Safiamita
Kau mainkan untukku
Sebuah lagu
Tentang negeri diawan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kaubawa Aku menuju kesana

Ketika menumpang di burung besi tadi pagi, kita melewati kumpulan awan putih... Indah sekali. Pinginnya di foto tapi apa daya, hape nya mati jadi gak bisa ambil foto. Trus jadi ingat lagunya Katon, Negeri Diawan. Melihat awan putih yang berarak, jadi berandai2 bila negeri diatas awan benar2 ada. Mungkin benar2 ada kedamaian disana. Jauh dari hiruk pikuk dan kebisingan dunia. Seandainya bisa terbang jauh kesana, bisa bermain diantara awan, atau beristirahat sejenak disana, asyik kali ya... :)
Tapi mungkin awan putih yang indah itu memang diciptakan hanya untuk dipandang tidak untuk disentuh, agar keindahannya tetap terjaga. Mungkin juga memang hanya untuk dilihat bukan untuk dimiliki agar keindahannya abadi.
Bukankah menyukai pun tidak harus memiliki? ^_^
Safiamita
Hari ini berasa sekali sebagai orang ndeso, hehe...
Mulai dari bingung naik lift yang mana, bingung masuk ruangan sampe gak bisa buka pintu karena ternyata harus pake card. ^_^
Ya, secara kita memang bukan berada dikotanya sendiri, bukan berada dikantornya sendiri. Jadi harap maklum klo ada banyak hal yang tidak kita mengerti karena tidak terbiasa dengan kondisi tersebut.
Oh ya, ketemu dengan orang2 yang berpenampilan antik juga lho.. Jadilah, merasa bersyukur tidak tinggal dikota besar yang tidak ramah ini. Mensyukuri masih bisa tinggal di kampung, masih merasakan kekeluargaan, keramahan dan gampang untuk meminta bantuan pada tetangga, pada teman, dll.
Kota ini cukup buat jalan2 aja, bukan buat tempat tinggal. Trus, terakhir, daripada nyasar klo naik angkutan umum yang jurusannya ke berbagai arah, akhirnya mutusin untuk naik taksi aja biar rada aman.. Eh, teteup aja karena sok pinter, salah tempat turun nya... Jadi ngerepotin suami buat jemput, hehe.. maaf ya yang... Maklum wong ndeso :)



Safiamita
Mungkin ini hanya sekedar intermezzo aja, dan smoga bisa jadi pembelajaran juga untukku..
Ada seorang rekan yang sudah lama tidak bertemu lalu sekalinya ketemu, menceritakan hal yang aku gak sreg. Konteks pertama, masih biasa, tanya keluarga, anak dan suami. lalu konteks percakapan berikutnya yang aku gak suka.. dia mulai membicarakan kekurangan pasangannya.... entah kenapa bisa meluncur dari mulutnya, hal seperti itu. Padahal, kita bukan teman akrab, dan aku bukanlah orang yang berkompeten untuk dia curhati ttg kekurangan pasangannya, klo dia sedang ingin mencari solusi atas masalahnya. Tapi bukankah suami istri itu adalah pakaian bagi yang lain dan harus saling menutupi? Klo dengan cerita itu hanya ingin mencari simpati.. hmh.. sama sekali aku tidak bersimpati.. Klo dia menceritakan tentang kebaikan, pasti aku akan mendengarkan dengan antusias.
OK lah, positif thinking aja, mungkin dia lagi butuh teman sharing untuk masalahnya. Tapi.. teteup aku gak suka dan aku juga gak bisa ngasih solusi selain berkata bahwa kekurangan itu adalah takdir yang harus dia hadapi dan harus dia sikapi secara dewasa.
Bukankah wanita itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok? bila diluruskan secara kasar, maka ia akan patah tapi klo dibiarkan dia akan tetap bengkok. karena itu luruskanlah dengan pengertian, kesabaran dan kasih sayang yang berlimpah..
Safiamita
kali ini karena tugas, harus ninggalin lagi 3 kurcaci cilik dirumah. untungnya hanya 3 hari... andai boleh memilih, pinginnya gak usah ninggalin si kecil2.. tapi yaa... karena sudah tanggung jawab, jadi harus dijalankan. apalagi bulan depan, harus ninggalin si kecil2 selama 3 minggu karena harus ikut diklat. membayangkannya aja udah sedih. biasa tiap hari bareng, denger celotehannya mereka atau merasakan sambutan mereka didepan rumah pas pulang kerja.. jadi ngebayangin, gimana ibu2 yang karena kondisi dan keadaan harus pisah dengan anak2 nya ya? dulu pernah pas jalan2 ke malang, si bungsu sempat hilang di jatim park karena lalai mengawasinya.. sekitar 10 menit, masih belum ketemu juga. ya allah, rasanya udah mati rasa, cuma bisa nangis, ngebayangin yang enggak2.. takut diculik, takut gak bisa ketemu lagi... alhamdulillah, ternyata dia jalannya gak jauh dari kita, hanya beda arah aja. hmh.. berjanji pada diri sendiri, gak akan pernah terjadi hal seperti itu lagi. cukup jadi pengalaman sekali seumur hidup aja. klo harapan untuk besok, semoga si kecil2 yang ditinggal dirumah bisa baik2 aja dan tetap bisa ceria serta bahagia, amiin.. ya, baiklah.. mari kita packing dulu buat besok.. smoga smua nya berjalan lancar dan urusannya bisa segera selesai tanpa ada halangan yang berarti.
Safiamita

Sudah dua hari menghadapi banjir, klo besok kejadian lagi, kita bisa dapet payung cantik nih!!!

Kemarin padahal hujan derasnya cuma dari jam 4 subuh aja tapi sudah mampu membuat johar dan sekitarnya banjir. Kemarin kita pagi2 lewat jalan majapahit karena mau ngantar si Kakak sekolah tapi baru sampe perempatan Supriyadi sudah macet total. Akhirnya putar balik lewat Jl. Supriyadi aja. Sampe perempatan Tlogosari, macet lagi di lampu merah. Begitu juga di lampu merah berikutnya, di perempatan Gajah dan Pattimura sama aja, macet semua. Di Citarum malah kita harus menghadapi banjir, trus sampe deket kantor, banjir juga. Akhirnya nyeberang pake Becak. Mobil di parkir sementara di depan bank Jateng, si Kakak ditinggal dulu di mobil demi mengejar absen. Alhamdulillah gak telat, setelah absen baru nganter kakak ke sekolahnya. Walhasil, si Kakak yang telat sekolahnya. karena harusnya jam 7 udah harus masuk kelas. Alhamdulillah gurunya maklum karena sebelumnya kita juga udah ngabarin dulu, setelah kakak malah ada lagi 2 temennya yang telat dari wilayah yang sama dengan kita ( Semarang Timur ).

Akhirnya, kemarin semua bisa berakhir dengan baik....

Nah, hari ini...

Dari semalam udah hujan terus tanpa berhenti.. Sudah terbayang kondisi kantor hari ini....

Gambar diatas itu diambil secara live saat kita menumpang becak, pas nyeberang tadi.

Hiks.... kapaaan yaaa... kantor ini gak kebanjiran lagi?  

Hopelesss mode on :(

Safiamita

Salahkah bila aku menginginkan yang terbaik untuknya?

Dia layak untuk mendapat yang terbaik.

Bisa jadi apa yang akan dia dapatkan sekarang adalah sesuatu yang baik, tapi menurutku masih bukan yang terbaik. Rasanya hati ini belum rela untuk melepasnya, masih mengkhawatirkannya... 

Ya Allah, Dia adalah salah seorang dari Makhluk-Mu yang terdekat dalam hidupku, Berilah dia kemudahan-Mu, pertolongan-Mu dan petunjuk-Mu...

Apabila menurut-Mu semua ini adalah yang terbaik untuknya dari-Mu, maka ajarilah aku untuk mengikhlaskan semuanya dan belajar menerima keadaan ini.

Namun bila tidak, semoga semua bisa berakhir dengan baik dan berikan lah dia yang lebih baik dari semua ini, Ya Allah....

Amiin.....

Safiamita

Ya Allah...

Aku sudah tak ingin lagi memendam rasa benci

Aku sudah tak ingin lagi memelihara rasa dengki

Aku pun tak ingin lagi hidup dalam prasangka

Terutama pada-Mu, pada makhluk-Mu, 

dan pada apa pun yang terjadi dalam Hidupku.

Aku ingin hidup dalam bahagia

Aku ingin hidup dalam keluasan hati

Aku ingin hidup dalam rasa syukur

dan selalu berpikir positif

Terutama pada-Mu, pada makhluk-Mu, 

dan pada apa pun yang terjadi dalam Hidupku.

Karena dengan itu semua,

hati ini pasti akan tenang

dan mampu menjalani semua dengan lapang

Bantulah hamba, Ya Allah.... 

amiin.... 

Safiamita

Kemarin kita makan siang rame2 lagi. Senang bisa berkumpul di kampung laut lagi :)

Alhamdulillah, bisa berkumpul lagi ditengah kesibukan masing-masing. Ternyata kebersamaan itu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Wah, kok gak ada foto pas makan2 nya ya? hehe... makanannya udah keburu habis semua pas mau difoto. ^_^

Safiamita

Bisakah belajar menjadi tidak peduli pada banyak hal ?

Karena terkadang, ketika peduli jadinya seringnya malah merepotkan diri sendiri

Tapi untuk  menjadi tidak peduli juga ternyata tidak mudah, karena harus berhadapan dengan hati sendiri... 

Rasanya susah untuk tidak peduli...

Terkadang jadi bingung sendiri harus gimana?

Hiks... gak enak klo harus mikir sendiri tentang semua ini.

What should I do?

....................

Safiamita
Kemarin kita sempet cari2 di mbah google tentang informasi cara mendaftar haji di Semarang tapi tak satu pun informasi yang didapat. Ada juga pengalaman dari temen2 di berbagai daerah tapi kok syaratnya beda- beda ya? jadi tambah bingung....

Trus dapet no telp info haji semarang dari seorang temen, di 024 7624531. Pas kita telp kesana juga jawabannya gak memuaskan tentang syarat-syaratnya... jawabannya masih nggantung dan teteup disuruh langsung datang ke Depag nya langsung. Jl. Untung Suropati No.5 Semarang, No Telp nya (024) 7625715, (024) 7625714.

Akhirnya kita kesana juga. Ternyata mendaftar haji itu sangat gampang dan simpel. Kita cukup bawa tabungan haji yang dana nya sudah cukup untuk syarat mendapatkan nomor porsi, yaitu Rp. 25.000.000 mulai tahun 2010 Sama bawa KTP asli. Trus datang ke Depag, mengisi formulir pendaftaran, sidik jari dan foto langsung disana. Untuk foto langsung disana kita dikenakan biaya Rp. 65.000/ orang. Setelah semua selesai, kita kembali lagi ke Bank dimana tabungan kita terdaftar. Klo kita kemarin di Muamalat. Setelah dari Depag kita langsung ke Muamalat yang di jalan siliwangi. Disana uang kita akan di debet ke rekening Menteri Agama lalu kita langsung dapat nomor porsi haji. Setelah itu, kita kembali lagi ke Depag untuk menyerahkan nomor porsi tersebut beserta satu lembar  fotokopi (lembar pertama no porsinya) dan fotokopi KTP sebanyak 10 lembar. Setelah itu selesai, tinggal menunggu kapan berangkatnya. 

Untuk syarat2 lain seperti surat keterangan dari kelurahan atau surat keterangan kesehatan dari puskesmas, akan diminta ketika kita akan berangkat nanti. Jadi masih lamaaaa... kita InsyaAllah dapat giliran berangkat di tahun 2016. Masih panjang umur gak yaa?
Ya, berdoa aja smoga panjang umur dan diberi kemudahan untuk sampai kesana, amiin...

Yang agak merepotkan adalah orang yang mau berangkat harus datang ke Depag langsung, gak bisa diwakilkan karena perlu diambil sidik jari dan fotonya langsung disana. Jadinya suami kemarin harus cuti dulu buat ngurus semuanya. 

Safiamita

Awal tahun ini diawali dengan beberapa berita duka. Di hari pertama, dikabari klo ada seorang temen kuliah (dulu) sedang di opname di RS karena sakit. Jadilah kita sama temen2 yang lain janjian nengok ke Kariadi. Sebenernya rada trauma juga harus menginjakkan kaki ke kariadi lagi... terakhir ke Kariadi juga nengok temen yang sakit dan diakhiri dengan berita duka. Smoga kali ini diakhiri dengan berita kesembuhan. Setiap menjenguk orang sakit, separah apapun pasti tetap mendoakan kesembuhan untuknya, smoga si sakit masih diberi umur panjang dan diangkat semua penyakitnya dan diberikan yang terbaik, amiin...

Klo pas nengok orang sakit jadi bersyukur banget masih diberi nikmat sehat. Masih bisa berperan sebagai orang yang menjenguk, bukan di jenguk... 

Hari kedua di 2011 diisi dengan melayat ke rumah tetangga yang orang tuanya meninggal dunia. Ditambah dengan berita duka dari Jakarta, ada seorang Kasi yang dulu di kantor kita meninggal dunia karena sakit. Beberapa hari yang lalu dapat kabar klo Beliau sedang kritis di RSI Jakarta karena stroke dan ditutup dengan berita meninggal nya Beliau. Smoga semua amal ibadahnya diterima, diampuni segala dosa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT, amiin....

Kita memang berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya... Hanya menunggu giliran aja, waiting list untuk dipanggil kembali. Smoga bisa mengumpulkan bekal sebanyak2 nya sebelum tiba waktunya, amiin...

Dengan bertambahnya tahun berarti berarti berkurang pula umur setahun. Smoga masih bisa memanfaatkan sisa umur ini dengan sebaik-baiknya, amiin...


Safiamita



Alhamdulillah, di injury time, penerimaan kantor kita bisa sampe 100 %. Hari ini kita mengadakan tasyakuran tercapainya penerimaan sebagai wujud rasa syukur dan penghargaan pada teman-teman semua yang telah bekerja keras agar penerimaan kantor kita tercapai. Acara ditandai dengan potong tumpeng oleh Kepala Kantor lalu acara persembahan dari tiap seksi dan lanjut ke makan siang bersama.

Alhamdulillah, tahun ini bisa tercapai lagi, walau hanya KPP terkecil se Semarang, smoga tercapainya penerimaan ini bisa bermanfaat untuk membangun Negara dan menjadikan Bangsa ini jadi lebih baik lagi, amiin...

Dan tahun depan semoga bisa tetap mempertahankan prestasi dan bisa bekerja lebih baik lagi, amiin... 
Safiamita

Saat kupandang bulan, aku bertanya..

Apakah itu bulan yang sama

Dengan bulan yang ku pandang bertahun yang lalu? 

Saat menatap bintang, aku pun bertanya.. 

Apakah itu bintang yang sama

Dengan bintang yang kulihat bertahun lalu?

Karena rasanya tak ada yang pernah benar2 sama

Semua bisa berubah karena jarak, waktu dan keadaan

Ada saat nya ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki semua khilaf dan salah

Tapi kemudian menyadari bahwa karena kesalahan itu jadi belajar tentang kebenaran

dan menjadikan diri yang sekarang lebih baik dari yang dulu

Menjalani hidup tak semudah yang dibayangkan,

Tak seindah yang diimpikan

Tak seperti yang diinginkan

Tapi  harus terus berjalan

Karena hidup tetaplah sebuah kesempatan

Sampai nanti saatnya terbaring ditanah

Untuk menuju kekekalan yang abadi

*Terlintas saat menatap rembulan di langit Wates, Kulonprogo


Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita

Libur 3 hari maunya dimanfaatkan sebaik2nya untuk jalan2 sama anak-anak. Akhirnya kita mutusin buat ke Wates, nengok Eyang sekalian jalan-jalan. Tapi.... perjalanan terasa begitu puanjaaang.... Normalnya perjalanan Semarang-Wates paling lama 3-4 jam aja. Nah, kemarin kita berangkat dari Semarang jam 8 baru sampe sana jam 5 sore. lamanyaaa.... :(

Sedikit banyak perjalanan kita kemarin masih terkena dampak Merapi juga. Pas lewat di atas jembatan yang sungainya menjadi aliran lahar dingin merapi, masih banyak truk2 yang berlomba ngangkut pasir dari sana. 


Trus, biar cepet nyampe wates, biasanya kita gak lewat jogja tapi lewat jalan yang mau ke arah borobudur. Klo borobudur belok ke kanan, kita belok ke kiri (arah kalibawang). Pas udah belok ke kiri ternyata ada jembatan yang putus masih dari akibat Merapi juga. Akhirnya mau cepet malah jadi lambat karena harus puter balik lagi lewat magelang. Dua kali nih, kita bolak balik melewati candi Mendut ini.



Perjalanan jadi tambah panjang karena kita makan di lesehan dan pemancingan rejosari. Mungkin karena restorannya rame jadi nunggu makanannya hampir 50 menit padahal hanya butuh waktu 15 menit untuk menghabiskan semuanya... Tapi ikan gurame bakar bumbu taburnya enak plus puedassss sekali.



Nyampe ruma Eyang jam 5 sore, istirahat trus besoknya baru jalan2. Liburan kali ini, seperti biasa diisi dengan wisata pantai. Anak2 seneng banget bisa main di Pantai Glagah. Semua pada nyebur.... bur.. bur... trus setelah dari pantai, kita langsung bablas ke candi Prambanan, makan soto Sholeh di depan monumen Jogja Kembali trus jalan pulang lagi ke Semarang lagi deh.


Klo pas jalan pulangnya, kita juga direpotkan dengan truk2 pasir tersebut yang bergerak ke arah semarang dengan jalan pelan, ada juga yang mogok di tanjakan ambarawa. Oalah... gak pulang gak pergi, teteup aja jadi lebih lama dari biasanya :(
Safiamita



Mumpung libur 3 hari karena Natal, kita sempetin jalan2 ke candi prambanan. Sebenarnya udah sering lewat sana tapi baru kali ini bisa mampir dam masuk ke area candi nya. Harga tiketnya kemarin untuk dewasa Rp. 23.000 dan untuk anak2 Rp. 16.000. Disediakan paket wisata include tiket prambanan dan jalan2 ke candi Boko dengan harga tiket Rp. 30.000 per orang. 

Jadilah kemarin kita menyaksikan bukti perjalanan cinta Rara Jongrang dan Bandung Bondowoso yang tak kesampaian. Ternyata memang dari dulu, cinta gak pernah bisa dipaksakan.... Hmh... Mungkin cerita itu memang hanya sekedar mitos, tapi tak mengurungkan kekaguman pada arsitektur bangunannya, keren ! Gimana orang2 jaman dulu bisa membangun candi semegah itu? setinggi itu? trus patung2nya.. gimana cara mereka memahat dan mengukirnya? 

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama adalah 47m.

Kompleks candi ini terdiri dari 8 kuil atau candi utama dan lebih daripada 250 candi kecil.

Tiga candi utama disebut Trisakti dan dipersembahkan kepada sang hyang Trimurti: Batara Siwa sang Penghancur, Batara Wisnu sang Pemelihara dan Batara Brahma sang Pencipta.

Candi Siwa di tengah-tengah, memuat empat ruangan, satu ruangan di setiap arah mata angin. Sementara yang pertama memuat sebuah arca Batara Siwa setinggi tiga meter, tiga lainnya mengandung arca-arca yang ukuran lebih kecil, yaitu arca Durga, sakti atau istri Batara Siwa, Agastya, gurunya, dan Ganesa, putranya.

Arca Durga juga disebut sebagai Rara atau Lara/Loro Jongrang (dara langsing) oleh penduduk setempat. 

Dua candi lainnya dipersembahkan kepada Batara Wisnu, yang menghadap ke arah utara dan satunya dipersembahkan kepada Batara Brahma, yang menghadap ke arah selatan. Selain itu ada beberapa candi kecil lainnya yang dipersembahkan kepada sang lembu Nandini, wahana Batara Siwa, sang Angsa, wahana Batara Brahma, dan sang Garuda, wahana Batara Wisnu.

Lalu relief di sekeliling dua puluh tepi candi menggambarkan wiracarita Ramayana. Versi yang digambarkan di sini berbeda dengan Kakawin Ramayana Jawa Kuna, tetapi mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan melalui tradisi lisan. Selain itu kompleks candi ini dikelilingi oleh lebih dari 250 candi yang ukurannya berbeda-beda dan disebut perwara. Di dalam kompleks candi Prambanan terdapat juga museum yang menyimpan benda sejarah, termasuk batu Lingga batara Siwa, sebagai lambang kesuburan.

Infonya ini kuambil dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan.

Kemarin kita hanya sempat masuk ke Candi Siwa aja. Recommended deh, buat dikunjungi. Suasana disana juga sejuk. Jam 12 siang gak berasa panas karena banyak pepohonan disana. Ada juga area bermain anak. Kita kemarin sempat jalan2 keliling komplek candinya buat nge liat candi2 kecil disekitarnya ada candi Sewu, candi Bubrah, dsb. Tiket kereta mini nya, Rp. 5.000/ orang. Klo candi Boko (yang lagi dipromosiin) letaknya gak berada di area candi prambanan. Jadi untuk kesana disediain mobil/angkutan tersendiri. Tapi kemarin kita gak sempat berkunjung kesana. Mungkin lain kali deh..
 

Related Posts with Thumbnails

Galeri