Apakah bisa terlihat lebih muda karena punya banyak uang? Karena suka bercanda? Atau menjalani hidupnya dengan easy going? Atau bisakah menjadi lebih tua dari umurnya karena gak punya uang, makan aja susah? Terlalu serius menghadapi hidup? jarang senyum? Tidak pernah merawat diri?
Gak tau deh. Sekedar membandingkan kepala kantor ku dengan pak pos yang setiap hari mengantarkan surat ke kantor… lahir di tahun yang sama, tapi ku pikir usia pak pos udah 50 th ternyata masih di angka 45. Klo Kepala kantorku sih , memang kelihatan masih muda dan fresh diusianya sekarang. Barusan Tanya ama CS nya kantor, perkiraanku si bapak pasti usianya 50 th ke atas.. tapi ternyata, baru 43 th. Yaaa…. Yang terlihat ternyata tidak menampakkan yang sebenarnya( usianya, maksudnyaaa).
Sebenarnya buat apa dibahas ya? Hehe.. Ya, siapa tau aja aku bisa mengikuti resep orang2 yang awet muda. Seperti suami tercinta yang tahun ini genap berusia 39 tahun, tapi seakan-akan penampakannya mentok diusia 35 th. (kan lumayan, awet muda 4 th dari usia yang sebenarnya). Diumurku yang bentar lagi menginjak usia 28 th, tetep pingin juga terlihat muda, ciee.. (kyknya emang masih muda ya? kan blm 30? :)
Ya, tetap aja perjalanan waktu gak bisa dilawan, dulu ada temen yang pernah bilang bahwa kita tidak mungkin bisa merubah waktu tapi waktu bisa merubah kita. Sudah sunnatullah dan menjadi pertanda juga buat kita bahwa gak ada yang kekal di dunia. Allah mengingatkan kita lewat rambut yang mulai memutih, kulit yang mulai keriput dan badan yang tak lagi kekar bahwa sebentar lagi kita akan di panggil kembali, jadi harus siap2. Klo aku sendiri sih, tidak pernah berpikir akan berumur panjang, (tapi bekalpun kayaknya belum banyak untuk menghadap-Nya). Selalu berusaha mempersiapkan diri aja, kapan pun dipanggil oleh-Nya. Jadi doanya selalu tetep minta panjang umur biar bisa mengumpulkan bekal lebih banyak dan minta dipanggil saat diri ini sedang berada dalam ridho-Nya, amiin.

Ini dia ikan gabus yang jadi anugerah buatku (musibah buat mereka ya?) Pas nyampe rumah, yang satu masih hidup, yang satu udah tewas. Ikan yang hidup pinginnya tak pelihara dikolam aja, tapi kata suami, ntar dari pada lompat trus menghilang entah kemana rimbanya, mending di makan ajah. Akhirnya setuju lah dengan argumen suami. dan setelah itu...
Ikannya udah menjelma jadi pempek dan ikan goreng.
Sedikit mau cerita ah, klo di palembang ikan gabus tuh digemari banget. termasuk ikan yang lumayan mahal harganya. klo mau lebaran nih, harganya bisa jadi Rp. 60.000/kg. mahal kan? soalnya bahan baku utama buat bikin pempek di Palembang.
Kirain hanya ada di tanah sumatra dan kalimantan. eh, tenyata ada juga ditanah jawa walaupun jarang dan gak begitu terkenal. orang jawa nyebutnya "iwak kutok". Harganya lebih murah dari palembang. Di surabaya hanya Rp. 24.000/ kg. di semarang, klo di pasar sekitar Rp. 25000-30000/kg. Nah, ikan yang di foto ini ( yang nemu di jalan off roadnya pantai Maron kemarin) harganya cuma Rp. 18.000/ kg. ( kenapa aku gak kulakan aja yah? hee..) Berat ikannya, yang satu sekitar 2 kg, yang satu sekitar 1.5 kg. jadi totalnya 3.5 kg. manttapp... buat orang palembang kayak diriku, serasa menemukan harta karun di tanah rantau, ciee.. (udah mulai berlebihan, kayaknya..)
Ya, gitu deh sedikit cerita tentang ikan gabus. Segala Puji untuk Dia Yang Telah Menciptakan ikan gabus buat kita.

Alhamdulillah, nyampe juga ke pantai nya. Lumayan lah, anak-anak bisa mandi dan maen pasir. selesai dari sana tepat jam 12 siang, pulangnya (di jalan Off Road itu) ada yang jual ikan, kayaknya abis panen dari tambak. berhentilah kita. ternyata, jual ikan gabus. Beli dua ekor yang gede2, berat totalnya 3,5 kg. Wah, makan besar nih.. bisa bikin pindang, bikin pempek.. Asyiik.. !!
SubhanAllah, Ternyata memang selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian.

Ayah itu orangnya sangat perhatian dan cenderung memanjakan anak-anaknya. Hampir semua keinginan anak-anaknya yang bisa beliau penuhi, akan dipenuhinya. Ketika kecil, seringnya sembunyi-sembunyi beliau memberi uang jajan lebih kepada kami, karena tau klo kami sudah diberi ibu uang jajan. Ayah juga gak pernah sungkan untuk menyuapi kami makan. Tiap pulang kerja dari luar kota (ayah dulu tugasnya selalu diluar kota) pasti ngajak jalan-jalan trus ke restoran, makan yang enak. Itu sekelumit cerita tentang kebaikan ayah, tapi intinya dia membesarkan kami dengan kasih sayang, perhatian dan kemanjaan yang berlimpah. Bahkan sampai sekarang pun semua itu tak ada yang berubah, hanya diwujudkannya dalam format yang berbeda karena anak-anaknya sekarang udah pada gede. Karena itulah aku pun selalu memimpikan pria yang akan mendampingiku harus seperti ayah. Tapi entah kenapa yaa.. kok malah dapat suami yang kepribadiannya bertolak belakang dengan ayah ? ( sudah jodohnya begitu, mungkin.. )
Sosok yang cenderung memakai perasaan dalam berpikir itu tergantikan dengan sosok yang mendasarkan logika dalam setiap langkah yang diambilnya. Suamiku menginginkan istrinya menjadi sosok yang mandiri dan tidak manja.. Sulitnya menerima itu diawal pernikahan karena sudah 22 tahun hidup dengan suasana yang berbeda. Tapi kemudian menyadari bahwa semua untuk kebaikan diriku juga. Hal itu terbukti, sekarang pun dituntut untuk hidup mandiri karena keadaan yang memaksa sehingga harus hidup berbeda kota dengan suami. Membuat dia tak bisa setiap saat berada di samping anak-anak dan istrinya, sehingga aku harus mengurus semuanya sendiri.
Aku sangat berterima kasih pada dua lelaki yang telah mewarna dalam hidupku ini. Maunya sih, ada satu lagi lelaki lagi yang bisa mewarnai hidupku (anak maksudnya), tapi belum terwujud karena sampai sekarang baru dipercaya mengurus tiga orang putri, putranya kapaaan yaaa?
Lewat tulisan ini pun, kuucapkan selamat ulang tahun untuk ayah dan suami tercinta yang bentar lagi akan berulang tahun (kebetulan ultahnya di hari yang sama, tanggal 6 Juni), Semoga Allah berkenan meridhoi kebersamaan kita di dunia dan mempertemukan kita kembali di surga-Nya nanti, amiin..



Subhanallah, sunsetnya indah bangeeet.. Langitnya jadi berwarna oranye. Secara, diriku sangat menyukai air dan warna oranye adalah warna favoritkuuu :)
Dipinggir pantai ini udah mulai dikembangkan kebun buah naga. Walaupun masih belum sepenuhnya dikembangkan oleh Pemdanya, tapi Glagah tetap indah untuk dinikmati. Kurang promosi kali yaa.. padahal dari Jogja jaraknya lumayan deket, paling antara 30-40 km aja.


Nah ini dia yang paling menarik. Ada pertunjukan gajah, yang mendampingi gajahnya pelatih perempuan semua. Keren deh, bayangin aja, badan segede itu hanya ditopang dengan 2 kakinya. Atraksi gajahnya ada yang lucu, ada yang mendebarkan juga. Abis pertunjukan, anak-anak juga boleh ngasih makan wortel ke gajah-gajahnya. sayangnya si kakak ama adek takuuut.. gak mau ngasih makan gajahnya


Jerapahnya cantik ya? Klo jerapah kan udah biasa liat tapi klo kambing gunung ? baru liat di prigen ini. Ditaruhnya ditempat yang tinggi lagi.
Kata-katanya itu menyadarkan aku pada satu hal. Selama ini aku hanya melihat orang-orang bekerja hanya semata untuk memperoleh uang, hidup layak, dsb yang selalu menyangkut kepentingan pribadi orang tersebut. Rasanya terlalu naïf mendengar orang bekerja untuk Negara. Tapi sekarang aku sadar bahwa memang ada orang-orang yang mengabdikan hidupnya untuk Negara. di kehidupan nyata, yang banya terlihat adalah orang yang notabene adalah aparatur negara hanya sibuk mengeruk keuntungan untuk kepentingan diri pribadi, jauh dari memikirkan Negara ini makanya KKN dimana-mana :(
Untunglah masih ada orang-orang seperti Pak Boediono yang berkiprah nyata untuk Negara dalam diam dan tenangnya. Yang memberikan contoh lewat keteladanan bukan hanya kata-kata. Salah satu contoh keteladanan yang beliau tunjukkan, ketika diangkat menjadi gubernur BI, dan ditanya beliau mau mobil dinas apa. Beliau hanya pilih Avanza. Sekarang aku berharap, Semoga akan ada lagi bermunculan anak-anak bangsa yang mengikuti jejak langkah beliau, termasuk aku (semoga bisa). Mungkin bisa diawali dengan bekerja sebaik-baiknya. Karena sebagai PNS aku adalah aparatur Negara juga. Coba berikan terbaik untuk Negara ini dengan bekerja sebaik-baiknya karena bekerja juga ibadah kan? Mungkin Tuhan pun juga akan lebih sayang pada kita?

Kasihan 3 bidadariku, Mita, Bila, dan Alya ...
Maafkan Ayah ...
belum bisa merawat kalian dengan baik
Ayah mencintai kalian ...
Kalian adalah penyejuk hati ayah
Kalian adalah investasi tak ternilai dunia dan akherat
Ampuni aku ya Alloh ....
belum bisa mejalankan amanah-Mu dengan baik ...
Ya Alloh ...
jagalah niat dan keikhlasan kami
berilah kekuatan dan kemudahan dalam langkah kami
untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah
keluarga yang senantiasa mengingin surga sebagai tempat keabadian

Tahun 2003 setelah aku menikah, dengan sedikit memaksa, aku meminta ayah bunda membuka tabungan haji di bank Mandiri Syariah. Waktu itu tetap masih susah untuk menabung, tapi karena sudah diniatkan, menurutku harus ada satu langkah nyata atau first step untuk merealisasikannya yaitu dengan membuka tabungan.
Sampai di akhir tahun 2006, tabungan itu tak kunjung penuh….
Maret 2007, ada pertanda bahwa mimpi akan jadi nyata dengan remunerasi di DJP, suamiku pindah ke KPP Madya Surabaya… Keadaan ekonomi keluarga serta merta langsung membaik, gajiku bisa ditabung untuk ayah bunda. Tahun itu juga, langsung bisa menyetor 40 juta untuk mereka berdua agar bisa mendapat jatah porsi pergi ke tanah suci..
November 2008, mimpi itu terwujud, kalaupun itu hanya mimpi rasanya aku tak mau terbangun lagi, melihat mereka naik bis, berangkat ke asrama haji, untuk persiapan pergi ke Jeddah keesokan harinya… Dengan penuh kepasrahan dan air mata mengantar kepergian mereka, hanya satu kata yang terucap, “ pulang ya, nda..” aku tak akan pernah siap untuk kehilangan mereka. Tapi dijawab hanya dengan, “ tolong diikhlaskan, ya nak.. “ Ya Allah, apa aku akan bisa mengikhlaskan kepergian mereka dengan sepenuh hati.. Apa yang harus aku lakukan bila mereka tak kembali lagi?
Desember 2008, Alhamdulillah, mereka bisa pulang kembali ke tanah air dengan selamat dan sehat, smoga menjadi haji yang mabrur untuk ayah dan bunda, hanya surga lah imbalan yang pantas atas semua pengorbanan yang telah kalian berikan untuk kami anak-anakmu.. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa kita, menerima semua amal ibadah kita dan mempertemukan kita kembali di surganya nanti, amiin ya robbal’alamin…
Saat itu masih sekolah di SD, kelas 3 atau 4 ya? Ada seorang teman dekat yang punya kulkas buat bikin es lilin, Dia suka jual ke temen2, harganya klo gak salah Rp. 50, dulu aku juga sering beli, trus suatu saat punya ide, gmn klo aku titip aja, bikin es nya sendiri trus dibekukan di kulkas nya dia. Kita kan teman akrab? Ide ku kusampaikan padanya, dia setuju lalu esoknya ide itu ku realisasikan.. tapi tenyata temenku itu mengingkari janjinya.. aku termenung melihat es-es yang sudah ku bungkus rapi tapi tak jadi dibekukan.. (lagian kenapa punya ide kayak gitu ya? Kan tinggal beli aja beres. Yah, namanya pikiran anak kecil di zaman itu.. ) waktu itu rasanya kecewa sekali, kemudian berandai-andai.. kapan ya, kami bisa beli kulkas? Rasanya hanya mimpi.. Tapi mimpi itu kemudian terwujud beberapa tahun kemudian, ketika aku duduk di bangku SMP. Alhamdulillah, kami bisa beli kulkas.
Kembali ke kondisi sekarang, ketika keadaan ekonomi membaik, aku sudah bekerja, bisa menghasilkan uang dari bekerja, ketika membeli sebuah kulkas hanya semudah menggesek ATM. syukur yang teramat panjang lah yang harus aku haturkan kepada Allah SWT yang telah memberiku rezeki berlimpah dan menjadikan hidupku jauh lebih baik..
Yah, cerita diatas hanya satu cerita dari episode hidup yang telah dilalui tentang keinginan dan harapan dimasa lalu yang tidak bisa terwujud karena berbagai keterbatasan di masa lalu. Saat hampir semua bisa kuraih dengan tanganku sendiri.. Doa panjang pun terucap, semoga hanya ada kesyukuran dan terima kasih pada Yang Maha Memberi, bukan kesombongan yang dihadirkan dihati ini karena nikmat-Nya yang telah diberikan padaku. Semoga aku selalu menyadari bahwa yang terjadi dalam hidup ini adalah atas kuasa NYa, amiin..




.jpg)
.jpg)




