurangi waktu bersama keluarga.
Buat 3 Bidadari ku, terimakasih buat cinta dan pengertiannya, bunda jadi bisa seperti ini.
Dan buat temen2 yang memberi support termasuk dalam bentuk ejekan dan candaan... hehe... kuterima semuanya deh. Makasih ya ! ^_^
Safiamita



Katanya nama itu adalah doa. Iya sih, orang tua biasanya memberikan nama yang baik untuk anaknya. BTW tentang nama, akhir-akhir ini mulai ada yang menanyakan arti dari namaku lagi. Maklum punya nama yang unik dan jarang didengar (klo gak boleh dibilang aneh, hehe...) pasti banyak orang yang penasaran namanya berasal dari bahasa apa, artinya apa?

Jawabannya : Mana kutau....

Dulu sempet tanya, apa arti namaku ke orang tua. Tapi mereka juga gak tau artinya apa. Sejarah pemberian nama itu, alkisah pas jamannya ayah sekolah SMA, dia punya temen namanya Mimar. Kata ayah, orangnya cantik, pinter, dsb deh.... dan sekarang orangnya udah jadi dokter. Nah, mungkin saking terkesannya Ayah dengan temannya itu, bertahun kemudian setelah menikah dan punya anak perempuan, anaknya juga diberi nama yang sama dengan harapan bisa menjadi seperti temannya itu.
Setelah sekarang jamannya internet, mulai deh cari2 sebenarnya apa artinya "mimar" itu.
Klo di Bahasa Turki katanya artinya adalah arsitek. entah benar or gak.
Tapi jadi tau klo di dunia ini yang namanya Mimar bukan cuma aku aja, bahkan ada seorang arsitek terkenal di Turki dengan karya2 nya yang mengagumkan, bernama Mimar Sinan. Nama Sinan bahkan diabadikan sebagai nama universitas negeri di Turki “Mimar Sinan University of Fine Arts In Istanbul”.


Mimar Sinan (15 April 1489-17 Juli 1588 M) adalah arsitek ketua dan insinyur untuk Sultan Sulaiman I, Salim II dan Murad III. Selama periode 50 tahun, dia bertanggungjawab pada konstruksi dan supervisi 476 bangunan. Puncak hasil karyanya adalah Masjid Selimiye di Edirne, meski karyanya yang paling top adalah Masjid Sulaiman di Istanbul.
Di tempat lain, dia membangun Masjid di Damaskus yang hingga sekarang tetap menjadi salah satu monumen terpenting kota, juga Masjid Banya Basyi di Sofia Bulgaria, yang saat ini merupakan satu-satunya masjid yang masih berfungsi. Dia juga membangun jembatan Mehmet Pasa Sokolovic diatas sungai Visegrad di Bosnia Herzegovina yang sekarang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO.
Kok jadi cerita tentang Mimar Sinan ya? hehe...
Ya, sekedar pengetahuan aja bahwa beberapa abad yang lalu pernah ada seorang arsitek Islam yang mampu berkreasi membangun mesjid seindah gambar diatas. SubhanaAllah....
Balik2 tentang nama, ternyata meski gak tau apa arti dari sebuah nama, orang tua tetap punya harapan yang baik dalam memberikan nama kepada anaknya, so tetap harus dihargai dan diterima dengan baik, nama yang telah diberikan oleh orang tua ke kita :)
Safiamita
Kemarin akhirnya ngikutin sidang skripsi juga plus pendadaran. Hemh... apa ya perasaan yang terlintas kemarin... yaa.. deg2an pasti ada tapi PeDe aja lah. Masa orang lain bisa kita gak bisa?
Alhamdulillah, berkat doa semua orang, suami tercinta, Ayah Bunda, keluarga dan temen2 yang berbaik hati mau mendoakanku, semua terlewati dengan lancar. Ketemu dosen penguji yang baik-baik, pertanyaannya gak susah2, kita jadi bisa jawab dengan pede juga, berharap semoga lulus dengan nilai A (ngarep mode on). Katanya pengumumannya nanti setelah revisi sih, tapi masa gak lulus.... ? lulus ah, yakin aja :)
Hanya satu pertanyaan yang gak bisa dijawab, ketika ditanya jurnal PSAK 46.....
Waduh.... saya nyerah paak....
Hehe.. klo dipikir-pikir, ngambil jurusan akuntansi tapi gak tau bikin jurnal deferred tax....
Yah, mending jujur lah...
Klo pertanyaan yang berkaitan dengan pajak sih, InsyaAllah bisa jawab dengan lancar. Lha, itu kan makanan setiap hari :)
Oh ya judul skripsinya : Efektivitas Pemeriksaan Terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib pajak dan Penerimaan pajak di KPP Pratama Semarang Tengah Dua.
Akhirnya.... melewati strata I juga. Walau mungkin di antara temen2 sekolah dulu, aku yang paling akhir. GPP, alon alon asal kelakon walau ini kelakonnya telat bangeet........ :)
Safiamita

Foto-foto setelah yudisium...
Kangen sama ibu-ibu...


Merindukan saat-saat kuliah juga...

sekarang udah pada pisah semua ya...

Sudah hampir 2 tahun berlalu ya?

Lina ama Ita di Surabaya

Mbak Siwi ama Emi di Jakarta

Icut ama Muni di Aceh

Aku ama mbak Utami di semarang

Mbak Fitry di Lampung

Yang paling jauh, Any di Balikpapan

Miss U all..








Safiamita

Jadi kangen banget sama KPP Metro dan kotanya. Menyimpan banyak kenangan indah....
Ketemu banyak teman2 yang baik, ibu kost yang baik, sampai ketemu suami yang baik di Metro juga( kan ketemu jodohnya di metro, hehe.. )
Ketika awal hidup di Metro, sehari rasanya setahun... Kan, waktu itu baru pertama kali merantau, biasa hidup dikota besar (Palembang kan kota besar ya?) trus dipaksa harus hidup dikota kecil yang klo ud maghrib, sepii banget... yang kedengeran hanya suara jangkrik, "krik..krik.." Tapi setelah beberapa lama menyesuaikan diri, yaa.. belajar untuk menikmati hidup disana.
Alhamdulillah ketemu banyak orang2 baik disana. Temen2 kantor juga kompak banget, rasa kebersamaan dan kekeluargaan di kantor juga erat. Jadi bikin betah hidup disana untuk 5 tahun lamanya.
Jadi kangen ama temen-temen (mbak elvi, ita, ebby, mbak lilis, mbak wahyu, bang ramses (yang betah dengerin aku cerita. dibetah2in ya? hehe.. ), A' Fahri, mas bowo, mas anto, bang anton, mbak was, mbak yanti (yang seru abis), chandra, ajan, andi, Pak Eko, Bu Unggul, dll yang gak akan bisa dilupakan..) Terima kasih untuk smua kebaikan yang telah diberikan padaku...
Kangen juga ama mamak, bapak, mbak evie...
Beneran kangen, hiks....
Kangen sama hamparan sawah yang mengelilingi kantor,
Kangen sama makanannya juga, sama tongseng, sate, bakso, ayam bakar sampe ke martabaknya. Klo siang, (apalagi klo ada yang ultah) bisa nyari makan siang rame2 ke tempat makan yang jauuuuh, memakan waktu satu jam buat nyampe tempatnya dari kantor, pulangnya udah laper lagi, hehe..
Trus, klo malem biasanya rame2 pada makan di Tampar(taman parkir) makanannya enak2. hemh.. Kapan ya bisa jalan-jalan ke Metro lagi??
Safiamita
Baru aja ada Bapak, temen kantor yang dapet berita bahwa istrinya 'berhasil' di pindah ke Palangkaraya. Berhasil ? Ya, bisa pindah dari manado ke palangkaraya (homebase nya) padahal suaminya ada di semarang. Karena katanya di Semarang formasi pegawai untuk instansi yang bersangkutan penuh. Bayangkan jarak dan waktu yang terentang dan harus dilewati oleh sepasang suami istri dan anak-anak mereka untuk dapat bersama....
Harus naik dua kali pesawat, transit jakarta dulu. Belum lagi waktu yang sangat terbatas dan biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan. Tapi demi tugas negara, semua harus dijalankan.
Kenapa jadi perhatian banget dengan si Bapak ya? hemh.. sebenarnya sih, lebih tepatnya perhatian pada nasib diri sendiri karena diriku juga merasakan hal yang sama, tapi masih jauh lebih beruntung dari si Bapak. Suami 'hanya' di surabaya sedangkan aku di Semarang. Tiap jum'at malam bisa pulang ke semarang dan minggu malam berangkat lagi ke surabaya. Anak-anak masih bisa bertemu bapaknya seminggu sekali, alhamdulillah..
Ini hanya protes 'orang kecil' yang tidak mengerti pertimbangan atasan, tapi menurutku apakah tidak sebaiknya istri bekerja dan ingin mengikuti suami yang pindah tugas ke daerah lain harusnya dipermudah. Bukankah seorang pekerja akan lebih tenang bekerja bila didampingi oleh istri dan anak-anaknya? setelah penat bekerja seharian, pulang ke rumah masih bisa berkumpul dengan keluarga dan melihat wajah polos anak-anak yang dapat menghilangkan lelah.
Tapi yaa.. kembali lagi pada pilihan hidup. Sebagai aparatur negara yang sudah teken kontrak bersedia ditempatkan dimana saja, gak punya hak untuk protes tentang ini. satu- satunya pilihan untuk dapat berkumpul bersama ya, resign from the job..
Tapi untuk banyak hal, pilihan ini masih belum bisa dijalankan dengan berbagai alasan dan pertimbangan, dan akhirnya hanya bisa menjalani hidup seperti sekarang.
Hidup terpisah dan berjauhan dengan orang yang disayang....
Jadi curhat ya ? GPP lah.. dengan ini menyadari bahwa banyak juga teman yang senasib.
Safiamita
umur udah 27 tahun kok S1 aja blm ya? deu.. malu juga sih. temen2 SMU dulu udah banyak yang ngambil S2. ada yg ngambil di luar negeri, ada yang udah selesai S2 nya malah... atau.. ada yg ud ngambil S3 kali ya? ya, tapi semua kan tentang perjalanan hidup yang sudah digariskan dan pilihan hidup yang sudah diputuskan sendiri.
Selepas SMU tahun 1999, milih masuk STAN tapi D1 di palembang ( pinginnya cepet kerja), lulus kuliah trus penempatan pertama di KPP Metro lampung tahun 2000. Peraturan di DJP, 2 thn setelah lulus baru boleh lanjut kuliah lagi. Tahun 2003 bukannya kuliah malah milih menikah :) Tapi semua ada hikmahnya sih. tahun 2005 dpt kesempatan masuk kampus STAN di Jurangmangu, tangerang lewat program DIII khusus.. tahun 2008 lulus, penempatan ulang ke semarang. nah, disemarang ini skrg lg berjuang mendapatkan S1. Ikut kuliah malam, yaa.. mudah2an bisa lancar dan lulus tepat waktu, amiin...
Related Posts with Thumbnails

Galeri