Safiamita



Jalan-jalan ke Solo, masa gak makan tengkleng ya? Diriku dan suami pingin nyobain tengkleng buatan asli solo rasanya kayak apa. Jadilah, diantar temen yang asli Solo ke tempat makan yang sederhana tapi lumayan rame, katanya disitu masakannya enak. Singkat cerita, sampailah disana. Tapi kata si penjual Tengkleng sesi 2 sudah habis, tengkleng sesi 3 sedang dimasak. kalau masih berminat, pesan dulu dan harus nunggu satu jam lagi. Weitss, satu jam ? ya, OK deh. sambil nunggu, kita ke serabi notosuman, tapi jawabannya sama, habiis juga.

Lanjut ke Tengkleng, satu jam kemudian kembalilah kita ke warung makannya. Dari hasil wawancara singkat sama si penjual, dia bisa menghabiskan 5 ekor kambing sehari untuk rumah makannya. Untuk membuat tengkleng katanya dia perlu 50 kg tulang kambing per hari, padahal katanya lagi, satu kambing itu tulangnya hanya sekitar 2.5 kg. Hemmh.. berarti berapa kambing ya, yang perlu 'dikorbankan' untuk membuat tengkleng setiap harinya di solo. Itu baru untuk satu penjual, di solo ada berapa rumah makan yang menyajikan menu yang sama?

Daripada bingung ngitung2, kita langsung santap ajah tengkeng dan sate yang telah tersaji di meja, manttaaph..
Safiamita
Baru kali ini yang beneran singgah di kota Solo, sebelumnya cuma lewat aja. Kunjungan kali ini dalam rangka menghadiri pernikahan temennya suami yang kebetulan diadakan di kota Solo. Ada beberapa pengalaman baru yang dialami ketika disana. Pertama, tamunya di pisah antara pria dan wanita. Sebenernya bukan pengalaman pertama sih, menghadiri pernikahan seperti ini. Tapi masalahnya jadi gak punya temen, karena gak ada yang dikenal diantara para tamu, jadilah sendirian diantara keramaian. hikss.. bosen banget..
Kedua, makanannya di suguhkan bukan dengan prasmanan atau dihidangkan. melainkan diedarkan secara bergantian oleh para pramusaji nya ke seluruh tamu. Pertama, cemilan, trus nyambung ke sop abis itu nasi, setelah itu puding, terakhir es krim.. Nah klo ini baru pertama ngalaminnya. Tanya punya tanya, kata temen yang asli solo, tradisi ini udah biasa di Solo. Aku pikir banyak positifnya juga. Pertama, Tamu gak perlu ngantri buat gambil makanan. Kedua, Porsi makanan yang diberikan sudah terukur sesuai porsinya jadi gak mubazir (klo ngambil sendiri (prasmanan) suka seenaknya, gak habis, ditinggal. Kan mubazir.. Ketiga, Pastinya menghemat anggaran katering sang mempelai, karena semua diatur oleh para pramusaji. gak pake Sistem Self assessment, hehe...
Kekurangannya, tentu aja buat tamu gak bisa nambah (klo masih merasa kurang) dan gak bisa milih juga apa yang mau dimakan.
Ya, gitu deh analisis sementaranya.
Ketiga, walimahannya bertempat di daerah Kartasura, Solo. Dari nama daerahnya aja udah langsung inget buku Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Mana yang nikahan berasal dari keluarga pesantren, mempelai perempuan namanya persis seperti nama adiknya Azzam. Hehe.. nyambung- nyambungin ceritanya rada maksa sih, mungkin karena suka banget ama KCB.
Keempat, Kagum sama mempelai perempuan, seorang Hafidzoh. Hapal 30 Juz Al Quran. SubhanAllah.. gimana caranya ya? ngapalin juz 30 aja gak kelar-kelar. Hemmh.. Klo diri sendiri kayaknya udah gak mungkin untuk menghapal 30 Juz Al Quran, tapi buah hati tercinta masih mungkin untuk menjadi Hafidzoh... Biarlah itu menjadi salah satu cita-cita mulia bunda untuk anak-anaknya, InsyaAllah we'll find the way to make the dream comes true, amiiin..
Safiamita
Efek samping dari membelikan anak-anak baju renang adalah harus mengajak mereka berenang ( hehe.. ya iya lah). Bulan lalu jalan-jalan ke Mall trus liat ada yang jual baju renang (anak) muslim, trus beli buat kakak mita & adek Bila. Hari sabtu nya mereka langsung ngajak berenang. Berhubung udah pada gak sabar mau nyobain baju renangnya jadilah berangkat ke kolam renang jam 1 siang...

Jam 1 siang berenang ? hehe.. jadinya serasa berenang di kolam renang sendiri, kolam nya sepi pengunjung, hemh.. siapa juga yang mau berenang jam segitu, panaaas.. kitanya aja yang terlalu bersemangat :)

Liat kolam penuh air gitu, rasanya memanggil-manggil untuk berenang. Tapi sayang harus pake baju renang, coba klo gak wajib pake baju renang udah langsung nyebur ke kolam dari kapan-kapan, hehe..

Jadi inget moment belajar berenang dulu, belajarnya di sungai musi yang airnya keruh dan coklat. tapi dulu waktu kecil, seneng-seneng aja tuh dan terbukti masih sehat dan segar bugar sampe sekarang. :)

Balik lagi ke anak-anak kecil yang lagi menikmati berenang di kolam renang. Mungkin karena udah lama gak masuk kolam renang jadi masih pada takut-takut buat main air, apalagi si adek, baru masuk ke kolam setengah jam aja isinya teriak-teriak takut. Ya, gak kayak emaknya dulu yang suka cita banget klo liat air.
Safiamita

Salah satu bedanya tinggal di Jawa dan Sumatera. Klo di Sumatera, gak penduduknya gak begitu antusias dengan hari-hari besar seperti ini. Ini berdasarkan pengalamanku yaaa, antara tinggal di Semarang dan Palembang. Klo di Jawa, peringatan hari kemerdekaan ini meriah banget, mulai dari umbul-umbulnya sampe dengan lomba-lombanya. Tanggal 26 Juli tadi, pertandingan antar RT di RW ku dimulai... Voli, tenis meja, sampe tenis.

Diawali dengan jalan santai se RW, trus senam aerobik bersama terus bagi-bagi door prize. sayangnya, kita se keluarga gak dapet hadiahnya, hiks.. Gak pa pa lah, ikut seneng-seneng aja dan RT ku yang paling kompak mulai dari baju seragam sampe jumlah kehadiran warga yang berpartisipasi.

Safiamita
Baru aja ada Bapak, temen kantor yang dapet berita bahwa istrinya 'berhasil' di pindah ke Palangkaraya. Berhasil ? Ya, bisa pindah dari manado ke palangkaraya (homebase nya) padahal suaminya ada di semarang. Karena katanya di Semarang formasi pegawai untuk instansi yang bersangkutan penuh. Bayangkan jarak dan waktu yang terentang dan harus dilewati oleh sepasang suami istri dan anak-anak mereka untuk dapat bersama....
Harus naik dua kali pesawat, transit jakarta dulu. Belum lagi waktu yang sangat terbatas dan biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan. Tapi demi tugas negara, semua harus dijalankan.
Kenapa jadi perhatian banget dengan si Bapak ya? hemh.. sebenarnya sih, lebih tepatnya perhatian pada nasib diri sendiri karena diriku juga merasakan hal yang sama, tapi masih jauh lebih beruntung dari si Bapak. Suami 'hanya' di surabaya sedangkan aku di Semarang. Tiap jum'at malam bisa pulang ke semarang dan minggu malam berangkat lagi ke surabaya. Anak-anak masih bisa bertemu bapaknya seminggu sekali, alhamdulillah..
Ini hanya protes 'orang kecil' yang tidak mengerti pertimbangan atasan, tapi menurutku apakah tidak sebaiknya istri bekerja dan ingin mengikuti suami yang pindah tugas ke daerah lain harusnya dipermudah. Bukankah seorang pekerja akan lebih tenang bekerja bila didampingi oleh istri dan anak-anaknya? setelah penat bekerja seharian, pulang ke rumah masih bisa berkumpul dengan keluarga dan melihat wajah polos anak-anak yang dapat menghilangkan lelah.
Tapi yaa.. kembali lagi pada pilihan hidup. Sebagai aparatur negara yang sudah teken kontrak bersedia ditempatkan dimana saja, gak punya hak untuk protes tentang ini. satu- satunya pilihan untuk dapat berkumpul bersama ya, resign from the job..
Tapi untuk banyak hal, pilihan ini masih belum bisa dijalankan dengan berbagai alasan dan pertimbangan, dan akhirnya hanya bisa menjalani hidup seperti sekarang.
Hidup terpisah dan berjauhan dengan orang yang disayang....
Jadi curhat ya ? GPP lah.. dengan ini menyadari bahwa banyak juga teman yang senasib.
Safiamita






Pertama kali kesana, menyempatkan diri pas jam istirahat kantor (kebetulan Kepala Kantor menghadiri Rapim di jakarta) jadilah kita jalan2. Pas masuk gerbang masjid trus liat arsitekturnya, serasa gak di semarang deh. Berasanya ada di bagian dunia manaaa, gitu..
Klo katanya, desainnya emang berkiblat ke mesjid2 di timur tengah.

kesan pertama : Terpesona !

Nah, minggu pagi kemarin pergi kesana lagi ama suami dan anak-anak. Wuih.. lebih menyenangkan lagi. Selain mengenalkan anak-anak pada rumah Tuhan, mereka juga bisa main dan lari-lari di pelataran masjid yang luas, SubhanAllah..

di sana dibangun juga tower yang bisa dinaikin (kayak monas) sampe 19 lantai. Lantai 1, ada loket untuk jual tiket naik ke atas ( Rp.5000/orang) dan penjual makanan kecil, lantai 2 & 3 museum islam, lantai 18 ada restoran, terakhir lantai 19 untuk melihat pemandangan kota semarang.
Safiamita
Sabtu kemarin jadi juga sowan ke PRPP. Klo dibandingkan tahun kemarin, untuk tahun ini sudah lebih baik. Terutama untuk wahana permainan anak-anak, ada flyng fox, bola air, biang lala, dll deh. Khusus untuk bola air, si kakak penasaran mau nyobain tapi ayah bunda nya 'ogah' nemenin, jadilah si Mbak yang nemenin maen..
Tiket bola airnya lumayan, Rp. 15.000/ orang.
kakak sih mau nya maen bianglala juga tapi berhubung antriannya puanjaang, gak usah aja deh yaa.










Sebelum ke PRPP, kita ke pantai dulu, menikmati senja di Marina. Ternyata bagus juga lho..

Anak-anak juga seneng bisa liat kepiting diantara bebatuan. Sayangnya gak ada hamparan pasir buat anak-anak maen, pantainya langsung air. Tapi tetep aja, liat air yang terbentang luas sejauh mata memandang selalu menyenangkan dan membuat tenang.
Safiamita
Mati.
Apa rasanya mati ?
Apa yang dijumpai setelah mati ?
Kapan mati akan menjemputku ?
Kenapa mati selalu meninggalkan luka ?

Kenapa harus bersedih ?
Kenapa harus takut ?
Bukankah mati adalah pintu gerbang ?
Gerbang untuk bertemu Rabb dan Rosul ?
Tidakkah perjumpaan dengan-Nya adalah kebahagiaan tertinggi ?

Namun, bagaimana kalau bekal ini belum cukup ?
Masih lebih berat timbangan keburukan daripada kebaikan ?
Masih dengan hati yang cinta dengan dunia ?
Masih belum bisa mencintai Dia seutuhnya?

Ya Rabb, panggillah hamba
saat Engkau meridhoi hamba sebagai Hamba-Mu,
saat hamba mendapat pengampunan-Mu
dan saat hamba telah sampai ke puncak kecintaan tertinggi kepada-Mu..
Amiinn..

Untuk saat ini, Ya Rabb..
Bantulah hamba untuk mengenal-Mu, mendekatkan diri pada-Mu
serta menggapai Ridho-Mu...
Amiiinnn.....
Safiamita
Yang baik menurut kita belum tentu baik menurut orang lain...
Selalu berikanlah yang terbaik, dinilai bagaimanapun, apapun
Yang menjadi masalah sebenarnya adalah bukan pada masalah itu sendiri
Tapi Respon kita terhadap masalah tersebut yang menjadi masalahnya
Yaaa.. bener juga sih, walaupun masalahnya itu hal yang negatif tapi klo dihadapi dengan positif, bisa jadi akan jadi positif atau paling tidak, tidak akan jadi seburuk yang kita bayangkan..
Pernah membaca sebuah cerita, ada seorang wanita diperkosa. Tapi tidak menjadikan dia meratapi nasibnya dan kalah pada hidup. Dia belajar bela diri lalu membuat perkumpulan dan mengajar ilmu bela diri pada wanita-wanita lainnya agar mereka mempunyai pertahanan diri dan tidak bernasib seperti dia.
Ya, untuk dapat bersikap seperti itu dibutuhkan jiwa yang besar, bukan jiwa yang kerdil.
Hemm.. bisa gak ya, jadi orang yang berjiwa besar dalam menghadapi hidup ???
Belajar dan terus belajar.......




Safiamita
Aku merindukannya, sungguh merindukannya
Melewati setiap detik bersamanya
Dengan tawa dan candanya yang selalu terbayang
Dia yang selalu tersimpan dihati
Yang menemani setiap langkah
Dengan doa dan harapannya
Dia yang memberikan satu cinta sederhana
Hanya mengenal kata memberi tanpa perlu meminta
Andaikan dapat selalu bersama
Tanpa terpisah jarak dan waktu
Agar selalu merasakan hangatnya kebersamaan
Semoga masa itu dapat segera dijelang
Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Yovie & The Nuno
Janji Suci

dengarkanlah wanita pujaanku
malam ini akan ku sampaikan
hasrat suci kepadamu dewiku
dengarkanlah kesungguhan ini
aku ingin mempersuntingmu
‘tuk yang pertama dan terakhir

jangan kau tolak dan buatku hancurku

takkan mengulang ’tuk meminta
satu keyakinan hatiku ini
akulah yang terbaik untukmu

dengarkanlah wanita impianku
malam ini akan ku sampaikan
janji suci satu untuk selamanya
dengarkanlah kesungguhan ini
akulah yang terbaik untukmu

Seseorang yang sangat berarti

menyanyikan lagu ini untukku
membuat tersanjung..
seseorang yang mengisi hati dengan cinta
Dan mengisi hari dengan bahagia
Safiamita
Ada si Ibu yang sedang memanggul barang ( di foto ini ). Hemh.. mungkinkah beban yang dipikulnya di punggung seberat beban yang dipikulnya di hati dalam menjalani hidup ? atau bahkan lebih berat ?


Hiduplah selalu dalam kesyukuran maka dunia pasti dalam genggaman..




Selama ini kesulitan hidup yang paling banyak mengundang simpati adalah kemiskinan. Melihat orang yang makan aja susah, sedih banget rasanya. Tapi berhubung lingkungan di kantor adalah para pekerja yang punya gaji bulanan, otomatis hampir pasti gak ada yang bermasalah dengan makan, (ya.. paling yang bermasalah dengan makan itu, ibu2 yang takut gemuk atau bapak2 yang sedang diet). Tapi bukan berarti bisa lepas dari semua masalah hidup yang selalu menghampiri.
Ini beberapa contohnya…
Ada seorang Ibu muda yang udah menjalani 3x operasi karena miom, bahkan katanya rahimnya harus diangkat sedangkan dia belum pernah merasakan hamil apalagi melahirkan.
Ada seorang ibu muda lagi yang suaminya meninggal lalu menjadi janda tanpa anak. Alhamdulillah sekarang sudah dipertemukan lagi dengan jodohnya oleh Allah SWT. Sebentar lagi si Ibu akan menikah untuk yang kedua kalinya.
Ada seorang ibu yang mulai kesulitan untuk mengontrol anaknya yang beranjak remaja, sudah mulai sibuk pacaran dan mulai tertutup dengan orang tua.
Ada lagi seorang ibu yang sangat mendambakan kehadiran seorang buah hati dalam usia pernikahannya yang menginjak tahun ke-6.
Masih banyak lagi kisah bapak-bapak atau ibu-ibu yang selalu berkutat dengan masalah.
Semuanya juga mengundang empati, aku selalu membayangkan bagaimana rasanya kalau cobaan-cobaan itu ditimpakan kepadaku? Sanggupkah menjalaninya? Entahlah.. tapi dari situ, jadi langsung bersyukur. Allah sudah sangat baik kepada ciptaan-Nya, karena semua cobaan yang diberikan itu pasti telah terukur dan tidak akan melebihi batas kemampuan umatnya. Setelah diberi kesusahan, pasti setelahnya diberi kemudahan, sehingga setelah ada tangis pasti dikaruniakan senyum.
Beruntung juga manusia dibekali dengan obat mujarab, yaitu ‘lupa’ sehingga dengan berlalunya waktu akan bisa meninggalkan hal-hal yang pahit, masa lalu yang suram kemudian berganti dengan mimpi tentang harapan dan kebahagiaan.
Hiduplah selalu dalam kesyukuran maka dunia pasti dalam genggaman..
Safiamita
Lumayan, akhir pekan ini bertambah libur sehari lagi karena tanggal merah jatuh di hari senin tanggal 20 Juli 2009 memperingati
Safiamita

Untuk Mata-mata yang mengerjap indah,


untuk pipi- pipi yang merekah,


untuk kaki-kaki yang belajar melangkah,


Anak-anakku, bunda mencintai kalian,


dan bunda mencintai kalian karena Allah.


QS ( 63 ; 9)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.



QS ( 64 ; 15)
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar.


Ketika ditanya pada Orang tua yang diamanahi anak yang kurang sempurna, apa yang mereka inginkan? pasti jawabnya sederhana, hanya ingin anaknya jadi seperti anak-anak normal lainnya

Ketika ditanya pada Orang tua yang diamanahi anak sempurna jasmani dan rohani, apa yang mereka inginkan? Apapun itu, selalu yang terbaik yang dicitakan untuk anak-anak tercinta...

Anak-anak adalah anugerah Tuhan untuk kita, orang tua. mereka bisa membuat tertawa, menangis, sedih dan bahagia orang tuanya. Anak-anak juga bisa membawa kita ke surga atau ke neraka. Dan Tuhan pun, telah mengingatkan bahwa anak-anak adalah juga cobaan untuk manusia sehingga harus selalu waspada, jangan sampai cinta kepada anak melebihi cinta kepada Allah SWT.

Aku kagum sekali dengan para orang tua yang diamanahi anak-anak istimewa, yang berbeda dengan anak kebanyakan tapi tetap dalam rasa syukur kepada Allah SWT, menjalani hidup dengan penuh cobaan tapi mampu melaluinya dengan kesabaran yang tanpa batas. Pasti pahalanya banyak sekali disisi Allah..

Aku sendiri tidak bisa membayangkan bila berada di posisi mereka...
Diamanahi 3 Putri yang sehat rohani dan jasmani saja kadang-kadang menghabiskan batas kesabaran dengan tingkah dan ulah mereka yang bermacam-macam.

Maaf ya, nak. Kalau selama ini bunda masih kurang sabar dalam menghadapi kalian

Maafkan juga kalau selama ini bunda belum maksimal dalam mengurus dan mendidik kalian

Maafkan juga atas keterbatasan waktu yang bunda punya untuk kebersamaan kita

Bunda janji, bunda akan terus berusaha untuk menjadi bunda yang terbaik untuk kalian

Bunda janji akan berusaha menjadikan kalian anak-anak yang taat kepada Allah dan Rosul-Nya

Kalian harus jadi manusia-manusia yang dapat memberi manfaat bagi orang lain.

Anak-anakku, bunda mencintai kalian, dan bunda mencintai kalian karena Allah.
Safiamita

ini kantor ku tersayang ketika hujan turun dengan deras membasahi bumi bagian semarang, tepatnya di dekat pasar Johar yang tersohor itu. Indah kan? seperti kantor ditepi sungai.. (Jadi inget sungai musi tercinta ).
Tapi sayangnya bukan sungai, jadi gak ada perahu untuk sampai ke kantor. Jadilah becak yang jadi alternatif untuk sampai ke kantor dengan melewati sungai dadakan ini...
Ada yang berminat pindah ke kantor ku?
Related Posts with Thumbnails

Galeri