Safiamita
Saat merasakan kebahagiaan, janganlah terlalu bergembira
Karena itu akan berlalu
Saat kebahagiaan berganti kesedihan,
jangan pula terlalu berlarut didalamnya
Karena itu pun akan berlalu
Tanpa kita sadari, kedua hal itu lah yang berulang
Yang kita hadapi dalam hidup ini
Semua datang silih berganti
Ada Sedih, lalu bahagia
Ada duka lalu ada suka
Ada kecewa lalu ada Asa
Setelah satu hal kita alami
akan ada satu hal lagi yang akan kita hadapi
Satu hal membuat kita sakit,
lalu datang satu hal yang akan menjadi penawarnya
Karena itu, jangan terlalu berlarut dalam sesuatu
Karena Semua juga akan berlalu...
Safiamita
Sejak menikah 9 tahun yang lalu, rasanya baru satu kali bisa merasakan ber lebaran di kampung sendiri, sisanya dihabiskan di kampung orang....
Ada yang di Lampung, Jakarta, Jepara, Jogja dan Semarang.
Banyak hal dan pengalaman baru yang dialami di kampung orang saat lebaran, terutama kebiasaan2 baru dalam menyambut lebaran.
Tapi tetap saja merindukan suasana lebaran di Kampung sendiri....
Kangen sekali rasanya dengan suasananya, dengan makanannya dan segala kemeriahan menyambut lebaran di Palembang. Sudah lama juga gak ketemu teman2 lama, mulai dari teman SD, SMP, SMA sampai kuliah.
Kira2 kapaan ya, bisa merasakan lebaran di Palembang lagi?
Smoga Tahun Depan deh, bisa merasakan hiruk pikuknya lebaran disana, amiiin...
Safiamita

Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita


Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita




Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Setelah membaca beberapa tulisan teman, sepertinya aku tertarik juga buat bikin rubrik fiksi di blog ini. Bercerita tentang apa yang ada di kepala atau sekedar mengarang ria seperti yang ada di blog nya seorang teman. http://attarsandhismind.wordpress.com dengan bahasa yang mengalir sanggup membuat kita terbawa masuk ke dalam tulisan yang dia buat.
Satu lagi teman malah sudah membuat satu buku, judulnya Peneliti Harta. Aku sedang pesan buku nya tapi belum sampe Semarang, jadi blm bisa di review :)
Ternyata aku dikelilingi dengan teman2 penulis juga, hehe... kenapa baru sadarnya sekarang ya?
Klo dari dulu, mungkin sudah bisa meminta ilmu sama mereka. :)



Safiamita
Apa yang dimaksud dengan adil?
Apakah semua dibagi sama rata ?
Ataukah dibagi sesuai dengan porsinya?
Terkadang susah untuk menerapkan apa yang di sebut adil itu.
Mulai dari hal yang sederhana sampai dengan hal yang sulit.
Contoh gampangnya adalah bersikap pada anak-anak.
Setiap membeli sesuatu sekarang harus beli 3, karena dirumah ada 3 anak perempuan.
Beli baju, 3. Beli buku, 3. padahal yang nomor 3, Alya belum bisa lho...
Dengan alasan demi azas keadilan, jadilah tetap beli 3.
Tapi ternyata hal tersebut gak bisa diterapkan di semua hal. Ada saat kalau Kakaknya yang butuh sesuatu, Kakaknya aja yang dibeliin sesuai dengan kebutuhannya, klo adek nya gak butuh kan buat apa dibeliin?
Jadi adil tetap aja melihat kondisinya, bukan berarti sama rata itu selalu berarti adil. Adil itu adalah sesuai dengan porsinya, itulah kesimpulanku.


Safiamita
Beberapa waktu yang lalu, kita ikut sebuah workshop penulisan dengan tema "Menulis Itu Mudah". Sebenarnya sudah sering mendengar kata-kata itu, tapi pada kenyataannya tidak mudah untuk dilakukan. Workshop kemarin diisi oleh Bapak Eko H. Mudjiharto, seorang Redaktur di Surat Kabar Harian Suara Merdeka. 
Beliau mengatakan bahwa menulis itu adalah suatu hal yang sangat alami seperti halnya kita berbicara. Menulis itu mudah seperti kita bercerita. Hanya saja, menulis itu juga memerlukan latihan, membutuhkan sebuah proses yang alurnya harus kita lewati satu persatu untuk menjadi mahir dalam menuliskan kata-kata. Beliau juga mengatakan bahwa seorang penulis yang baik adalah seorang pembaca yang baik, artinya adalah semakin banyak kita membaca, semakin banyak referensi kita untuk menulis dan akan membuat kita semakin terasah dalam menulis. Melalui referesi yang banyak, kita bisa saja mencari kaitan suatu data, merunutkan suatu cerita, memaparkannya sehingga akhirnya dapat menjadi sesuatu yang enak untuk dibaca. 
Saat mencoba menulis sesuatu, cobalah untuk menulis tanpa mengedit. Selesaikan lah dulu apa yang ingin ditulis, baru setelah itu dibaca dan di edit apa yang telah diitulis agar ide yang sudah ada dapat tertuang secara utuh dalam tulisan tersebut. Banyak-banyak latihan membuat tulisan juga akan membuat kita semakin terampil dalam menulis.
Mungkin bisa dimulai dengan menulis apa yang dirasakan, apa yang dilalui hari ini atau bisa juga mengeluarkan uneg-uneg lewat tulisan. Lama kelamaan akan membiasakan kita bercerita lewat tulisan, bukan hanya sekedar lisan. 
Agar tidak memakan waktu yang lama, mulailah dari saat ini untuk mencoba, temukanlah keasyikan tersendiri apa bila sudah terbiasa menulis. Bisa dimulai menulis opini kita tentang sesuatu atau mendokumentasikan apa yang telah terjadi pada hidup kita di masa lalu, cita2 kita dimasa depan sehingga setelah semuanya berlalu dan ketika kita membacanya lagi, maka kita akan tahu rekam jejak kita lagi di masa lalu atau apakah yang kita cita2 kan di masa dulu sudah dapat kita wujudkan dimasa sekarang. 
Ayo coba untuk menulis, dan buktikan sendiri bahwa ternyata Menulis Itu Mudah :)

Safiamita

Minggu malam lalu, Musiclopedia di Trans 7 menampilkan Band yang dulu sempet eksis yaitu, Stinky.
Setelah lihat itu, jadi inget jaman dulu pas SMP-SMA. Dulu sempet nge fans banget dengan band yang satu ini. Tiap ngeluarin album, mesti beli kasetnya. Hampir semua lagu dalam albumnya kita hapal :)
Salah satunya lagu ini, Rindu untuk Dia.

Pas menyaksikan acara musiclopedia nya, Suami sempet nanya, " selain lagu mungkinkah, Stinky itu lagunya yang terkenal apa lagi?" hehe.. Klo buat aku, hampir smua lagunya aku kenal. Tapi yang nge Hits ketika jaman itu sepertinya, Jangan Tutup Dirimu, Cinta Suci, Seperti Janji Kita, Tiada lagi dan Rindu Untuk Dia.
Untuk bernostalgia, mari dengarkan dulu lagu yang satu ini :)

Rindu Untuk Dia

Untaian kata yang pernah kaubisikkan padamu manis terdengar, meresap di jiwa
Semakin lama semakin terasa jarak antara kita
Kian jauh pergi, kian jauh hilang
Oh... Lelahnya hatiku ingin dekat denganmu

Kubaca lagi semua suratmu yang kautulis untukku
Aku pun mengerti rindu di hatimu
Hari berganti, waktu berlalu, iringi sendiriku
'Ku selalu berdoa tulus kepadamu

Oh... Lelahnya hatiku ingin jumpa denganmu
Angin, bawalah rinduku kepadanya walau hanya dalam anganku
Dan hiasi mimpinya, semoga selalu ingat 'ku dalam hatimu

Semakin lama semakin terasa jarak antara kita
Kian jauh pergi, kian jauh hilang

Oh... Lelahnya hatiku ingin dekat denganmu
Angin, bawalah rinduku kepadanya walau hanya dalam anganku
Dan hiasi mimpinya, semoga selalu ingat 'ku dalam hatimu

Jangan ada air mata membasahi cinta kita, oh...

Oh... Lelahnya hatiku ingin dekat denganmu
Angin, bawalah rinduku kepadanya walau hanya dalam anganku
Dan hiasi mimpinya, semoga selalu ingat 'ku dalam hatimu

Angin, bawalah rinduku kepadanya walau hanya dalam anganku
Dan hiasi mimpinya, semoga selalu ingat 'ku dalam hatimu
Safiamita
Kalau ditanya apa yang diinginkan saat ini apa? Jawabnya adalah : pingin dirumah aja..
Pingin jadi ibu rumah tangga secara full aja....
Dulu merasa cukup bangga dengan profesi sebagai ibu bekerja sekaligus ibu rumah tangga (IRT)
tapi klo sekarang rasanya perasaan itu sudah tidak berlaku lagi. 
Yang ada hanya perasaan iri lihat Ibu2 lain yang bisa seharian full di rumah, ngurusin anak2 mereka. 
Kalau kata suami, sebenarnya aku juga masih bisa melakukan itu walau tetap bekerja. 
Itulah yang coba dijalanin sekarang.... 
Tapi sangat merindukan bisa lebih punya banyak waktu dirumah...
Melihat senyum mereka saat dijemput sama bundanya dari sekolah.
Bisa menggandeng Bundanya klo ada acara sekolah pada jam kerja..
Dan lain sebagainya lah..
Banyak juga hal-hal lain yang aku lewatkan karena di siang hari lebih banyak waktu dikantor daripada dirumah...
Menantikan hal itu terjadi, paling tidak disaat ini, saat anak2 masih kecil dan masih membutuhkan ku...
Sebentar lagi, ketika mereka beranjak remaja, mungkin mereka sudah lebih sibuk dengan diri mereka sendiri dengan aktivitasnya masing-masing....
hmhmh... maafin Bunda ya, Nak...
belum bisa melakukan hal itu sekarang...
Safiamita
Tahun ini Nabila belajar untuk puasa penuh sehari, si Mbak ini baru akan genap berumur 6 tahun pada bulan November nanti. Bunda nya juga agak ragu apa si Mbak bisa puasa penuh ya? Tapi Alhamdulillah.. menginjak Ramadhan hari ke-4 hari ini, belum ada satu pun puasa nya yang batal, malah antusias banget untuk berpuasa. Sebenarnya Bunda nya agak khawatir juga sama si Mbak, karena walaupun badannya yang paling subur diantara saudaranya yang lain, si Mbak ini yang paling sering sakit. Tapi klo kita tanya, " Mau makan gak, Bil?" atau kita tawarin minum disiang hari, dia jawab dengan tegas, " Gak mau, lagi puasa." 
Akhirnya, karena melihat tekad nya yang kuat, Bunda hanya bisa mendoakan smoga Mbak Bila selalu kuat, sehat dan semangat dalam menjalankan ibadah puasanya. 
Semangat ya, anak sholihat...  ^_^
Safiamita



Safiamita



Baru 3 hari sekolah, Nabila udah ikut tarhib ramadhan yang diselenggarakan oleh sekolahnya. Adek dan temen2 nya satu sekolah mengadakan pawai dengan jalan kaki berkeliling di sekitar sekolah dengan membawa hasil karya mereka masing2.   
Safiamita


Label: 0 komentar | | edit post
Related Posts with Thumbnails

Galeri