Safiamita
mati...
baru saja suami ngabarin.. ada anaknya tetangga yang meninggal dunia di kereta api...
ya Allah... kami melihat dia tumbuh....
setau ku sekarang sepertinya sedang kuliah di surabaya....
tapi ternyata maut memanggil tidak menunggu lulus kuliah dulu...
maut memanggil tidak menunggu tua dulu....
Semoga khusnul Khotimah ya nak...
Semoga Allah mengampuni semua dosa mu, menerima semua amal ibadahmu, aamiin...
Semoga Allah juga memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan, aamiin...
Safiamita
sedikit cerita tentang si sulung dan si tengah
si sulung : dari sisi IQ, si sulung gak usah diragukan. kmrn lulus dari SD jadi juara 1 dengan nilai tertinggi di sekolah, masuk SMP favorit di semarang hanya dengan nilai ujian murni nya, tanpa embel2 tambahan nilai lain. tapi klo dari sisi EQ, kepekaan sosial kurang, egoisme tinggi, she is just too full of herself. full of confidence, gak bisa dipengaruhi klo sudah punya opini, sering nya berdebat dengan emaknya, alias tipe pembantah.
si tengah : dari sisi IQ, masuk kelas menengah. kelas 5-10 besar di sekolah. untuk menghadapi ujian nasional ini, emaknya harus ikut belajar biar bisa ngajarin dia. tapi klo dari sisi EQ, kepekaan sosial tinggi, selalu mau membantu tanpa diminta, mulai dari urusan bantu di dapur, kupas bawang, ganti galon aqua sampe bersih2 rumah. manut dengan apapun yang dikatakan oleh emaknya bahkan nyaris gak punya pendapat, alias tipe penurut.
trus saya pilih yg mana? sy gak berhak memilih, kata emak saya itulah seni nya hidup.. karena keduanya adalah amanah. Harus terus belajar bagaimana mendidik dan memanage agar mereka bisa memperbaiki apa yang kurang dan meningkatkan potensi mereka masing2.
maafkan emakmu ini ya nak... masih sering menonjolkan emosi daripada kesabaran dalam mendidik dan mengasuh kalian...
selalu berdoa yang terbaik untuk kalian.
selalu berdoa agar kalian bisa menjadi mandiri, dan bermanfaat bagi agama, bangsa dan orang lain.
|
Safiamita
Bertemu.. ngobrol... silaturahmi... kadang membawa ke sebuah perenungan...
mendengar kisah orang lain... membuat berkaca tentang diri sendiri....
Menjadi pengingat...
Ketika kita merasa tidak beruntung, ternyata ada orang lain yang lebih tidak beruntung...
Ketika kita selalu mengeluh, ada orang lain yang lebih berhak mengeluh atas hidupnya tapi memilih untuk tidak mengeluh...
Ketika kita merasa tidak bahagia, disekitar kita ada yang bukan sekedar merasa tapi benar-benar tidak bahagia.
dan sekali lagi... bukan bahagia yang membuat kita jadi bersyukur...
tapi rasa syukurlah yang bisa membuat hidup kita jadi bahagia...
|
Safiamita
when i'm not in your heart, so why should i put u in my heart?
prinsip ini yg sering bikin kehilangan teman dekat.
tapi begitulah...
kenapa kita harus repot memikirkan orang lain yang tidak memikirkan kita?
tolok ukur pikir memikirkan itu di ukur sendiri
mungkin contoh gini, ada teman yang pulang dari perjalanan jauh, seperti haji. kalau kita merasa dekat, pasti ingin tau kabarnya, setelah pulang pasti ingin segera bertemu, berkunjung ke rumahnya untuk tau keadaannya.
kalau kita merasa gak peduli dgn kepulangannya, ya.. mungkin kedekatan itu perlu dipertanyakan.
|
Safiamita
kalau kasusnya begini...
sy gak cocok sama si a
sy gak cocok sama si b
sy gak cocok sama seterusnya
kesimpulannya yang salah adalah saya, bukan si a, si b atau yg lainnya.
sepertinya gitu sih.
|