Safiamita
Boleh gak ya bilang gitu? life is so short
Tanpa disadari, umur bertambah, guratan wajah semakin jelas, maut pun pasti semakin dekat.
Betapa ingin setiap hari menjadi manusia yang menyenangkan, menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. tapi sepertinya baru sebatas cita, belum bisa terealisasi sepenuhnya dalam nyata.
masih banyak kendala-kendala yang menghambat cita-cita mulia itu, terutama ego diri..
Tapi gak boleh putus asa, harus terus berusaha sampai titik penghabisan, sampai Allah memanggil untuk kembali kepada-Nya.
Indahnya menjadi manusia yang keberadaannya dinanti dan ketiadaannya dirindukan.
Back to : Life is so short.
Masih inget nih, belajar berenang di sungai Musi yang airnya coklat dan keruh. Tapi dulu seneng2 aja tuh, hampir tiap sore mandi disungai ama temen2, tetap jadi rutinitas sampe bisa berenang walau seringnya harus sembunyi-sembunyi karena klo ketauan, bunda tercinta di rumah sudah siap dengan senjatanya ( sapu or rotan ). hihi.., nakal siihh... Tapi jadi masa kecil yang menyenangkan buat di kenang.
dan itu telah terlewati 18 tahun yang lalu.......
Rasanya baru kemarin juga pake seragam SMU, kejar-kejaran ama temen-temen yang jahil, main kartu di kelas pas jam kosong atau ngabur dari sekolah karena jam terakhir gak ada guru yg ngajar.Dengan lempar tas (dari jendela kelas di lantai 3) ke semak-semak, trus turun pura2 mau ke toilet, padahal abis itu ngacir melewati gerbang. hehe.. ternyata waktu SMU aja masih bandel juga ya? kok baru sadar sekarang?
Dan ternyata masa-masa itu sudah terjadi 10 tahun yang lalu...
Atau ketika baru masuk kerja, belum punya uang karena belum terima gaji, kemana-mana selalu ditanggung ama senior-senior yang udah duluan kerja. bisa jalan-jalan ke pantai, gratis. jalan-jalan ke jakarta, gratis. pulang kampung ke palembang juga gratis ( kok enak ya?? ) tapi emang gitu kok. Dan itu sudah terlewati 9 tahun yang lalu.
Satu hal lagi yang disadari, ternyata di kehidupan yang lalu, aku dikelilingi oleh orang-orang yang baik, yang sayang dan peduli. hehm, jadi kangen masa lalu...
Masa sekarang ini sudah saatnya berganti peran, menjadi seseorang yang menyayangi. Menyayangi anak-anaknya, suaminya tentu saja. (mereka juga sayang aku, pastinya ).
Menikmati peran menjadi ibu, yang perlahan tapi pasti harus mengurangi ego diri, menempatkan keluarga diatas kepentingan diri.
Mungkin nanti tanpa disadari tiba-tiba berubah peran menjadi teman untuk anak-anak yang akan beranjak remaja, lalu berubah peran menjadi nenek untuk cucu, lalu menjadi apa yaa? yang pasti, peran menjadi penghuni alam barzah, mudah-mudahan setelah itu kekal menjadi penghuni surga (bersama keluarga tercinta, aminn) Ngarep mode on :)
Safiamita
Ya Allah, susahnya me manage diri sendiri, terutama, hati, pikiran dan perasaan. Begitu inginnya menghilangkan perasaan bad mood ini karena berdampak pada semua, muka jadi cemberut, males menyapa orang lain, males kerja…. Berawal dari kejadian kemarin sore, dibentak oleh seorang teman kerja karena hal yang menurutku sangat sepele.
Duh, Jeleknya bersikap seperti itu, membuat orang lain tersinggung.. melukai hari orang lain dan masalahnya kali ini hatiku yang terluka. Yah, semoga bisa menjadikan orang lain sebagai cermin, smoga diri ini bisa lebih mawas diri, tidak melakukan hal yg serupa. Karena dampaknya sudah dirasakan.. kita menjadi penyebab bagi orang lain itulah yang harus diingat baik-baik, semoga…
Tapi kemudian tersadar juga, betapa sempitnya hati ini, karena masalah kecil sudah merasa sangat terluka… Ayo, bangkit. Jangan sampai kalah dengan perasaan sendiri, hiks…
Jadikan hatimu seluas samudera !
Selain hal ini, ada lagi yang tiba-tiba terlintas di pikiran.. seandainya suatu saat aku mengalami musibah atau masalah, adakah orang-orang yang bersedia membantu? Selama ini kalau menilai diri sendiri, rasanya sudah berusaha baik pada semua orang tapi entahlah kalau ternyata masih banyak kekurangan disana sini… namanya juga manusia, tidak ada yang sempurna.
Hanya bisa berusaha untuk mengoptimalkan apa yang ada pada diri dan selalu berusaha belajar untuk ikhlas.. Disaat kita mengalami kesusahan barulah terlihat mana yang benar-benar teman dan mana yang hanya sebatas topeng dalam berteman..
Duh, kok jadi gini yaaa…. Sudahlah.. hidup kan tidak selamanya senang, pasti ada duka nya juga lah. Hadapi saja, nanti juga berlalu seiring waktu.. semoga… amiin..
Safiamita

Bahagianya klo dua kakak beradik ini bisa rukun terus seperti yang terlihat di foto ini, gak seperti anjing dan kucing, berantem mulu tiap hari. Tapi klo salah satu gak ada, pasti saling mencari juga. Rumah selalu rame dengan tangisan, protes dan saling adu mengadu... "Kakak nakal.." atau.. " adek yang gangguin kakak".. hemh... dibela salah satu? yang satunya pasti nangis plus ngambek. tapi yah, mungkin klo gak gitu, rumahnya ntar jadi sepi kayak kuburan..

Selama ini sih, selalu berusaha untuk objektif, yang salah yang harus minta maaf dan mengakui kesalahannya.

Dinikmati aja kali ya, ntar klo udah pada gede kan jadi kenangan yang indah, yang lucu untuk dikenang. Nah, sekarang tambah dengan si bungsu yang masuk ke dalam arena peperangan. Tapi klo si bungsu ikut maen, kedua kakaknya jadi kompak... kompak buat musuhin si bungsu.. hihi.. beralasan juga sih, si bungsu sukanya gangguin. Misalnya klo lg pada mewarnai, crayon kakak2nya suka disabotase, di acak-acak atau buku mewarnainya ditarik-tarik. Kaaan, wajar lah ya, klo dimusuhin. ujung2nya saling teriak, yang bungsu juga membela diri dengan ikutan teriak "Aaaaaaaaaa....". Yah, selamat berperang deh, bundanya untuk sejenak menikmati peperangan itu sebelum ngacir menyelamatkan si bungsu, hehe..
Safiamita




kalo baca judulnya, sudah langsung ingatkah dengan serialnya? Aku dulu suka banget serial ini yang diputar di Indosiar. Mulai dari kisah hidupnya Jang Geum, kegigihannya, keikhlasannya, kisah cintanya sampai pada kecantikannya. Semua menarik. Tapi yang paling menarik adalah tentang kesungguhan dan keikhlasannya dalam melakukan semua pekerjaan. Keikhlasan yang sederhana tapi selalu menghasilkan sesuatu yang sangat besar, yaitu menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain, bahkan untuk negaranya.


Ada satu lagi yang masuk akal dalam cerita ini, yaitu sang tokoh tidak selamanya bahagia, atau tidak selamanya dibuat terlarut derita. Pasti dilaluinya secara bergantian, ada susah, ada senang. Itulah hidup yang nyata, Bukankah Tuhan pun telah berjanji " setelah ada kesusahan pasti ada kemudahan".


Kisah cintanya pun menarik, meski sudah bisa ditebak dari awal bahwa "jadinya" pasti dengan yang itu, tapi liku-liku kisah cinta yang mengundang haru dan senyum bahagia yang menyaksikan. Tentang kesetiaan, tentang pengorbanan.. hemh... jadi pingin nonton lagi..


Safiamita
Setiap kali berdiskusi dengan orang ini pasti mendapat pencerahan & pencerahan
walau kadang 'cerewetnya' sangat mengganggu
Betapa inginnya aku tinggalin aja pas dia lagi ngomong (yang aku gak suka mendengarnya)
tapi gak bisa, ntar bisa-bisa ngomelnya tambah panjang.
Banyak yang aku dapatkan dari orang ini, bahkan yang tak pernah terpikir sedikitpun sebelumnya
Orang yang sangat membanggakan, yang memenuhi setiap relung jiwa, yang menjadi teladan dan akhir-akhir ini berubah sedikit romantis dengan memanggilku "cantik", aku pun balik memanggilnya "cinta".
siapa dia? hemh.. rahasia.

Misal begini, ketika dia bilang via sms : "raihlah kunci surgamu bersama bidadari-bidadari kecilmu, yakinlah mereka kunci kebahagiaan".

Ada penjelasan banyak, dibalik satu kalimat tersebut. Dia begitu mengagungkan arti sebuah keluarga. Menurutnya, orang tua akan dikatakan sukses, berhasil bila mereka mampu menggantarkan anak-anaknya meraih kesuksesan mereka. Orang tua akan dikatakan gagal bila anak-anak mereka gagal, seberhasil apapun orang tuanya, tapi bila anak-anak mereka gagal maka gagal lah orang tua itu menjadi orang tua... Karena itu dia sangat mendorongku untuk selalu menjaga dan memelihara keluarga kecil ini agar bisa mengapai ridho-Nya, amiin..

" Tuhan itu Maha Pengasih, Tuhan hanya memberikan peringatan di dunia, bukan hukuman. Hukuman itu nanti akan diberikan di Akhirat.Bahkan musibah sekalipun, jangan anggap itu hukuman, itu hanya sebuah peringatan untuk kita".

Kalau pembicaraan kali ini berawal dari obrolan bahwa kenapa orang- orang (diluar islam) itu tidak mengkhawatirkan tentang kematian? mereka sepertinya sangat yakin akan masuk surga ?
Lalu dia menjawab, semua itu tergantung persepsi orang tentang Tuhan. Seperti apakah Tuhan itu? Maha penyayang kah? Maha pengampun kah? atau malah Maha penghukum? Orang-orang tersebut sangat yakin bahwa Tuhan mereka sangat pengasih maka karena itu mereka percaya bahwa Tuhan akan mengampuni segala dosa mereka, kalau Tuhan maha penyayang apakah bisa dia memasukkan umatnya ke dalam neraka? mungkin persepsi itu juga yang membuat mereka juga sangat kasih terhadap sesama... entahlah, tapi ini hal yang baru buatku. Persepsinya tentang Tuhan..

Hemh.. apa lagi ya? buat sementara itu dulu yang bisa aku tulis, smoga nanti akan lahir hal-hal yang baru lewat obrolan dan diskusi yang memakan waktu (bahkan mengkorupsi waktu untuk bermain dengan anak-anak) maaf yaa..
Safiamita

Mungkin karena sangat menyukai air jadi lumayan terobsesi dengan air. Dulu waktu masih di Metro (Lampung), melihat pemandangan hamparan sawah yang digenangi air aja (sebelum masa tanam ) senengnya minta ampun, betah banget duduk berlama-lama ditengah sawah sambil memandangi sawah yang berubah jadi empang (dalam persepsiku, hehe..) Indah banget liat air yang bergelombang karena diterpa angin dan berkilau memantulkan sinar matahari yang menyinarinya.

Nah, mimpinya berlanjut klo punya rumah sendiri, harus ada elemen airnya yang dalam hal ini diwakili dengan kolam ikan. rumahnya harus ada gemericik air dan ikan warna warni yang berenang didalam kolamnya. Alhamdulillah terwujud juga, walau hanya kolam kecil ukuran 2X1 Meter tapi cukup lah untuk mengobati rindu terhadap air dan menghilangkan kepenatan setelah beraktifitas seharian hanya dengan memandangnya.
Sekedar info, klo di Semarang jasa bikin kolam kayak gini sekitar 450-500 rb per meter persegi. Tapi ini kolam nya sederhana aja, klo mau ditambah variasi tebing atau aksesoris lain, harganya biasanya menyesuaikan. Datang aja ke pasar ikan hias atau ke tukang tanaman yang biasanya menerima jasa pembuatan taman, biasanya bisa juga bikin kolam ikan kayak gini. Skalian direncanakan dulu, mau pelihara ikan apa dikolamnya. Klo ikan koi, biasanya kolamnya harus agak dalam buat menetralisir panas matahari disiang hari. Klo kolamku bisanya diisi ama ikan nila merah aja yang terkenal kuat dikondisi apapun. Udah pernah coba piara koi tapi gak pernah berhasil, mati mulu. Mungkin memang karena kondisi kolam yang gak memungkinkan.
Buat ngebersihin lumutnya, kita bikin filter sederhana plus kolamnya dicemplungin ikan sapu-sapu. Lumayan membantu kok. Selamat mencoba ya !
Safiamita

Hari minggu kemarin, pas jalan-jalan ke Ada Swalayan banyumanik, di depannya ada acara sosial donor darah yang diadakan oleh PMI, mata sang suami udah berbinar-binar aja, sambil nyeletuk, : "udah lama nih, gak donor darah". Dan benarlah, istrinya masih sibuk belanja, dia udah nongkrong disitu, antri mau donor darah. Mungkin ini sudah kali keempat, dia mendonorkan darahnya. Perdananya adalah pas ada acara serupa di kantornya (surabaya). Mungkin untuk memulainya yang rada berat, secara, bayangan bahwa darahnya diambil pake ditusuk jarum se gede gitu, hiiyy...

Tapi kata suami sih, setelah donor darah malah merasa lebih segar dan nafsu makan bertambah. Makanya jadinya seperti ketagihan, klo ada kesempatan seperti itu pasti ngikut. selain memang niat utamanya untuk menolong orang-orang yang membutuhkan. Hemhh.. untuk yang satu ini, aku harus mengakui masih kalah dengan suami karena diriku masih belum berani untuk merelakan darahku diambil karena jarumnya, yang liatnya aja udah bikin 'ngilu'. Padahal waktu SMU dulu, ambil ekstrakulikuler PMR tapi tetap tidak bisa menambah keberanian untuk merelakan dirinya ditusuk oleh jarum segede gitu, hiiy...

Jadi ngiri deh, liat ibu-ibu yang ikutan antri buat donorin darahnya, InsyaAllah next time ya, sambil berusaha menaikkan tekanan darahnya juga, karena gak bakal lolos seleksi, karena tekanan darahku selalu rendah. Ayo semangat ! Untuk saat ini cukup diwakili oleh sang suami dulu. :)
Safiamita



Hari sabtu, tanggal 27 Juni 2009 Si Cimut genap berusia satu tahun. Alhamdulillah. Kayaknya baru aja dilahirin kok sekarang udah bisa lari sana sini ya, udah bisa berantem sama kakak-kakaknya. Smoga Dek Alya jadi anak yang sholihat, taat kepada Allah dan Rosul, berbakti kepada ayah bunda, dapat memberi manfaat bagi orang lain, berguna untuk agama, bangsa dan negara, amiin.. trus jangan lupa makan yang banyak ya dek, biar cepet gendut, cepet gede. dan smoga adek Alya bisa cepet bisa bicara, amiin. sekarang baru bisa, " baaa" , klo di ajak maen petak umpet.
Safiamita

Satu lagi novel karangan Tere-Liye yang selesai aku baca. Kali ini rasanya ceritanya dan alurnya lebih 'njelimet' di banding bidadari-bidadari surga. Rada berat bacanya dan hemh.. agak membosankan ketika membaca setengah buku, tapi setengah buku berikutnya baru lah terasa mengharu biru, bagian yang paling aku suka adalah bagian saat Ray mereguk kebahagiaan dunia bersama istrinya. Begitu sederhana, romantis, menyenangkan tapi mengharukan.

Ada beberapa yang aku pahami setelah membaca cerita ini :




  1. Hidup itu ternyata terlalu pendek untuk terus menyalahkan keadaan, menyalahkan orang lain, menyalahkan takdir bahkan menyalahkan Tuhan atas apa yang telah terjadi pada diri kita. Sebelum menyadari kesalahan kita sendiri ternyata baru disadari bahwa diri telah renta termakan usia dan kita tidak mendapat apa-apa dari itu semua.


  2. Sering kita menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada diri kita, tapi kita terlupa bahwa kita juga menjadi sebab bagi orang lain. Untuk yang satu ini, aku punya satu kisah nyata, tapi sepertinya rada 'njelimet' juga buat diceritakan, ya aku coba deh. 31 tahun yang lalu, ada seorang wanita muda yang baru menikah dan terpaksa tinggal sementara di rumah iparnya karena sang suami belum punya pekerjaan tetap. Sebelum menikah, dia sudah memiliki sebuah kalung & liontin yang sangat disukainya dan dibelinya dari jerih payahnya sendiri. Setelah menikah, kalung itu dipegang oleh sang suami. Tak berapa lama, dia menanyakannya kepada sang suami. Tenyata kalung itu dipinjam oleh iparnya yang punya rumah. Ketika si Wanita memintanya kembali, ternyata kalung itu sudah dijual oleh Iparnya dengan alasan sang suami berhutang padanya. Demi mendengar cerita itu, Si wanita seperti sudah tidak menginjak bumi lagi. dia marah, sedih bercampur kecewa, barang miliknya (tanpa pemberitahuan terlebih dahulu) telah dijual oleh orang lain. Dia merasa sangat terdzolimi.... lalu keluar rumah dan berdoa dengan mengangkat kedua tangannya, doanya sederhana " YA Allah, smoga Engkau memberiku rezeki lebih dari itu, dan aku tidak akan menumpang lagi dengannya tapi suatu saat dia yang akan menumpang padaku." Doa yang sederhana bukan? tapi keluar dari mulut orang yang sedang merasa terdzolimi. Doa itu terkabul 18 tahun kemudian. Iparnya kehilangan rumah yang ditempatinya, dan kemudian menumpang di (salah satu) rumah si Wanita karena saat itu si Wanita berhasil memiliki 2 rumah dari jerih payahnya sendiri. Si Wanita tidak akan melupakan peristiwa itu dan doanya yang telah terkabul, tapi si Ipar mungkin tidak akan pernah sadar tentang apa yang telah dia perbuat dan menyebabkan hidupnya jadi seperti itu. Entahlah, hanya Allah yang Maha Mengetahui segalanya. tapi menurutku, hikmahnya adalah sudah seharusnya berhati-hati dalam berbuat dan melangkah agar meminimalisasi orang lain tersakiti oleh kita baik karena kata atau perbuatan kita baik yang disengaja ataupun tidak disengaja (tidak kita sadari). Yaaaa... aku sendiri pun sering terlupa tentang itu.


  3. Lanjut tentang novel ini. Yang ketiga, ternyata masuk surga itu hanya perlu satu mimpi/keinginan (baik) yang sederhana tapi dimaknai dan dijalankan dengan segenap jiwa raga. Seperti mimpi sederhana istri Ray. Dia tak inginkan apa-apa dari suaminya hanya menginginkan sang suami ikhlas atas apa yang dia perbuat untuk sang suami kemudian suaminya menjadi Ridha atas dirinya. itu saja. Ridha sang suami itu pula ternyata yang mampu membawanya ke surga, smoga, amiin. ( NB : buat suami tercinta, klo baca tulisan bunda ini, jangan lupa ya, istrinya di ridhai dan diikhlaskan, bunda juga pingin masuk surga lho, ayahh :) )


  4. Tentang 5 pertanyaan yang ada di buku ini dan pasti sering juga terlintas dipikiran kita, yaitu : "Apakah itu cinta ? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan dalam hidup? apakah makna kehilangan?" heeemmhh... temukan jawabannya dengan membaca bukunya sendiri yaaa. Selamat membaca !
Safiamita


Adek Bila lahir di pagi kamis, 09 November 2006, di RSIA Sari Asih Ciledug. Waktu hamil adek, bunda masih kuliah di D III khusus (STAN) jadi si adek yang masih di dalam perut, dibawa ke kampus tiap hari. Smoga adek jadi anak yang pintar ya, kan udah bunda bawa kuliah terus.. (apa hubungan yaa? )
Hampir aja adek lahir di mobil pas perjalanan kerumah sakit, karena bunda udah pecah ketuban dirumah. Alhamdulillah masih nyampe Bed rumah sakit trus si Adek lahir dan ditungguin ayah, padahal ayah waktu itu dinasnya di Palangkaraya. (pasti udah janjian ama ayah ya, mau keluar dari perut bunda klo ayah nungguin, ya kaan? )
NAbila itu artinya dilahirkan untuk tujuan mulia, jadi nama adek itu artinya kurang lebih : Putri Mimar dan Taufik Yang dilahirkan untuk Tujuan Mulia, amiin..
Adek Bila itu ibarat obat penawar buat Bunda, setelah dua tahun sebelumnya menghadapi Kakak Mita yang aktifnya luarrr biasa, sekarang bunda dikasih anak yang kalem dan penurut. (tapi hanya bertahan di 1,5 th pertama, abis itu sama aja ama kakak, hehe..)
Yang lebih menyenangkan perkembangan motorik si adek cepat banget, udah bisa jalan diumurnya 10 bulan pas. Adek juga gak susah klo disuapin makan, minum susunya juga kenceng, jadi badannya gendut deh, tambah seneng liatnya.
Tapi.. menginjak usia 2 th, mulai deh, si gendut udah mulai susah diatur. Apalagi udah mulai jahil, jahil yang berbeda dengan si Kakak, trus udah bisa ngambek lagi.. Klo si adek bikin salah, jangankan dimarahin, dibilangin dikit aja udah langsung ngambek, lari ke kamar. Lucu juga ya, masa anak sekecil itu udah pake ngambek2 segala...( nurunin bakat siapa ya, bapak atau ibunya tuh? :) )
Ya itulah anak, beda anak, beda kelakuannya. Sekarang si Adek ceriwis bangets, apa aja ditanyain, udah bisa jawab, udah bisa protes. Duh.. Si Ayah yang suka disemprot ama si Adek Klo pas lagi naik mobil. Adek kan klo di mobil sukanya berdiri, klo pas si ayah nge rem mendadak pasti dia jatuh. Trus langsung bilang gini, " Ayah siih, adek jatuh deh. Setirnya dipegang, ayah. jangan dilepas2. " gerrr, kita cuma bisa ketawa, si bapak dimarahin ama anaknya. padahal udah dibilangin terus, "adek, duduk aja, jangan berdiri, ntar jatuh, lho...."
Atau suatu saat pas neneknya datang dari palembang, dia tiba-tiba tanya " nenek, merdeka itu artinya apa?" nah lho.. mau di jawab apa. Neneknya paling jawab, merdeka itu artinya bebas. Tau deh, si Adek ngerti or gak.
Tapi Si Adek termasuk anak yang rapi, klo pulang sekolah, sepatu dilepas sendiri, kaus kaki setelah dilepas, dimasukin ke sepatu, tas sekolah juga ditaruh ditempatnya.
Ada satu kebiasaan si adek yang suka bikin terharu. Klo orang tuanya mau pergi tanpa dia, atau dia yang mau pamit pergi ke sekolah, pasti dia salim dulu ( cium tangan), klo gak pasti dia ngambek. Abis itu minta cium pipi, udah jadi kebiasaan tiap hari sebelum bundanya berangkat kerja.
Buat Dek Bila, bunda sayaaang banget ama Adek. Makasih ya, sayang udah jadi anak yang sholihat selama ini (walau jahilnya gak ketulungan :) ) Luv U, sweetheart !
Safiamita
Pilihanku membeli novel ini jum'at kemarin ternyata gak salah. Ini opiniku yaa, setelah membaca novel yang judulnya Bidadari-Bidadari Surga buah karya Tere-Liye. Ceritanya bagus, membumi, menarik dan tidak membosankan. Biasanya diriku klo baca buku yang rada tebal sedikit, cepat bosan. Baca bagian awal trus langsung ke bagian akhir. Klo endingnya bagus, aku ulang baca dari awal tapi klo menurutku gak menarik, selamat tinggal deh. Nah, buku yang satu ini berhasil memaksa aku membacanya kata perkata, gak ada niat sama sekali untuk membaca endingnya, malah ada perasaan takut cerita ini akan berakhir karena alurnya menarik. Antara cerita masa kini lalu kembali ke masa lalu, begitu terus hingga akhir.
Novel ini berkisah tentang sebuah sebuah cinta yang sederhana dan penuh pengorbanan.
Pengorbanan seorang Laisa yang tidak sempurna secara fisik namun mampu menyempurnakan adik-adiknya menjadi sempurna seutuhnya sebagai manusia. Menurutku, dengan pengorbanannya itu pasti mampu membuat Laisa menjadi salah satu bidadari di Surga.
Biar gak penasaran, baca deh. Secepatnya yaaa..
Safiamita
Actually, I hate to tell about it, but I don't want him feel desperate..
Masih ada banyak orang-orang yang menyayangimu, dek..
Termasuk aku yang selalu berdoa agar dirimu dapat yang terbaik, Amiin..


Cerita ini bermula dari telepon ibunda tercinta dari palembang kemarin. Ada seorang adik (sepupu) yang sedang patah hati, katanya. Hemh, sedih rasanya mendengar itu, karena aku sangat memahami kondisinya.. karena itu, buatku bukan awal cerita, untukku cerita ini berawal dari kejadian yang terjadi kurang lebih 17 tahun yang lalu.
17 tahun yg lalu, ketika si adik masih berumur 5 tahun, biasanya sih pulang sekolah di jemput tapi entah kenapa hari itu dia pulang sendiri. Dia tinggal di salah satu daerah di Palembang yang merupakan jalan lintas antar kota. Jalan raya depan rumahnya sangat banyak dilalui truk-truk besar dan pada hari itulah musibah terjadi.. Si Adek terserempet truk puso. Alhamdulillah si Adek selamat, hanya sebelah kakinya yang kena serempet. Tapi setelah seminggu di rumah sakit, kaki itu tidak kunjung mengalami kesembuhan, malah cenderung membusuk sehingga akhirnya dokter mengambil keputusan untuk mengamputasi kakinya sebatas (bawah) dengkul.
Ya Allah... untuk anak usia 5 tahun? kakinya pun harus diambil, kami yang melihatnya miris sekali saat dia terbaring di ICU. walaupun tetap bersyukur bahwa kami masih bisa melihatnya panjang umur dan ada ditengah-tengah kami.
Waktu berlalu setelah kejadian itu, karena dia tinggal di daerah kecil (bukan kota besar) rasanya gak ada yang salah dengan perkembangannya. Mungkin teman-temannya pun mengerti keadaannya, gak ada yang mengejek dia pincang. Melihat dia dengan senangnya main sepak bola dengan kaki satu, ya Allah..
Si Adek pun kemudian terbiasa memakai kaki palsu, jadi tidak begitu terlihat bila kakinya tidak lengkap, walau tetap terlihat agak pincang. Aku pikir semua akan baik-baik saja, tapi ternyata tidak.
Beranjak dewasa, rasa mindernya mulai terlihat. Dia jadi lebih pendiam, begitu kumpul-kumpul keluarga, adik kecilku lebih suka menyendiri atau lebih suka pergi ke tempat lain..
sedih melihatnya begitu. Ingin sekali masuk ke dunianya tapi kami terpisah jarak dan waktu karena rumah kami berjauhan. Selepas SMU, dia dengan yakinnya memutuskan untuk kuliah di Jogja. Aku bangga, karena dia berani untuk memutuskan mandiri, jauh dari orang tua.
Tahun 2003, pernah mengunjunginya disana. Aku bertambah bahagia, karena dia juga tetap Shalih di tanah rantau, tidak melupakan sholat walau harus sholat sambil duduk, tidak berdiri. Tapi tetap saja perih hadir dihati, ketika melihat dia melepas kaki palsunya dan berjalan dengan satu kaki...
Ya, semua kan takdir Allah ya, ada hikmah dibalik semuanya. Dengan wajah tampan seperti itu, harusnya dia disukai oleh banyak wanita. Wajahnya setipe ama Ricky Harun (bener deh ! ) tapi mungkin ada rasa minder yang masih tersimpan disana sehingga aku gak pernah mendengar dia punya dekat dengan wanita.
Awal tahun ini malah denger dia mau nikah dengan anak Akbid yang magang dirumahnya ( karena si Tante kebetulan seorang bidan dan buka praktek dirumah). Seneng banget, walau katanya pacarnya itu gak cantik, tapi pasti ada kelebihan lain dari si perempuan yang buat adik kecilku tertarik. Tapi kenapa berita terakhir ini malah gak jadi ya? Si adek kecilku lagi sedih banget, jadi sering gak bisa tidur dan gak mau makan.. Duh...
Adek sayang, jangan putus asa ya, Allah pasti memberikan yang terbaik buat kita. Selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Pasti ada seorang wanita Sholihat yang menunggumu di ujung sana. tetap semangat yaa.
Safiamita
Rasulullah SAW bersabda :
“Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)


Ternyata tak cukup hanya dengan cantik, memilih seorang wanita untuk dijadikan seorang istri. Ini hanya cerita dari seorang teman, dia bercerita : ada seorang Bapak bercerai dengan istrinya karena (gosipnya) si Bapak berpaling pada wanita lain. Padahal si Ibu, cantik. mungkin (katanya) parasnya bisa dikelaskan sama dengan Widyawati (istri sophan sophian) yang masih terlihat menarik di usianya yang memasuki setengah abad. Tapi sepertinya alasannya bukan hanya itu, sang Istri nampaknya terlalu dominan dalam rumah tangga, dan mungkin si Bapak terusik harga dirinya. Padahal pengorbanannya untuk mendapatkan sang Istri sangat besar, bahkan rela berganti keyakinan.....
Itu hanya sekedar cerita yang mudah2an bisa di ambil hikmahnya. Dan ternyata tak cukup hanya cantik...
Tidak ada yang salah memilih wanita cantik sebagai pendamping hidup, bahkan itu juga adalah salah satu syarat yang disebutkan oleh Rosul kita.
Tapi hitungannya begini (klo ini pinjam istilah suami tercinta). Diibaratkan dengan angka, begini :

- Agama = 1
- Cantik = 0
- Keturunan = 0
- Harta = 0

Kalau seorang wanita punya agama yang baik, maka nilainya adalah 1.
Kalau dia juga cantik maka nilainya adalah 1 dan 0 jadinya 10.
Andai dia punya nilai tambah lagi karena berasal dari keturunan baik-baik, maka nilainya 10 dan 0 jadinya 100.
Ditambah lagi bila dia kaya, maka nilainya 1000
Begitu seterusnya, sesuai dengan kelebihan yang dia punya, tinggal tambahkan 0 dibelakangnya.
Tapi coba bayangkan, bila si wanita tak punya agama? berapakah nilainya?
Itulah ilustrasi yang diberikan oleh suami. dan ini tentu saja tidak berlaku untuk orang yang punya sudut pandang dan penilaian yang berbeda dengan kita yaaa... ( ini hanya sekedar pendapat kita saja tanpa berniat sedikitpun untuk membuat yang lain tersinggung). Aku jadi termenung, berapa ya nilaiku? Harapanku, Smoga aku masih mempunyai nilai walaupun hanya angka 1 karena dengan angka 1 itu, InsyaAllah aku bisa menggapai Ridho Allah dan Ridho suami juga, amiin..
Safiamita
Hari ini semua ibu-ibu di kantor makan siang diluar dalam rangka perpisahan dengan seorang ibu, rekan kerja yang akan memasuki masa purnabakti bulan Juli ini.
Biasanya sih gak ada kesan istimewa dengan acara-acara seperti ini, tapi yang tadi itu ada yang membuatku tertarik dengan pesan si Ibu buat kita yang masih bertugas. Ada 3 pesannya yang aku ingat :

1. Seorang wanita harus menjaga nama baiknya. karena kata si ibu, manusia mati kan meninggalkan nama, jadi jagalah nama itu baik-baik agar tertinggal kenangan yang baik.

2. Sebagai seorang wanita, kita harus bekerja semaksimal mungkin, tunjukkan kita dapat bekerja dengan baik dan harus diimbangi dengan perannya sebagai ibu dan istri dirumah. Semuanya diupayakan berjalan seiring sejalan.

3. Seorang wanita itu seharusnya tetap menjaga kecantikannya serta kesehatannya. Sehingga bisa selalu terlihat cantik, fresh dan menarik.

Aku pikir apa yang dipesankan ibu itu adalah filosofi hidupnya yang berusaha selalu diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Si ibu itu kan kerjanya di bidang administrasi, berkasnya selalu terlihat rapi, kerjanya teratur dan teliti. Dari penampilan, si Ibu terlihat cantik setiap hari dan selalu serasi antara pakaian, tas dan sepatu. Dia juga selalu menjaga berat badan dan kesehatan dengan mengatur makanannya. Gak heran, di usia 56 th pun si Ibu tetap terlihat cantik dan menarik untuk ukuran perempuan seusianya.

Banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari si Ibu. Smoga hal-hal positif itu bisa menular padaku yang masih suka berantakan (gak matching) dalam berpakaian atau yang masih menjadi pemakan semua (yang penting halal dan enak, heehe..) Intinya mungkin belajar untuk bisa mengendalikan diri seperti si Ibu serta membedakan antara keinginan dan kebutuhan (termasuk dalam hal makanan).

Selamat ya, bu. Smoga bisa menjalani masa purnabaktinya dengan penuh kebahagiaan, amiin. ( hiks... sedih juga liat si Ibu menitikkan airmata pas menyampaikan kesan dan pesan tadi).




Safiamita

ini dia, ikan lumba-lumbanya. ada dua ekor.
Related Posts with Thumbnails

Galeri