Safiamita

Jadi inget lagu Pelangi yang sering dinyanyiin si Adek
" pelangi-pelangi
alangkah indahmu
merah kuning hijau dilangit yang biru
pelukismu agung siapa gerangan
pelangi- pelangi ciptaan Allah.. "
Kemarin, pelanginya beneran muncul di langit semarang sekitar 15 menit menjelang maghrib. Subhanallah, indahnya..
Safiamita



Juli 2004 tiba2, keluar SK mutasi. Suami pindah dari KPP Metro, Lampung ke KPP Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kaget siihh, tapi ya karena memang harus dijalani mau gimana lagi dan ternyata sekarang masa-masa itu sudah berhasil dilewati. Sempat 2 minggu ikut suami, merasakan Palangkaraya, Ibukota propinsi ( menurutku) yang masih sepi, panas, dikelilingi lahan gambut dan asing.. sempet foto2 di jembatan yang ada disana (jadi inget jembatan Ampera yang ada di palembang)..
Safiamita
Dahulu kala, tertarik membuat blog karena nemu satu blog yang menarik. Isinya tentang resep2 masakan dan tentang cerita tentang keluarga/ anak2nya. Klo gak salah nama blognya, dapurbunda. Si Ibu namanya inong. Resep2 nya menarik dan cara dia menulis tentang kehidupannya mengalir banget. Setelah sering membuka blognya baru tau klo orangnya sudah meninggal dunia, klo gak salah umurnya blm 35 th deh. dari situ, aku berpikir, ternyata blog itu bisa jadi salah satu amal jariyah buat kita yang akan terus mengalir walaupun yang punya sudah gak ada. Blognya si Ibu sangat bermanfaat, terutama buat ibu2 muda seperti aku. Makanya ingin mengikuti jejaknya, tapi aku blm bisa membuat sesuatu yang banyak manfaatnya, hanya baru bisa bercerita seadanya... smoga hal kecil ini adalah awal dari sesuatu yang lebih baik yang bisa aku lakukan, yaitu menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain, amiin..
Safiamita






Nih, salah satu contoh kekreatifan si kakak dibalik energinya yang sering berlebih... styrofoam pink pembungkus apel pun jadi bandana buat dia. Sama si kakak ditambahin jepit strawberry dengan warna senada, cantik kan ?
IBU
Safiamita
Hanya terdiri dari 3 huruf, tapi menyimpan berjuta makna. Jadi inget ketika kecil, banyak sekali menyusahkan sosok mulia yang ku panggil ibu.. contoh kasus, dulu waktu masih kecil, diriku bandelnya minta ampuuun.. karena dulu rumah di palembang deket sungai musi dan aku juga seneng banget sama yang namanya air jadinya sering nyebur kesungai bareng temen2 tanpa izin ibu, pulangnya pasti kena marah. klo dulu sih, gak ngerti dan selalu protes, kenapa temen yg lain gak dimarahin ortunya, hanya aku yg gak boleh. Maen yg lain juga gak kira2, klo maen petak umpet bisa sembunyi sampe kampung sebelah, padahal umurku dulu paling baru 10 th. Nanti dicariin ama ibu. Yang paling gak ketulungan, klo udah ada maunya harus dituruti.. klo gak pasti pake jurus ngambek plus nangis2.. Duh, apa ya perasaan ibu dulu ketika aku berkelakuan seperti itu.. Sekarang sejarah berulang, sifat yang antik itu menurun ke anakku sendiri, setelah diriku berganti peran menjadi ibu.. bawaannya pasti gak sabar, pingin marah pingin nyubiit.. tapi dengan santainya ibuku, bilang " sabar aja, kamu dulu juga gitu.. " gerr.. jadi malu... hukum karma kali yaaa.. Sekarang pun baru mengerti kekhawatiran orang tua terhadap anak. Jangan harap si Kakak( anakku) bisa mandi di sungai (karena sekarang tinggal di semarang dan emang gak ada sungai kyk palembang, hehe..) Dia maen beberapa meter dari rumah aja, klo gak keliatan dari rumah udah langsung dicari. Sekolah pun, belum boleh berangkat sendiri, harus diantar jemput, padahal cuma 300 meter dari rumah.. begitulah ibu.. untuk Bundaku tercinta maafkan anakmu yang belum bisa menjadi seperti yang kau inginkan. Aku selalu berdoa agar Allah senantiasa melimpahkan keberkahan kepadamu dan Menghadiahkan Surga terindah atas semua yang telah kau lakukan untuk kami, anak2mu.. amiin Ya Robbal'Alamin..
Safiamita






Assalamu’alaikum, kakak. Kali ini bunda mau cerita tentang kakak. Bunda mulai yaa..ceritanya.. Kakak mita itu lahir di Palembang. Hari jum’at tanggal 28 Mei 2004 jam 23.15 WIB di Palembang. Tepatnya sih, di Indralaya di rumahnya nenek Kiah, tantenya bunda sekaligus bidan yang bantuin bunda menghantarkan kakak ke dunia. Yang nungguin kakak lahir waktu itu, ada nenek sama ayah. Begitu lahir, Ayah langsung mengumandangkan Azan dan Iqomat di telinga kakak, dengan harapan smoga Kakak selalu akan inget Allah dan gak pernah lupa sholat, amiin..
Eh, kakak jangan marah ya.. tapi ini beneran lho.. bunda bilangin ya, kakak itu waktu lahirnya jelek banget, udah item, hidung nya pesek lagi… bunda aja sampe bingung, ini anaknya bunda bukan ya? Kok gak mirip sama bunda.. secara bunda kan putih, trus hidung bunda juga mancung.. ciee.. tapi kakak tambah gede, tambah cantik kok.. Alhamdulillah, jangan lupa bersyukur sama Allah ya, nak.
Sekarang tentang nama. Namanya kakak itu, bunda yang cari, mulai dari kakak masih dalam kandungan bunda udah punya nama itu. Mau tau gak artinya apa? Safia itu bisa berarti sahabat, amita itu singkatan dari nama ayah dan bunda. Anak MImar dan TAufik. Hehe.. Kreatif kan? Klo Khoirunnisa itu, artinya sebaik-baik wanita. Klo diartikan sih, Safia anak mimar dan Taufik adalah sebaik2 wanita yang mudah2an bisa jadi sahabat bagi semua orang, amiin. Kan nama adalah doa ya. Jadi bunda harus ngasih nama yang baik buat kakak dan anak2 bunda yang lain.
Dua minggu di Palembang, kakak diboyong ke Metro, Lampung karena Ayah sama bunda waktu itu kerjanya di metro. Kakak itu anak yang paling unik diantara tiga anak bunda dan ayah. Udah kelihatan dari bayi… selama hampir 2 bulan awal kakak ada di dunia, hampir tiap malam kakak nangis tanpa sebab dan gak bisa didiemin, nanti kira-kira setelah satu jam nangis, baru berhenti sendiri nangisnya dan tidur lagi. Trus ketika udah mulai bisa beraktifitas sendiri, mulai dari merangkak apalagi pas udah bisa jalan, kakak itu aktif banget. sampe pernah dihitung, bias gak kakak duduk manis selama satu menit aja.. baru hitungan ke sepuluh aja, kakak udah lari, hehe..
Melewati umur 3 tahun, udah mulai keliatan klo kakak itu anak yang mandiri dan pintar. Rasa ingin tahunya gede banget. Apalagi menghadapi pertanyaan-pertanyaannya itu lho, bunda sering kewalahan.. contohnya waktu kita sekeluarga pulang ke Palembang bulan November 2008. Pas di pesawat kakak Tanya, “ bunda, kita kan udah di langit ya?” bunda jawab, “iya”. “ kok Allahnya gak ada. Allah itu kan di atas langit, ya bunda? “ waduh, bunda bingung juga, njelasinnya gimana ke kakak.. bunda Tanya lagi, “emang kenapa, kakak mau ketemu Allah? “ trus kakak menggeleng sambil tersipu. “ Allah nya ada di langit yang lebih tinggi lagi.” Jelas bunda sekenanya, trus kakak mengangguk, entah bisa masuk ke nalarnya kakak atau gak..
Bunda pokoknya bangga, punya kakak mita, dengan segala kebandelan, kejahilan, serta energi kakak yang sering berlebih, bunda tetap sayang kakak. Kakak adalah anak bunda yang pintar, aktif dan Sholihat. Kakak adalah Bidadari yang bunda punya untuk menemani bunda di dunia dan akhirat nanti. Selalu jadi anak baik dan Sholihat yaa.. jangan lupa selalu doain ayah dan bunda supaya Ayah dan bunda di sayang Allah, dan kita bisa berkumpul lagi nanti di surga Allah serta dapat bertemu dengan Rosullullah tercinta, amiin..
Udah dulu ya, sayang. Wassalamu’alaikum
..
Safiamita
umur udah 27 tahun kok S1 aja blm ya? deu.. malu juga sih. temen2 SMU dulu udah banyak yang ngambil S2. ada yg ngambil di luar negeri, ada yang udah selesai S2 nya malah... atau.. ada yg ud ngambil S3 kali ya? ya, tapi semua kan tentang perjalanan hidup yang sudah digariskan dan pilihan hidup yang sudah diputuskan sendiri.
Selepas SMU tahun 1999, milih masuk STAN tapi D1 di palembang ( pinginnya cepet kerja), lulus kuliah trus penempatan pertama di KPP Metro lampung tahun 2000. Peraturan di DJP, 2 thn setelah lulus baru boleh lanjut kuliah lagi. Tahun 2003 bukannya kuliah malah milih menikah :) Tapi semua ada hikmahnya sih. tahun 2005 dpt kesempatan masuk kampus STAN di Jurangmangu, tangerang lewat program DIII khusus.. tahun 2008 lulus, penempatan ulang ke semarang. nah, disemarang ini skrg lg berjuang mendapatkan S1. Ikut kuliah malam, yaa.. mudah2an bisa lancar dan lulus tepat waktu, amiin...
Safiamita
Klo ditanya tentang mati, 10 tahun yang lalu, rasanya belum terpikirkan klo diri sendiri akan merasakan mati. tapi sekarang kok, rasanya tambah dekat ya dengan mati? mulai dari paman, tetangga depan rumah sampai ke teman yang sangat dekat sudah memenuhi panggilan untuk kembali ke pangkuan Ilahi.
yang perlu ditanyakan pada diriku sendiri, bekalku sudah cukup blm ya? karena gak ada yang tau kapan akan dipanggil. siapa tau hari ini, besok or lusa?
pertanyaan berikutnya yang muncul dibenakku, bekal seperti apa yg harus disiapkan?
Apakah mengurus rumah, anak dan suami juga dapat dijadikan bekal untuk diperhitungkan sebagai amal di akhirat nanti yg dapat memberatkan timbangan kebaikan?
klo kerja di kantor dihitung sebagai amal jg gak ya? atau tergantung niatnya? klo semua kita niatkan karena Allah? apakah langsung dapat dihitung sebagai amal kebaikan? trus dosanya gmn ya? apa yg dpt menghapuskan dosa?
Safiamita

nah, yang namanya Alya ini, ini fotonya. doain ya, si cimut ini supaya cepat bisa jalan. sekarang udah bisa rambatan.
Safiamita

assalamu'alaikum. salam kenal, ini fotoku dan adekku. aku namanya mita. umurku 4,5 tahun. sekolahnya di TK islam Fatimah kelas A klo adekku namanya nabila umurnya 2,5 tahun, sekolahnya di KBIT Harapan bunda. kita punya adek satu lagi namanya alya, anaknya lucu lho. umurnya sekarang baru 7 bulan.
Safiamita
Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.

Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi.

Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.

Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.

Jika ada orang yang mengambil terlalu banyak manfaat dari orang lain dengan pengorbanan yang amat minim, naluri kita akan mengatakan itu tidak adil. Orang itu telah berlaku curang. Dan kita akan mengatakan seseorang berbuat jahat ketika mengambil banyak manfaat untuk dirinya sendiri dengan cara yang curang dan melanggar hak orang lain.

Begitulah hati sanubari kita, selalu menginginkan pola hubungan yang saling ridho dalam mengambil manfaat dari satu sama lain. Jiwa kita akan senang dengan orang yang mengambil manfaat bagi dirinya dengan cara yang baik. Kita anggap seburuk-buruk manusia orang yang mengambil manfaat banyak dari diri kita dengan cara yang salah. Apakah itu menipu, mencuri, dan mengambil paksa, bahkan dengan kekerasan.

Namun yang luar biasa adalah orang lebih banyak memberi dari mengambil manfaat dalam berhubungan dengan orang lain. Orang yang seperti ini kita sebut orang yang terbaik di antara kita. Dermawan. Ikhlas. Tanpa pamrih. Tidak punya vested interes.

Orang yang selalu menebar kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain adalah sebaik-baik manusia. Kenapa Rasulullah saw. menyebut seperti itu? Setidaknya ada empat alasan. Pertama, karena ia dicintai Allah swt. Rasulullah saw. pernah bersabda yang bunyinya kurang lebih, orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Siapakah yang lebih baik dari orang yang dicintai Allah?

Alasan kedua, karena ia melakukan amal yang terbaik. Kaidah usul fiqih menyebutkan bahwa kebaikan yang amalnya dirasakan orang lain lebih bermanfaat ketimbang yang manfaatnya dirasakan oleh diri sendiri. Apalagi jika spektrumnya lebih luas lagi. Amal itu bisa menyebabkan orang seluruh negeri merasakan manfaatnya. Karena itu tak heran jika para sahabat ketika ingin melakukan suatu kebaikan bertanya kepada Rasulullah, amal apa yang paling afdhol untuk dikerjakan. Ketika musim kemarau dan masyarakat kesulitan air, Rasulullah berkata membuat sumur adalah amal yang paling utama. Saat seseorang ingin berjihad sementara ia punya ibu yang sudah sepuh dan tidak ada yang merawat, Rasulullah menyebut berbakti kepada si ibu adalah amal yang paling utama bagi orang itu.

Ketiga, karena ia melakukan kebaikan yang sangat besar pahalanya. Berbuat sesuatu untuk orang lain besar pahalanya. Bahkan Rasulullah saw. berkata, “Seandainya aku berjalan bersama saudaraku untuk memenuhi suatu kebutuhannya, maka itu lebih aku cintai daripada I;tikaf sebulan di masjidku ini.” (Thabrani). Subhanallah.

Keempat, memberi manfaat kepada orang lain tanpa pamrih, mengundang kesaksian dan pujian orang yang beriman. Allah swt. mengikuti persangkaan hambanya. Ketika orang menilai diri kita adalah orang yang baik, maka Allah swt. menggolongkan kita ke dalam golongan hambanya yang baik-baik.

Pernah suatu ketika lewat orang membawa jenazah untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut orang itu sebagai orang yang tidak baik. Kemudian lewat lagi orang-orang membawa jenazah lain untuk diantar ke kuburnya. Para sahabat menyebut-nyebut kebaikan si mayit. Rasulullah saw. membenarkan. Seperti itu jugalah Allah swt. Karena itu di surat At-Taubah ayat 105, Allah swt. menyuruh Rasulullah saw. untuk memerintahkan kita, orang beriman, untuk beramal sebaik-baiknya amal agar Allah, Rasul, dan orang beriman menilai amal-amal kita. Di hari akhir, Rasul dan orang-orang beriman akan menjadi saksi di hadapan Allah bahwa kita seperti yang mereka saksikan di dunia.

Untuk bisa menjadi orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain, kita perlu menyiapkan beberapa hal dalam diri kita. Pertama, tingkatkan derajat keimanan kita kepada Allah swt. Sebab, amal tanpa pamrih adalah amal yang hanya mengharap ridho kepada Allah. Kita tidak meminta balasan dari manusia, cukup dari Allah swt. saja balasannya. Ketika iman kita tipis terkikis, tak mungkin kita akan bisa beramal ikhlas Lillahi Ta’ala.

Ketika iman kita memuncak kepada Allah swt., segala amal untuk memberi manfaat bagi orang lain menjadi ringan dilakukan. Bilal bin Rabah bukanlah orang kaya. Ia hidup miskin. Namun kepadanya, Rasulullah saw. memerintahkan untuk bersedekah. Sebab, sedekah tidak membuat rezeki berkurang. Begitu kata Rasulullah saw. Bilal mengimani janji Rasulullah saw. itu. Ia tidak ragu untuk bersedekah dengan apa yang dimiliki dalam keadaan sesulit apapun.

Kedua, untuk bisa memberi manfaat yang banyak kepada orang lain tanpa pamrih, kita harus mengikis habis sifat egois dan rasa serakah terhadap materi dari diri kita. Allah swt. memberi contoh kaum Anshor. Lihat surat Al-Hasyr ayat 9. Merekalah sebaik-baik manusia. Memberikan semua yang mereka butuhkan untuk saudara mereka kaum Muhajirin. Bahkan, ketika kaum Muhajirin telah mapan secara financial, tidak terbetik di hati mereka untuk meminta kembali apa yang pernah mereka beri.

Yang ketiga, tanamkan dalam diri kita logika bahwa sisa harta yang ada pada diri kita adalah yang telah diberikan kepada orang lain. Bukan yang ada dalam genggaman kita. Logika ini diajarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita. Suatu ketika Rasulullah saw. menyembelih kambing. Beliau memerintahkan seoran sahabat untuk menyedekahkan daging kambing itu. Setelah dibagi-bagi, Rasulullah saw. bertanya, berapa yang tersisa. Sahabat itu menjawab, hanya tinggal sepotong paha. Rasulullah saw. mengoreksi jawaban sahabat itu. Yang tersisa bagi kita adalah apa yang telah dibagikan.

Begitulah. Yang tersisa adalah yang telah dibagikan. Itulah milik kita yang hakiki karena kekal menjadi tabungan kita di akhirat. Sementara, daging paha yang belum dibagikan hanya akan menjadi sampah jika busuk tidak sempat kita manfaatkan, atau menjadi kotoran ketika kita makan. Begitulah harta kita. Jika kita tidak memanfaatkannya untuk beramal, maka tidak akan menjadi milik kita selamanya. Harta itu akan habis lapuk karena waktu, hilang karena kematian kita, dan selalu menjadi intaian ahli waris kita. Maka tak heran jika dalam sejarah kita melihat bahwa para sahabat dan salafussaleh enteng saja menginfakkan uang yang mereka miliki. Sampai sampai tidak terpikirkan untuk menyisakan barang sedirham pun untuk diri mereka sendiri.

Keempat, kita akan mudah memberi manfaat tanpa pamrih kepada orang lain jika dibenak kita ada pemahaman bahwa sebagaimana kita memperlakukan seperti itu jugalah kita akan diperlakukan. Jika kita memuliakan tamu, maka seperti itu jugalah yang akan kita dapat ketika bertamu. Ketika kita pelit ke tetangga, maka sikap seperti itu jugalah yang kita dari tetangga kita.

Kelima, untuk bisa memberi, tentu Anda harus memiliki sesuatu untuk diberi. Kumpulkan bekal apapun bentuknya, apakah itu finansial, pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian. Jika kita punya air, kita bisa memberi minum orang yang harus. Jika punya ilmu, kita bisa mengajarkan orang yang tidak tahu. Ketika kita sehat, kita bisa membantu beban seorang nenek yang menjinjing tak besar. Luangkan waktu untuk bersosialisasi, dengan begitu kita bisa hadir untuk orang-orang di sekitar kita.

Mudah-muhan yang sedikit ini bisa menginspirasi.

Sumber: dakwatuna, 17/11/2008 | 17 Dzulqaidah 1429 H
Safiamita
adonan pempek :
- 1 kg ikan tenggiri ( difillet trus digiling or diblender)
- 500 gr tepung sagu
- 300 ml air
- garam & vetsin (kalau mau pakai) secukupnya

cuka :
- 400 ml air
- 250 gr gula merah
- asam jawa secukupnya
- 8 siung bawang putih
- 20 biji cabe rawit
- garam & vetsin (kalau mau pakai)secukupnya

cara bikinnya :
-pempek
ikan yang udah dihaluskan dicampur ama air, garam dan vetsin, setelah tercampur rata, masukkan tepung sagu, diaduk sampe rata. Setelah tepung dimasukkan, mengaduknya jangan terlalu lama agar adonan tidak menjadi keras.
masak air sampe mendidih, trus adonan dibentuk sesuai selera dan masukkan ke air mendidih. setelah pempek naik ke permukaan air, angkat.

-cuka
rebus air dan gula merah, angkat trus disaring. haluskan bawang dan cabe, masukkan ke air gula merah, tambah garam ama vetsin, udah selesai. selamat makan.
Safiamita
alkisah, waktu jaman muda dulu, sempet pacaran dua kali. nah, dengan yang kedua ini lumayan lama dan sudah ada arah ke pernikahan. keluarga masing2 juga udah dekat, kalaupun gak jadi karena kita sama-sama keras kepala. mungkin ketika aku memutuskan untuk menikah dengan orang lain, itu cobaan terberat buat dia karena ditinggal menikah. setelah 5 tahun berselang, gak pernah ketemu lagi, tiba-tiba diberi kabar dia meninggal dunia tgl 19 des 2008...
Ya Allah.. inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun..
Cuma Allah yang maha tau umur seseorang.
Hanya bisa mendoakan, agar smua dosanya diampuni dan semua amal ibadahnya diterima Allah SWT. amiin..
Safiamita

Alhamdulillah, masuk usia 6 bulan si kecil udah bisa duduk sendiri. padahal yang bungsu ini badannya cimut banget. beratnya juga paling baru 6 kg. yang rada ngerepotin sudah kenal ama emaknya jd gak mau ikut orang lain. repotnya, klo berangkat kerja pasti diiringin dengan tangis si kecil, hiks.. jadi gak tega ninggalin kaan. yah, resiko ibu bekerja.
Safiamita
ibu-ibu hamil pastinya gak boleh minum obat2an tanpa resep dokter.nah, tentang daftar obat berikut ini aq jg dapat info dari milis2 lain dan sudah dicobain sendiri ketika hamil. tapi teteup harus konsultasi ke dokter jg ya.

klo sakit diare, obatnya new diatabs
klo batuk, aku minumnya silex
klo buat tambahan kalsium, elkana
multivitamin lengkap. obimin AF

nanti klo inget yang lain, tak tambahin lagi ya.
Label: 0 komentar | | edit post
Related Posts with Thumbnails

Galeri