Safiamita

Ketika kuberikan pertanyaan padanya, ada banyak jawaban dari nya yang singkat tapi langsung mengena ke hati..

Berikut adalah beberapa contohnya...

Pertama, Ketika aku menanyakan kerisauanku akan  menjadi tua dan tidak menarik lagi baginya...

Dia menjawab, " tenang aja, Nduk.. klo kamu tua, aku pasti sudah jadi lebih tua." 

Hmh... iya juga ya.. kita memang selisih umur 10 tahun.. Ternyata ketika aku menjadi tua nanti tetap akan ada yang umurnya lebih tua daripada aku, hehe.... 

Baiklah, aku terima jawabanmu dengan senang hati. :) 

Kedua, Ketika aku bercerita tentang perawatan kecantikan yang dilakukan oleh teman2 kantor lalu ku tanya apa perlu aku melakukannya juga? 

Jawabnya, "Boleh, tapi apa gak bisa perawatan sendiri dirumah aja? Hasilnya mungkin akan lebih alami. selain itu aku tidak begitu memperhatikan fisik tapi lebih pada perilaku( akhlak) mu.." 

Huhu.. kena telak kitaaaa... iya juga. Kenapa begitu perhatian pada penampilan fisik tapi ruhiyahnya terlupakan ? 

Baiklah, aku juga terima jawabanmu...

Lalu ketika aku mengeluhkan semua hal baik yang kulakukan, tapi tidak dianggap oleh orang lain lalu menjadikan aku kesal akan itu,

Jawabnya, " Mengeluh itu manusiawi. tapi.. cobalah untuk mengikhlaskan, karena aku takut semua kebaikan yang kamu lakukan lalu disebut2 lagi akan jadi sia2 karena sepertinya kita tidak ikhlas melakukannya.."

Hiks.. aku kena lagi... 

kenapa juga ya harus mengharap pamrih dari manusia, berharap mereka membalas kebaikan kita? Padahal cukup hanya karena Allah saja kita melakukan semuanya... 

Baiklah, Yang... aku terima semuanya.

Terima kasih yaa...

Tetaplah begitu, jangan pernah bosan tuk ingatkan aku saat aku keliru.. :)

Safiamita
Ternyata comfort zone sebagai ahli rekam hanya bertahan selama 7 bulan.. 
Sekarang harus mulai menyadari klo zona nyamannya sudah tak mungkin lagi dinikmati...
Mungkin memang ini yang harus dialami untuk pendewasaan diri, biar tambah pinter, biar tambah banyak tau, biar tambah kurus juga karena harus mondar mandir lagi untuk memenuhi panggilan yang membutuhkan bantuan :)
OK lah, kita harus siap hadapi tantangan. 
Tantangan untuk pekerjaan yang tidak populer dan tidak pernah disebut.
Mungkin memang sudah saatnya untuk berganti masa. Dari masa gaptek ke masa mengerti komputer.  gak tanggung2, harus mengerti dari software sampe hardware nya juga... 
Semangat !! ^_^
Safiamita

Tulisan ini dibikin di pinggir jalan, sambil nungguin bannya di tambal..
Setelah setahun lebih bisa bawa mobil, ini pertama kalinya mengalami pecah ban. Penyebabnya sih karena salahnya sendiri, masa batu segede gitu, ud ditaruh dipinggir jalan juga teteup ku tabrak..
Mungkin karena bawaan panik dalam rangka mengejar absen pagi..
Walhasil sekalian telat deh ! gak hanya telat 2 atau 3 menit, tapi sepertinya akan telat 2-3 jam..

Pas liat tukang tambal ban  nya datang, serasa melihat malaikat penolong, hehe.. 
Saking senengnya. Karena si Bapak punya kemampuan untuk membantu kesulitan yang sedang kita alami.. Trus pas dia menggunakan katrol/dongkrak buat ngangkat mobilnya, jadi salut deh sama sang penemu dongkrak, pengungkit sederhana itu bisa bantu kita buat ngangkat mobil yang beratnya berkali lipat dari berat dongraknya sendiri.. 
Karena ban luarnya pecah, akhirnya si bapak memutuskan buat nambahin ban dalam aja soalnya ban serepnya sudah susah buat diambil dari bagasi.
Sudah berkarat saking lamanya gak di pake.
Hmh... Padahal ban mobilnya kan tubeless.. aku gak ngerti deh.
Ya, baiklah Pak..  saya manut aja, yang penting mobilnya bisa jalan dan dibawa ke rumah..

Nah, klo udah gini rasanya males banget buat berangkat kerja lagi, tiwas telat.. tapi.. teringat janji mau nyelesain perekaman hari ini.. biar besok bisa dibawa ke kelurahan.
Huhuhu..., yaaa... mari kuatkan tekad agar selalu siap menerima tantangan.
Tetap semangat ! hiks...
Safiamita

Kenapa ya, akhir2 ini jadi mulai meragukan kemampuan diri sendiri....

Jadi galau dan bingung dengan semuanya....

Mungkin memang harus memandang segala sesuatunya dengan lebih tenang

Mulai dijalani satu persatu apa yang bisa dikerjakan.

Perlahan, menjawab semua tanya yang ada di kepala...

Dan memang harus punya keyakinan

Bahwa semua pasti bisa dilalui dengan baik.

Smoga ini hanya karena masa transisi aja..

Smoga segera berlalu

Dan bisa berjalan dengan baik kembali...

Amiin...

Safiamita

Andaikan bisa menyulap diri jadi punya talenta untuk ber multitasking ria..

Jadi ngiri mode on dengan hape masa kini yang rata2 sudah bisa multi tasking.. Bisa dipake internetan sambil dengerin musik.. atau bisa teteup ber sms ria walau sedang dipake buat telpon... Sayangnya kita bukanlah sebuah hape yang bisa multitasking.. hiks...

Jadinya harus belajar dari awal satu persatu, harus fokus, harus teteup semangat, gak boleh nyerah, gak boleh putus asa.. smoga nanti akan jadi ahli dan terbiasa, bisa menguasai semua agar bisa mengatasi segala kebingungan ini.. Smoga dimudahkan dan smoga kegalauan ini segera berlalu, Amiin....

Safiamita
Hari ini, anak anak d3 yang magang di kantor penempatan. Ada yg dapat di Ketapang, ada yang di Ende, ada yg di Meulaboh, bahkan ada yang harus merantau sampai manokwari..
Yah, mungkin memang harus dijalani...
Jadi teringat 10 tahun yang lalu, oktober 2000.. Kita juga mengalami penempatan pertama walau karena hanya lulusan Prodip 1 Palembang, jadi penempatannya hanya sebatas kanwil Sumbagsel, di kisaran seputar wilayah Palembang, Lampung, Jambi sampai Bangka Bengkulu. 12 dari 38 orang dapat penempatan di Metro Lampung.. 
Ketika itu aja rasanya sudah sangat bingung, gimana nanti disana, tinggal dimana, mau makan apa. Tapi akhirnya tetup harus berangkat jua, dengan uang seadanya..
Ibarat burung, itulah saatnya kita keluar dari sarang mencoba hidup mandiri di kehidupan nyata yang sebenarnya, jauh dari orang tua.
Tanggal 23 oktober pertama kali bekerja, masuk kantor.
Sehari itu rasanya setahun.. apalagi Metro kota kecil, kalah jauh klo di banding Palembang. Kantornya aja dikelilingi sama hamparan sawah, klo di Palembang mana nemu lagi sawah. Klo malam hiburannya suara jangkrik, krik.. krik...
Tapi lama2 juga jadi biasa. Karena memang harus dijalani dan dinikmati. Dapat teman baru, keluarga baru. Alhamdulillah pada kompak2 disana... mungkin karena sama2 merasa senabib seperjuangan sebagai perantau.
Jadi untuk adik2 yang baru penempatan, selamat berjuang, dimanapun kita, tergantung bagaimana kita menyikapinya.. siapkan diri sebaik2nya karena semua ini memang harus dijalani. Untuk awalnya, pasti ada kegalauan, kebingungan dan tanda tanya, bagaimana nanti disana, gimana lingkungan kerjanya, orang2nya...
Tapi dengan waktu, kita pasti bisa bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan. jangan pernah putus berdoa agar selalu dekat dengan Nya dan diberikan yang terbaik..
Tetap semangat ya, karena ini juga adalah konsekuensi dari pilihan hidup yang telah kita pilih sendiri.
Safiamita

Ternyata tak setegar yang dibayangkan...

Masih ada rasa sedih terselip dihati

Saat teman2 baik akan beranjak pergi

Baru merasakan betapa berharganya kebersamaan yang terjalin selama ini...

Selamat jalan, Teman...

Smoga kita dapat dipertemukan suatu saat nanti

Tentu saja dalam keadaan yang lebih baik lagi..

Smoga persahabatan, pertemanan dan persaudaraan akan abadi dan tak lekang dihapus oleh jarak dan waktu...

Keep In Touch yaa... ^_^


Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita




Alhamdulillah, masih diberi umur panjang, masih bisa bernapas sampai detik ini...Smoga dengan sisa umur yang ada, masih mampu berjuang untuk beribadah dan menggapai ridho Allah SWT, amiin...

Hari Rabu Tanggal 17 November 2010 kemarin kita tepat berusia 29 tahun. Wah, tahun depan udah kepala 3 ya????

Hehe.... sudah tua klo begitu. Kyknya baru aja ultah ke 19 ternyata tiba2 sudah 10 tahun berlalu dan mencapai angka 29.

Banyak teman yang mengucapkan selamat serta doa lewat facebook. Alhamdulillah, masih ada yang berkenan untuk mendoakan. Smoga yang terbaik diberikan untuk kita semua, amiin..

Kemarin juga bertepatan dengan hari raya Idul Adha. 

Skalian aja, anak2  diajak jalan2 dan makan di kampung laut. Mereka seneng banget disana sama kayak emaknya yang juga betah disana karena bisa melihat air dimana2. Klo mereka sukanya karena disana ada arena main anak juga walau kecil. Ada ayunan, becak mini, dll.

Si kakak mahir banget mengayuh becak mini nya ^_^


Safiamita

Menjadi iri adalah karena melihat orang lain dianugerahi kelebihan yang tidak di punyai oleh Diri sendiri...

Menjadi sombong adalah karena merasa memiliki kelebihan yang tidak di punyai oleh orang lain....

Mana yang lebih baik?

Atau mana yang lebih buruk?

Menurutku keduanya sama saja..

Karena sama2 bermuara pada penyakit hati...

Semakin berumur, semakin banyak yang telah dihadapi, semakin banyak yang telah ditemui sehingga semakin mengerti hidup ini akan dibawa kemana dan akan berakhir dimana. Kadang tak habis pikir kenapa ya ada orang yang sangat membenci seseorang padahal mungkin orang yang dibenci itu sendiri tidak menyadari bahwa dia dibenci. Sehingga hidupnya akan tetap baik2 saja. Tapi hidup sang pembenci, akan penuh kegelisahan, prasangka buruk dan semakin dipenuhi kedengkian. Yang rugi akhirnya dia sendiri karena tidak bisa menjalani dan menikmati hidup dengan tenang, padahal orang lain yang dibenci tidak apa2, tidak kurang suatu apapun karena dia membencinya. 

Ada juga yang sangat mencintai orang lain sampai akhirnya menderita sendiri, padahal orang yang dicintai mungkin sama sekali tidak peduli... Misal, mencintai/ nge fans pada seorang publik figur. Padahal, Orang nya kenal aja nggak dengan kita... Klo yang di tiru adalah hal2 positif dan menjadikan kita lebih baik, mungkin OK2 sajalah. Tapi ketika yang ditiru kemudian adalah hal2 yang negatifnya, maka tidak akan membawa kebaikan apapun pada hidup sendiri....

Lalu... menurutku...

Tipis sekali selisih antara benci dan cinta. Ada yang saling mencinta lalu tiba2 saling membenci seperti musuh, dan akhirnya bercerai..

Ada juga yang saling membenci lalu tiba2 saling jatuh cinta...

Tapi hidup tidak hanya sebatas itu kan? Ada banyak hal lain yang bisa kita lakukan agar bisa jadi lebih baik dan lebih bermanfaat dalam hidup yang cuma sebentar ini..

Sekarang jika ditanya apa yang menjadi cita2 ?

Jawabnya adalah hanya ingin menjadi orang baik...

Karena ternyata menjadi orang baik itu sulit...

Menjadi orang yang berpikir positif itu susah...

Mencoba mengerti orang lain pun bukan hal yang mudah..

Mengapa dia melakukan ini... mengapa dia begitu... 

Terkadang kerapuhan hati membuat diri jadi lemah.

Tapi tetap harus mencoba bertahan dengan segala rintangan yang menghalangi

Karena hidup ini adalah perjuangan...

 

Safiamita

Tiba saatnya Tim Solid ini harus berpisah. 4 dari 6 personilnya harus meninggalkan seksi PDI. Dua harus pindah ke kantor lain, 2 orang lagi tetap di tengah 2 tapi pindah seksi.

Ya.... Walau harus berpisah, seperti kata Kasi nya kita, kita harus melepas dengan senang dan bangga karena semua itu pasti adalah yang terbaik. Temen2 pun selama di PDI sudah bekerja yang baik, juga dapat penempatan yang tidak jauh dari Semarang.

Mungkin akan sulit untuk membentuk tim solid seperti ini lagi, dimana suasana kerja sudah ideal, saling membantu dalam bekerja. Benar2 bekerja sebagai sebuah tim. Hiks... teteup aja sedih, aku ditinggal sendirian. Eh, berdua ding, ama Pak Teguh yang tahun depan juga akan memasuki masa pensiun. Begitu kita tanya, "Kenapa teganya kalian ninggalin aku sendiri... buat sementara kerjaan 4 orang ditumpuk2..." Mereka malah jawab, " Sebenernya yang salah itu bukan kita, mbak. Salahnya adalah, kenapa mbak Mimar gak ikut kita pindah?" Hah??? Gubrak!  Hehe... kita sih mungkin belum saatnya pindah. :)

Safiamita

Kompak nih bertiga pake baju handuk hadiah dari susu formula si Adek dan mbak Bila. Karena beli susu nya banyak, jadi kebagian semua deh baju handuknya yang lucu2. Si Adek yang warna oranye, warna favorit Bunda, Mbak Bila dapet warna kuning trus si Kakak pilih yang warna pink. Ntar klo abis berenang, di pake yaa...Klo ini baru coba2 dulu, baju handuknya yang didapat. :)

Safiamita

Apa yang bisa dipelajari dari sebuah perpisahan?

Kemarin sore, SK mutasi keluar lagi. Kali ini masih harus bersyukur karena namaku belum masuk roda perputaran mutasi, alhamdulillah... Bukannya tidak mau untuk memberi kontribusi lebih atau tidak ingin menjadi lebih baik dalam bekerja, hanya berpikir bahwa ini memang belum saatnya. Alhamdulillah, doanya dikabulkan.

Untuk perpisahan kali ini ada beberapa teman yang harus dikirim ke demak dan kudus. Teman yang biasanya suka ngobrol bareng, suka jalan atau makan bareng sama kita2. Rasa kehilangan? pasti ada. Tapi mungkin karena mutasi sudah merupakan sebuah rutinitas di kantor, jadi sudah terbiasa dengan perpisahan. 

Aku pikir sudah merupakan suatu kewajaran klo ketika berpisah merasa kehilangan atau sedih sebagai sebuah reaksi spontan. Tapi setelah itu, karena waktu pasti akan terbiasa lalu menjadi survive dengan sendirinya. Yang akan selalu hidup adalah persahabatan yang tidak mengenal jarak dan waktu, moment2 yang telah dialami bersama pasti akan menjadi sesuatu indah untuk dikenang. 

Selamat buat teman2 yang diangkat menjadi AR dan teman2 pelaksana yang dimutasi ke homebasenya. Bukankah itu yang diharapkan? Bisa tiap hari berkumpul dengan keluarga tercinta, gak lagi jadi PJKA (pulang jum'at kembali ahad). Smoga di tempat yang baru bisa bekerja lebih baik, lebih semangat dan lebih bermanfaat, amiin...


Safiamita


Tanggal 9 November kemarin, Mbak Nabila tepat berusia 4 tahun. Tapi tiup lilinnya jadi rada telat gara2 Bundanya terjebak banjir. Tahun ini ultahnya si Adek cukup dirumah aja ya. Sebagai tanda syukur kepada Allah sudah diberi umur panjang, Kmrn si Mbak bagi2 jajan sama temen2 nya di deket rumah, gak pake rame2. Alhamdulillah masih diberi umur panjang.

Selamat hari lahir ya, sayang. Smoga Mbak Nabila tambah pinter, tambah mandiri, tambah sholihat dan sehat selalu, amiiin....

Luv U,  sweatheart ! ^_^ 

Safiamita
Pemandangan yang bisa dinikmati di depan kantor

Sampe malem masih terjebak di banjir...

Setelah beberapa minggu lalu, hanya sekedar mendengar cerita dari temen tentang banjir gede di Jakarta, kemarin kita yang mengalami nya sendiri se pulang dari kantor. Banjirnya karena hujan deras yang turun di Semarang. Walau masih tetep bersyukur gak separah Jakarta. Tapi untuk di daerah Mangkang, sampe menelan korban jiwa....

Ikut berduka cita atas itu semua....

Kemarin kita hanya kesulitan untuk keluar dari kantor karena tinggi airnya sepaha orang dewasa. Akhirnya nekad menerobos pake motor, sampe di seberang jalan malah gak bisa nyala. Biasanya masih bisa nyala, kejadian seperti ini udah 3x dialami, tapi untuk kali ini motornya malah mogok. Masih bersyukur karena ada temen senasib klo gak, bingunglah sendirian dengan motor mogok yang gak tau harus ku apain. Akhirnya motornya dititipin trus kita bertiga naik angkot, sampe simpang lima turun trus naik taksi sampe rumah, tepat di beberapa menit sebelum azan isya'. Alhamdulillah masih sempet sholat maghrib.

Ya, sekedar pengalaman dijalanin aja. Mungkin memang harus begitu. 


Safiamita


Hari ini berkesempatan mencicipi gudeg Bu Tini yang ada di Johar. Sebenernya kurang begitu suka sama yang manis2, secara gudeg kan rasanya manis. Tapi karena Sang Suami asalnya dari jogja dan suka sama gudeg, jadi lah kita ikut2 an suka. 

Nah, tadi itu pas ngerasain nasi gudegnya, ternyata enak lho... Pengunjungnya juga lumayan rame. Yang juga mengindikasikan klo gudeg nya lumayan laris adalah jumlah pegawainya, untuk warung makan yang gak permanen seperti itu, pegawainya ada sekitar 7-8 orang. Dan semua terlihat sibuk melayani.

Bagi yang sempat berkunjung jalan2 ke Johar, siapa tau sempet mampir ke gudeg ini

Selamat mencoba :) 

Related Posts with Thumbnails

Galeri