Safiamita
Selesai nemenin suami sidang thesis nya sabtu kemarin, kita menyempatkan diri untuk menyeberangi SuraMadu. Kesannya apa ya?
mirip ama jembatan ampera nya palembang juga iya.. tapi lebih puanjaang...
sayangnya sekarang udah gak boleh berhneti di jembatannya.. jadi fotonya gak leluasa..
Akhirnya sudah menginjakkan kaki ke pulau garam. :)
Safiamita
By. kangen band


Hei pujaan hati
apa kabarmu...
kuharap kau baik-baik saja
pujaan hati andai kau tau
kusangat mencintai dirimu

hei pujaan hati
setiap malam aku berdoa kepada Sang Tuhan
berharap cintaku jadi kenyataan
agar ku tenang meniti kehidupan
hei pujaan hati, pujaan hati
pujaan hati, pujaan hati

mengapa kau tak membalas cintaku
mengapa engkau abaikan rasaku
ataukah mungkin hatimu membeku
hingga kau tak pernah pedulikan aku

cobalah mengerti keadaanku
dan cobalah pahami keinginanku
kuingin engkau menjadi milikku
lengkapi jalan cerita hidupku
Hei pujaan hati, pujaan hati
Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Penerimaan pajak secara nasional memang belum menggembirakan. Masih ada 3 bulan untuk berusaha agar penerimaan tercapai. Begitu juga di kantorku.. sampai dengan bulan september baru mencapai 60 % dari target...

Sedih deh...
aku di seksi pelayanan jadi emang gak berhubungan langsung dengan penerimaan.
Katanya sudah diwanti-wanti, bisa jadi grade THP akan diturunkan klo penerimaan gak tercapai...
Tapi bukan hanya itu yang dipikirkan..
Itu dampak yang hanya akan dirasakan oleh seseorang..
Tapi...
Klo penerimaan tidak tercapai, berarti negara ini kekurangan dana..
untuk pembangunan, untuk kesehatan masyarakat, untuk pendidikan anak-anak, untuk subsidi pupuk para petani..
Duh...
Apa Negara harus berhutang lagi? menambah beban rakyat?

Pinginnya selama masih ada waktu, ayo berusaha bersama...
mengamankan penerimaan negara.
Bukankah ini juga Jihad? Perjuangan di Jalan Allah?

Tapi aku sendiri juga bingung harus melakukan apa..
hanya bisa berdoa..
Aku juga ingin melakukan sesuatu...
sesuai dengan kapasitasku, posisiku...
Apa yang diamanahkan padaku..

Semangat !!!!!!!!!!!!
Safiamita
Rasanya apa yang terlintas mulai mengganggu
Ingin diungkap tapi tak siap dengan resiko yang membentang
Masih ragu tuk melangkah
benarkah apa yang akan dilakukan?
Apa dampaknya kalau kulakukan?
Niatnya memang baik
tapi kalau jalan yang ditempuh salah, bagaimana?
Bolehkah begini?
atau sebaiknya kulupakan saja?
tapi...
rasanya gak rela...
duh...
bingung...
Yah, mungkin akan kurelakan seiring dengan perjalanan waktu. Ternyata cukup dibatas terlintas saja
Safiamita

Andaikan bisa berbuat lebih banyak untuk orang lain
lewat pekerjaan ini, lewat amanah ini..
Selalu ingin berusaha berbuat dan memberikan yang terbaik
untuk keluarga, untuk teman, untuk tempat bekerja, untuk negara..
Smoga semangat ini tak pernah padam sampai akhir hayat, amiin..


Antusias banget mengikuti diklat motivasi kemarin, alhamdulillah materi dan cara menyajikannya menarik dan menyentuh..
Yang menyajikan materinya Bpk. Arif Alamsyah Nasution. Seorang dokter yang menjadi motivator.Setelah ikut diklatnya, menjadi lebih termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

Dia menyadarkan bahwa apa yang dilakukan dikantor manfaatnya tidak hanya sebatas apa yang terlihat dikasat mata.
Dengan kita bekerja giat untuk negara, penerimaan negara tercapai lalu akan membuat lebih banyak lagi orang-orang yang tidak mampu dapat ditolong lewat jamkesmas, akan bertambah anak-anak yang dapat sekolah dengan dana yang kita kumpulkan untuk negara.
Dan tentu saja itu bernilai ibadah di mata Tuhan.
Jadi terharu...

Ada beberapa kata-katanya yang aku buat aku terkesan dan ku catat kemarin :
1. Orang yang banyak mengeluh adalah orang yang paling banyak dikeluhkan
Hehe.. bener juga ya. Orang lain itu kadang tergantung bagaimana kitanya..
Klo kita berprasangka pada orang kadang itu juga yang dirasakan orang
terhadap kita. So. berpikir positif aja, dan kurangi mengeluh. Bisa gak ya??
2. Orang yang termotivasi adalah orang yang bersyukur
Klo ini setuju banget deh. Mari belajar untuk jadi orang yang bersyukur, setiap
bangun pagi, masih bernapas, bisa sholat, bisa melihat malaikat2 kecil yang
tersenyum dan bergelayut manja pada bundanya.. sementara ada teman, saudara yang
telah mendahului kita ke alam Barzah menanti hari pengadilan akhir..
3. Orang yang berpikiran positif pasti bisa berubah menjadi lebih baik dengan
didukung oleh emosi dan lingkungan yang baik
Senada yang selalu ditekankan sang suami pada diriku... Bilangnya gini : " yang
penting ada kemauan untuk berubah ke arah yang lebih baik dan selalu mau berpikir
positif. Klo hal itu untuk kebaikan kenapa tidak dilakukan?"
4. Musuh terbesar adalah kemalasan dan banyak alasan
Nah, klo ini berasa kena banget deh...
Gak dirumah, di kantor penyakit ini kerap menghampiri. Ayo semangat !!!
5. Ubahlah cara pandang terhadap hidup agar dapat menjadi bahagia
Klo ini kyknya udah pernah ditulis dulu.. sepakat deh!
6. Giving Law : Memiliki sesuatu lalu memberi sesuatu kemudian pasti akan
mendapatkan sesuatu
Nah klo yang ini berkaitan dengan hukum langit dan hukum sebab akibat. Tapi bener
sih.. mungkin manfaatnya tidak dirasakan secara langsung. Tapi mungkin saja,Allah
menghindarkan kita dari musibah karena doa pengemis yang kita beri uang seribu
rupiah tadi pagi ? who knows... itu rahasia langit.
7. Kinerja adalah kemampuan plus motivasi
Ada motivasi tapi tak ada kemampuan gak akan bisa maksimal dalam berbuat begitu
juga sebaliknya. Jadi emang harus balance antara kemampuan dan motivasi yang di
punya.

Smoga diklat motivasi kemarin dapat menyentuh hati ku dan hati semua rekan-rekan yang mengikuti serta dapat menambah semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik serta lebih bersemangat dalam bekerja dalam mengamankan penerimaan negara karena tidak ada yang namanya 'produk thank you', tidak ada perbuatan yang sia-sia.. Pasti semua ada nilainya di hadapan Tuhan.
Safiamita
Pada siapa cinta itu harusnya jatuh..
Pada siapa rindu itu bersauh..
Tanyalah pada jiwa yang mencari..
Agar tak salah pilih..
Agar tak salah menambatkan hati
Karena tiap jiwa pasti merindu-Nya
Selalu mengarah kepada-Nya
dan pasti kembali kepada-Nya
Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Aku berusaha, cinta..
Aku berusaha melakukan apa yang kau mau
aku berusaha menjauhi apa yang kau larang
aku berusaha patuh
aku berusaha mengikuti
aku berusaha menjadi sebaik2 perhiasan dunia
aku berusaha melawan ego diri aku berusaha menyenangkan hati, menyejukkan pandangan agar kau tak berpaling
aku berusaha terbaik untuk menjaga cinta ini
dan tak kan menyerah
karena hanya ini yang aku punya
hanya ini yang kudamba, ridhomu, ikhlasmu atas diriku
dan dengan itu aku akan kembali
kembali ke pangkuan rabb ku
dan berharap Dia juga akan meridhoi aku, amiin..
Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Sisi Lain Pak Boed yang Saya Kenal
Oleh Faisal Basri - 14 Mei 2009 - Dibaca 3069 Kali -

Saya pertama kali mengenal Pak Boed pada akhir 1970-an lewat buku-bukunya yang enak dibaca, ringkas, dan padat. Pada akhir 1970-an. Kalau tak salah, judul-judul bukunya selalu dialawali dengan kata ”sinopsis,” ada Sinopsis Makroekonomi, Sinopsis Mikroekonomi, Sinopsis Ekonomi Moneter, dan Sinopsis Ekonomi Internasional. Kita mendapatkan saripati ilmu ekonomi dari buku-bukunya yang mudah dicerna.

Pada suatu kesempatan, Pak Boed mengutarakan pada saya niatnya untuk merevisi buku-bukunya itu. Mungkin ia berniat untuk menulis lebih serius sehingga bisa menghasilkan buku teks yang lebih utuh. Kala itu saya menangkap keinginan kuat Pak Boed untuk kembali ke kampus dan menyisihkan waktu lebih banyak menulis buku. Karena itu, ia tak lagi berminat untuk kembali masuk ke pemerintahan setelah masa tugasnya selesai sebagai Menteri Keuangan di bawah pemerintihan Ibu Megawati.

Pak Boed dan Pak Djatun (Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Menko Perekonomian) bekerja keras memulihkan stabilitas ekonomi yang “gonjang-ganjing” di bawah pemerintahan Gus Dur. Hasilnya cukup mengesankan. Pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan terus menerus. Di tengah hingar bingar masa kampanye seperti dewasa ini, Ibu Mega ditinggalkan oleh wapresnya, dua menko, dan seorang menteri (Agum Gumelar). Ternyata perekonomian tak mengalami gangguan berarti. Kedua ekonom senior ini bekerja keras mengawal perekonomian. Hasilnya cukup menakjubkan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2004 mencapai 6,65 persen, tertinggi sejak krisis hingga sekarang.

Selama dua tahun pertama pemerintahan SBY-JK, perekonomian Indonesia mengalami kemunduran. Tatkala muncul gelagat Pak SBY hendak merombak kabinet, sejumlah kawan mengajak Pak Boed bertemu. Niat para kolega ini adalah membujuk Pak Boed agar mau kembali masuk ke pemerintahan seandainya Pak SBY memintanya. Agar lebih afdhol, kolega-kolega saya ini juga mengajak Ibu Boed. Mungkin di benak mereka, Ibu bisa turut luluh dengan pengharapan mereka. Akhirnya, Pak Boed menduduki jabatan Menko Perekonomian. Mungkin sahabat-sahabat saya itu masih terngiang-ngiang sinyal penolakan Pak Boed dengan selalu mengatakan bahwa ia sudah cukup tua dan sekarang giliran yang muda-muda untuk tampil. Memang, Pak Boed selalu memilih ekonom muda untuk mendampinginya: Mas Anggito, Bung Ikhsan, Bung Chatib Basri, Mas Bambang Susantono, dan banyak lagi. Semua mereka lebih atau jauh lebih muda dari saya.

Interaksi langsung terjadi ketika Pak Boed menjadi salah seorang anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN). Saya ketika itu anggota Tim Asistensi Ekonomi Presiden (anggota lainnya adalah Pak Widjojo Nitisastro, Pak Alim Markus, dan Ibu Sri Mulyani Indrawati). Ibu Sri Mulyani memiliki jabatan rangkap (jadi bukan sekarang saja), selain sebagai anggota Tim Asistensi juga menjadi sekretaris DEN. Pak BOed tak pernah mau menonjolkan diri, walau ia sempat jadi menteri pada masa transisi.

Sikap rendah hati itulah yang paling membekas pada saya. Lebih banyak mendengar ketimbang bicara. Kalau ditanya yang “nyerempet-nyerempet ,” jawabannya cuma dengan tersenyum. Saya tak pernah dengar Pak Boed menjelek-jelekkan orang lain, bahkan sekedar mengkritik sekalipun.

Tak berarti bahwa Pak Boed tidak tegas. Seorang sahabat yang membantunya di kantor Menko Perekonomian bercerita pada saya ketegasan Pak Boed ketika hendak memutuskan nasib proyek monorel di Jakarta yang sampai sekarang terkatung-katung. Suatu waktu menjelang lebaran, Pak Boed dan sejumlah staf serta, kalau tak salah, Menteri Keuangan dipanggil Wapres. Sebelum meluncur bertemu Wapres, Pak Boed wanti-wanti kepada seluruh stafnya agar kukuh pada pendirian berdasarkan hasil kajian yang mereka telah buat. Pak Boed sempat bertanya kepada jajarannya, kira-kira begini: “Tak ada yang konflik kepentingan, kan? Ayo kita jalan, Bismillah … Keesokan harinya, saya membaca di media massa bahwa sekeluarnya dari ruang pertemuan dengan Wapres, semua mereka berwajah “cemberut” tanpa komentar satu kata pun kepada wartawan.

Adalah Pak Boed pula yang memulai tradisi tak memberikan “amplop” kalau berurusan dengan DPR. Tentang ini, saya dengar sendiri perintahnya kepada Mas Anggito.

Ada dua lagi, setidaknya, pengalaman langsung saya berjumpa dengan Pak Boed. Pertama, satu pesawat dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Pak Boed masih Menteri Keuangan. Berbeda dengan pejabat pada umumnya, Pak Boed dijemput oleh Ibu. Dari kejauhan saya melihat Ibu menyetir sendiri mobil tua mereka.

Kedua, saya dan isteri sekali waktu bertemu Pak Boed dan Ibu di Supermarket dekat kediaman kami. Dengan santai, Pak Boed mendorong keranjang belanja. Rasanya, hampir semua orang di sana tak sadar bahwa si pendorong keranjang itu adalah seorang Menko.

Banyak lagi cerita lain yang saya dapatkan dari berbagai kalangan. Kemarin di bandara Soekarno Hatta setidaknya dua orang (pramugara dan staf ruang tunggu) bercerita pada saya pengalaman mengesankan mereka ketika bertemu Pak Boed. Seperti kebanyakan yang lain, kesan paling mendalam keduanya adalah sikap rendah hati dan kesederhanaannya.

Dua hari lalu saya dapat cerita lain dari pensiunan pejabat tinggi BI. Ia mengalami sendiri bagaimana Pak Boed memangkas berbagai fasilitas yang memang terkesan serba “wah.” Dengan tak banyak cingcong, ia mencoret banyak item di senarai fasilitas. Kalau tak salah, Pak Boed juga menolak mobil dinas baru BI sesuai standar yang berlaku sebelumnya. Entah apa yang terjadi, jangan-jangan mobil para deputi dan deputi senior lebh mewah dari mobil dinas gubernur.

Kalau mau tahu rumah pribadi Pak Boed di Jakarta, datang saja ke kawasan Mampang Prapatan, dekat Hotel Citra II. Kebetulan kantor kami, Pergerakan Indonesia, persis berbelakangan dengan rumah Pak Boed. Rumah itu tergolong sederhana. Bung Ikhsan pernah bercerita pada saya, ia menyaksikan sendiri kursi di rumah itu sudah banyak yang bolong dan lusuh.

Bagaimana sosok seperti itu dituduh sebagai antek-antek IMF, simbol Neoliberalisme yang bakal merugikan bangsa, dan segala tuduhan miring lainnya. Lain kesempatan kita bahas tentang sikap dan falsafah ekonomi Pak Boed. Kali ini saya hanya sanggup bercerita sisi lain dari sosok Pak Boed yang kian terasa langka di negeri ini.

Maju terus Pak Boed. Doa kami senantiasa menyertai kiprah Pak Boed ke depan, bagi kemajuan Bangsa
Safiamita
Terucap untaian doa
Terucap rangkaian asa
saat cinta memenuhi relung jiwa
dengan suka cita bertanya
bilakah smua akan menjadi nyata
bukankah dengan cinta smua jadi indah?
Tidakkah karena kasih jadi saling peduli?
Namun hanya cinta sejati yang mampu meneduhkan jiwa
cinta semu hanya memberi gundah
fatamorgana yang membuat kecewa
dan tak pernah bisa menyejukkan jiwa yang dahaga
Tapi tetap saja ada yang masuk jebakan kesemuan
karna smua seakan terlihat indah
Hanya cinta sejati yang nyata
Adalah cinta pada-Nya
dan cinta yang mendapat ridho-Nya
Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Kadang pakaian putih terlihat kusam klo ud sering dipakai atau nyucinya dg air yg kurang jernih. Nah, setelah searching2 di internet.. Ketemulah jalan keluarnya.. Pakaian kusamnya direndam ama air yg ud dicampur ama asam sitrat atau citrun acid. InsyaAllah, pakaiannya jadi cling lg. Ud dipraktekkan sendiri kok.. Belinya? Di supermarket ada banyak, dibagian makanan krn asam sitrat biasanya dipake sbg pengasam makanan spt es buah or coctail. Met nyoba ya !
Label: 3 komentar | | edit post
Safiamita
Ternyata tak mudah menjadi seorang pemimpin...
Apalagi menjadi pemimpin yang dihormati, yang kehadirannya dirindukan oleh yang dipimpinnya.


Banyak yang mendambakan pimpinan yang peduli pada bawahan. Mulai dari care pada kerjaan sampai ke sosialisasi yang simpel, misalkan menjawab sapaan bawahan saat berpapasan atau lebih keren lagi klo bisa mengingat nama setiap bawahan yang di pimpin.

Ada juga yang menginginkan Pimpinan yang bisa memberikan solusi bila ada masalah yang dihadapi bawahan, yang bertanggung jawab pula atas bawahan, siap membela bawahan bila ada masalah yang dihadapi selama itu adalah masalah kantor.

Pimpinan yang terbuka atas saran dan kritik bawahan, bertanggung jawab, punya integritas tinggi terhadap pekerjaan, profesional serta mampu menempatkan diri sesuai kedudukannya.

Susah ya, jadi pemimpin yang baik ?
Makanya Kagum sama orang yang mampu menjadi seorang pemimpin yang baik walau pasti ada kekurangannya. toh, tidak ada manusia yang sempurna kan? dan tidak mungkin juga dapat memenuhi keinginan setiap orang. Tapi paling tidak, kriteria umum tentang seorang pemimpin yang ideal telah dipenuhi.
Indikatornya ? buatku gampang. Ketika pimpinan nya tidak ada, banyak yang merindukan kehadirannya dan ketika sudah tidak bekerja sama lagi, tetap meninggalkan kenangan yang baik di hati bawahannya.

Telah Menjadi Bintang di Hati Banyak Orang.


Doaku selalu teriring untukmu, cinta..
Smoga slalu bisa menjadi pemimpin yang baik..
Setidaknya untukku dan keluarga kecil kita..
Untuk menuju Ridho Allah..
Amiin..
Safiamita
Karena sekarang berada di seksi pelayanan, mau nya berbuat yang terbaik untuk pelayanan :)

kemarin udah bikin motto pelayanan kantor : Dengan CINTA ( cepat, inovatif, transparan, akuntabel ) kami melayani anda.
Nah, berhubungan dengan cepat dan inovatif, idenya gini..
Gimana klo setiap WP yg datang dibatasi hanya boleh melapor sebanyak 5 SPT untuk setiap nomor antrian, jadi bisa terukur berapa lama waktu untuk melayani satu orang WP. Untuk WP yg membawa SPT lebih dari lima buah, silahkan mengambil nomor antrian lebih dari satu. Tentang inovatif, gimana klo menggunakan alat untuk mengukur lamanya pelayanan buat satu orang WP ?Pake jam pasir yang bisa dibolak balik itu lho... ( dulu pernah liat di Counter salah satu fast food yang menerapkannya) Misal waktu yg diperlukan adalah 5 menit, klo pas melayani lebih dr 5 menit maka WP berhak atas hadiah ( misal, stiker pajak, pulpen pajak atau gantungan kunci pajak) kan bisa sebagai ajang promosi pajak juga ya. hemh.. apalagi ya? idenya segitu dulu deh, ntar klo ada lg menyusul aja.
Safiamita
Kali ini diputuskan untuk membuat label khusus tentang kematian.

Satu lagi kematian yang menghampiri...
Hari lebaran kedua yang lalu mendapat kabar duka bahwa ada teman kantor yang meninggal dunia..
Inna Lilllahi Wa inna Ilaihi Rojiuun..
Semua berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya juga..
hanya masalah waktu saja...

Si Ibu meninggal dunia itu sakit gagal ginjal sejak 10 tahun lalu. Gak tau banyak sih tentang si Ibu, karena orangnya emang agak pendiam. Paling klo papasan dia tanya " udah sholat blm?" trus dijawab, "udah, bu."

Gak kebayang setiap minggu harus masuk rumah sakit buat cuci darah selama 10 tahun..
Tapi mungkin keinginan untuk tetap bertahan hidup yang kuat membuat dia tabah menjalani semuanya.
Hari ini kita udah masuk kantor, pas salam-salaman tadi, hanya membatin, "gak ketemu lagi sama si Ibu. Padahal minggu lalu masih ada bersama kita di kantor."

Smoga Allah menerima beliau disisi-Nya, mengampuni semua dosa2nya dan menerima semua amal ibadahnya, amiin...

Sampai ketemu disana, bu..
Safiamita






Klo lebaran tiba, si kakak pasti udah gak sabar mau ke rumah eyang nya di jogja karena seneng, disana pasti rame. sepupu-sepupunya pada berdatangan dari segala penjuru tanah jawa, hehe.. berlebihan ya? Ada yang dari nganjuk, dari purwokerto ama dari Cikampek.
Yang diatas itu, Foto para sepupu yang bersidang di tengah malam, jam setengah 12 malam ( ckckck.. kecil-kecil udah pada begadang ).
Foto satunya itu pas sedang menghadiri Trah keluarga trus pada foto disawah dengan latar kereta api yang sedang lewat. hemh...anak-anak kota, pada seneeeng banget bisa maen kesawah, liat bebek, liat sapi, trus liat kereta...

Safiamita






Kali ini si kecil juga dibela-belain boleh mandi di Pantai sama kakak-kakaknya. Si cimut seneng banget maen air sama pasir... malah sudah sempet mencicipi rasanya segala, hehe.. gpp ya, dek. sehat selalu ! Klo liat wajah bahagianya, pasti gak tega deh, mau ngelarang si adek maen air. Asal gak lama-lama aja, soalnya takut masuk angin. Alhamdulillah, sampe sekarang sehat-sehat aja.
Related Posts with Thumbnails

Galeri