Safiamita
Memang kurang kondusif klo jalan2 di musim hujan. Pas ke Baron kemarin, airnya keruh, padahal katanya kalau di hari biasa, kita bisa liat dasar sungai yang bermuara yang ada disana karena airnya jernih. Di Baron juga ada mercusuar, kakak mita, mbak nabila dan tante yang naik kesana kemarin, lumayan tinggi juga. Jalan kesananya masih belum permanen, hanya dibuat tangga seadanya, agak mengkhawatirkan juga, tapi alhamdulillah kemarin lancar2 aja naik dan turunnya. Yang agak mengecewakan itu pas kita beli udang dan ikan goreng disana. Sepertinya enak banget tuh, tapi pas dimakan, udah pada gak segar, akhirnya jadi mubazir. Mungkin tipsnya klo mau beli, harus cicip dulu biar gak kejadian kayak kita.
Safiamita
Yang menyenangkan dari anak2 adalah, dimanapun mereka kita ajak, selalu bisa ceria dan bermain dengan gembira. Seperti beberapa waktu yang lalu, abis jemput ayah dari Bandara, kita main ke Lakers BSB. Karena tempatnya luas, mereka bisa lari sana sini. Foto2 sama Tantenya, jadi lah pada gaya2.
Safiamita
Ini bocah sekarang sudah berani main, biasanya klo dulu, main di tempat ramai kayak gini, ketika ada orang asing atau anak2 lain yang dia gak kenal dan ikut main, dia segera menyingkir. Klo sekarang, alhamdulillah udah bisa cuek dan terus ikut main.
Safiamita
Safiamita
Rangkaian pantai di Gunung Kidul emang banyak dan bagus2, kemarin sebelum ke Baron, kita ke Indrayanti dulu. Sayangnya karena hujan, jadi gak bisa banyak menikmati pantainya. BTW, Ayah tambah subur kayaknya. hehe.. mau nyaingin Bunda katanya. Kasian klo istrinya gemuk sendirian. :)
Safiamita
Beberapa waktu yang lalu, akhirnya ikan di kolamnya kita panen karena udah kegedean untuk ukuran kolam mini kita. Lumayan banyak hasilnya, bisa buat bagi2 tetangga. Tapi makan ikan peliharaan sendiri sama beli di pasar, beda rasanya. Klo ikan peliharaan sendiri, ada rasa gak tega jadi makannya juga berasa kurang enak. Mending beli aja dipasar. Kita sih cuma pelihara ikak karena suka liat mereka berenang di kolam, bukan buat tujuan di makan.
Safiamita
Itulah yang sedang ada di benakku sekarang, mabok nyari judul tesis.... :'(
Ampun deh, ah !!!
Sebenernya intinya, kita itu mau ambil tema tentang pajak karena tau nya ya cuma itu.
Nyari datanya juga relatif mudah, ibaratnya udah rumahnya sendiri, klo mau ngubek2 data di rumah orang lain nanti malah lebih sulit dapetnya. Cuma masalahnya adalah ketika pajak harus dihubungkan dengan akuntansi bil khusus akuntansi sektor publik....
hadeeh... mumet akuuu.....
Pertama, gak pernah paham mendalam tentang akuntansi, karena masuk jurusan akuntansi selalu karena bukan keinginan sendiri. Kita selalu lebih tertarik ke jurusan manajemen, karena gak banyak berhubungan dengan angka. Menurutku angka itu bikin pusing.
Tapi pas mau kuliah S1, waktu itu masih bareng sama si Bagus, temen di Sekre Tengah 2, nah, dia suka nya itung2an alias akuntansi. Aku sama temen yang lain udah mau ngambil jurusan manajemen, tapi dia setengah mengeluh, nanti dia kuliahnya gak ada temennya, akhirnya jadilah aku mengalah dan nyasar masuk jurusan akuntansi. Trus, di S2 ini, satu2 nya pilihan beasiswa yang ditawarkan adalah Magister akuntansi, gak ada tawaran magister manajemen, akhirnya terdamparlah lagi kita ke dunia akuntansi yang walaupun sudah berkutat tiap hari disitu, tapi masih berasa asing.
Dan, sekarang tibalah menulis tesis... hiks..hiks...
Pusingnya tujuh keliling, mencari topik penelitian karena harus sesuai dengan spesialisasi yaitu akuntansi wa bil khusus akuntansi sektor publik.
Pinginnya hati itu segera nemu topik apa yg mau diteliti trus lsg ngebut mau nulis tapi apa daya, mencari topik saja sulit, gmn mau mulai menulis????
Sang Suami ngasih ide buat neliti biaya pemungutan pajak di Indonesia, tapi katanya Pak Dosen, itu lebih kearah Ilmu Studi Pembangunan, Batal demi hukum.
Si Abang nyaranin buat nulis konvergensi IFRS pengaruhnya terhadap pajak.
Tapi katanya temen, itu nanti gak masuk ranah sektor publik karena onjek penelitian pasti perusahaan komersial. Gagal lagi sedemkian rupa.
Akhirnya nemu ide buat nulis Dysfunctonal Audit Behavior, tapi msh blm sreg buat lanjutin nulis...
Trus dosennya nyaranin buat nulis tentang modernisasi pajak di Indonesia beserta sistem self assessment, tapi aku bingung klo harus mengaitkannya sama akuntasinya dimana ya?
Masih nawar, klo bisa balik DAB aja... kayaknya kita bisa belajar buat memahami itu.....
karena gak ada itung2an nya. lebih ke perilaku aja.
Smoga bisa balik ke DAB aja deh, aamiin....
Ya Allah.. mudahkanlah aku dalam mencari tema tesis dan menulisnya nanti, aamiin...
Safiamita
Stasiun Poncol
Di Atas Kereta Kaligung
Di Atas Kereta Kaligung
Sampai di Stasiun Weleri
di Bis BRT Semarang
Bulan lalu, akhirnya tercapai juga keinginannya si Adek buat naik kereta api. Selama ini dia sering minta diajak ke stasiun cuma buat liat kereta api. Nah, bulan lalu akhirnya si Ayah ngajak kita naik kereta api beneran biar si Adek punya pengalaman naik kereta. Jam 5 pagi kita meluncur ke stasiun Poncol Semarang, trus naik kereta Kaligung yang tujuan akhirnya sampe Stasiun Tegal. Kita sih cuma naik sampe Stasiun Weleri, Kendal aja. Harga tiketnya klo cuma sampe Stasin Weleri, per orang Rp. 25.000, Perjalanan naik kereta dari stasiun poncol ke Weleri sekitar 30 menit. Sampe di Weleri, kita turun trus naik bis kecil buat balik ke semarang, sampe di terminal mangkang, pindah naik BRT Semarang, trus turun di Jl. Pemuda dan naik taksi balik ke stasiun poncol lagi karena mobil kita di parkir disana. Jadi lah pengalaman adek naik transportasi umum hari ini cukup lengkap.
Safiamita
ATM Satria
Buku Tabungan Satria
Sebenernya udah lama pingin bikinin tabungan untuk anak2 karena mereka juga sudah biasa menabung di rumah. Kemarin pas jemput anak2 di sekolah, ada penawaran dari Bank BNI untuk membuka tabungan
Taplus Anak. Jadi akhirnya diputuskan ikut aja. Setoran awal minimal Rp. 100.000 trus setoran selanjutnya minimal Rp. 10.000. Klo kita sih yang penting ini tabungan gak ada potongan biaya administrasi bulanannya.
Tabungan ini juga dibuka atas nama anak2 masing2, dan gak nempel juga ke tabungan induk atau tabungan orang tua nya. Ada fasilitas ATM nya juga, klo tanpa foto, ATM nya gratis, klo ada foto anak2nya biayanya Rp. 25.000 per ATM. Kemarin sekalian Satria dibikinin tabungan juga karena minimal umur yang bisa didaftarkan adalah 0 tahun.
Walhasil, jadi lah anak2 punya tabungan sendiri2, besoknya, ditemenin sama Tante, pulang sekolah, si Kakak dan Mbak Nabila semangat buat nabungin uangnya ke bank, mereka setor sendiri, tanda tangan setorannya sendiri, semangat 45 lah buat nabung :)
Safiamita
Alhamdulillah, masih diberi umur panjang, tahun ini sudah 33 hidup di dunia ini.
Smoga masih diberikan umur panjang, kesehatan dan keberkahan untuk melihat anak2 tumbuh besar dan menjadi orang2 yang berguna bagi Allah dan Rosul-Nya, bagi agamanya, bagi negara dan bagi orang lain, aamiin...
Klo harapan untuk diri sendiri, semoga bisa lebih mendekatkan diri pada yang Maha Kuasa, semoga bisa menjadi manusia yang lebih baik, lebih bermanfaat untuk suami, anak2, keluarga besar dan orang lain, aamiin...
Kado dari ayah tahun ini adalah tas ransel, hehe... secara istrinya sekarang jadi mahasiswi, jadi kadonya tas ransel buat ke kampus. Makasiih Ayaah. Love U, as always.
Safiamita
Sebenernya sudah lama pingin saya tulis, tapi karena sesuatu dan lain hal jadi tertunda terus, sekarang ada yang bertanya, jadi sekalian aja saya jawab disini.
1. Untuk bisa ikut seleksi, tentu saja persyaratan formalnya dari BPKP dulu harus dipenuhi.
Untuk bisa ikut seleksi beasiswa ini, kita harus punya SK penunjukan sebagai staf pengelola keuangan atau APIP. Klo bukan staf pengelola atau APIP sudah bisa dipastikan gak bisa ikut seleksi beasiswa ini. Syarat2 formalnya bisa dibaca disini
http://star.bpkp.go.id/konten/12/file-prosedur
2. S1 dari berbagai jurusan sepertinya gak masalah (walaupun diutamakan dari jurusan ekonomi) sepanjang mereka adalah APIP/staf pengelola keuangan. Ada teman sekelas saya, dari sarjana teknik yang bekerja di Inspektorat Daerah Pekalongan, bisa lulus beasiswa ini walau beasiswa S2 nya adalah Magister Akuntansi.
3. Syarat Rekomendasi minimal dari pejabat es II (ada di persyaratan formalnya). Kebetulan saya dari Departemen keuangan, alhamdulillah ketika meminta izin, mendapat kemudahan dari atasan.
4. Kalau untuk yang berasal dari Kementerian seperti saya, biasanya BPKP mengirimi surat penawaran beasiswa ke Kementerian/ Pemda. lalu nanti di internal kementerian, akan ditawarkan kepada para pegawai. Pegawai yang ingin ikut mendaftar lewat kementeriannya, nanti dari kementerian akan meneruskan formulir pendaftaran dan syarat2 yang harus kita lampirkan ke BPKP.
PENTING : Berkas pendaftaran yang sudah kita kumpulkan ke instansi asal, agar dicopi beberapa rangkap, karena ketika ujian dan wawancara biasanya kita juga diminta membawa berkas pendaftaran tersebut.
Setelah mendapat izin mendaftar dari instansi asal, kita harus mendaftar secara mandiri ke Universitas yang kita tuju. Nah, ini yang paling penting, karena kita harus aktif untuk menanyakan kapan ujian seleksi STAR BPKP akan diadakan oleh universitas nya? karena tiap2 universitas waktu seleksinya bisa berbeda.
Untuk Magister Akuntansi UNDIP, dapat dibaca disini :
http://www.maksi.undip.ac.id/index.php/component/content/article/217-beasiswa-star-project-ii-bpkp.html
5. Pendaftaran ujian seleksi di UNDIP dilakukan secara online, kita mengisi formulir pendaftarannya lalu membayar biaya pendaftaran nya, klo saya dulu diawal tahun 2014 biayanya Rp.750.000
Kalau kita lulus seleksi, biaya ini akan diganti oleh BPKP tapi klo gak lulus ya biaya ditanggung sendiri.
Di hari H ujian, kita datang ke Undip sambil membawa persyaratan yang diminta oleh universitas dan kartu ujian yang diprint dari website nya, kayaknya persyaratannya juga berbeda2 untuk tiap universitas, kalau di UNDIP kita tinggal datang di hari H lalu mengikuti ujian kemampuan TPA, Bahasa Inggris, Kemampuan akuntansi dan wawancara dari pihak UNDIP. Ada juga universitas yang mensyaratkan ada sertifikat TPA standar Bappenas dan sertifikat TOEFL.
Kalau kita sudah dinyatakan lulus dari seleksi universitas, tahap yang paling menentukan berikutnya adalah wawancara dengan pihak BPKP yang nanti juga diselenggarakan di Universitas masing-masing.
Nah, klo sudah lulus dari wawancara ini, berarti kita sudah mendapatkan beasiswa STAR BPKP.
Pertanyaan nya kayaknya sudah ada standarnya dari BPKP, apa saja yang harus ditanyakan oleh pewawancara.
Seingat saya, saya dulu ditanya :
1. Bagaimana bisa beasiswa STAR BPKP?
2. Apa motivasi nya ikut beasiswa ini?
3. Apa pekerjaan sehari2 di kantor?
4. Kenapa BPKP kok menyelenggarakan beasiswa ini?
5. Bagaimana pandangan anda terhadap APIP/ pengelolaan keuangan negara di Indonesia?
6. Apakah anda sudah punya rencana tesis?
7. Sanggupkah anda menyelesaikan studi dalam waktu 2 tahun?
8. Apa yang anda tau tentang reformasi keuangan negara ?
dan pertanyaan lain2 lah, tapi namanya wawancara, dibawa tenang aja biar bisa jawab.
6. Kalau masalah kuota berapa jumlah orang yang lulus, saya kurang tau pasti, bisa ditanyakan ke universitas masing2. di UNDIP dalam 3 batch penerimaan, sepengetahuan saya, katanya kuotanya masih kurang terpenuhi, karena dari info gak resmi yang saya dengar sih, dikasih kuota sekitar 2 kelas. 1 kelasnya sekitar 20-30 orang. Di tahap 1, yang lulus klo gak salah 40 an orang, dibagi jadi 2 kelas. di Tahap 2, rombongan saya yang lulus hanya 10 orang, ketika itu pendaftar nya memang sedikit karena mepetnya waktu pendaftaran. Di tahap 3 setelah saya klo gak salah sekitar 25 an orang yang lulus, dijadikan satu kelas. Ada beberapa teman saya yang gak lulus di tahap wawancara sama BPKP.
7. Tips lulus : Banyak2 berdoa, belajar dan menguatkan tekad. Beli buku TPA, buku tes TOEFL atau buku lain untuk belajar bahasa inggrisnya sama buku akuntansi untuk ujian kemampuan akuntansi walau yang ditanya masih basic2 nya aja.
Kalau ketika wawancara, saya cuma berusaha bersikap tenang, menganggap seperti berbincang biasa tapi tetap sopan dengan pewawancara serta menunjukkan kesungguhan atau antusiasme klo kita benar2 berharap bisa mendapatkan beasiswa ini. Tips wawancara kayaknya juga banyak, tinggal di googling aja.
Akhirnya, Siapapun yang ingin mencoba ikut, semoga jalannya dilancarkan dan dimudahkan sehingga bisa lulus beasiswa ini juga, aamiin....
Klo masih ada yang mau ditanyakan, bisa ditulis di komentar, insyaAllah saya jawab semampu saya.




















































