Safiamita
Setelah liburan 2 tahun, sekarang saatnya masuk kerja lagi.
Rasanya?
Gak enak.
Berasa anak baru lagi
Berasa anak magang lagi
Belum ditempatkan, belum punya meja, belum punya kerjaan
Separuh bengong, separuh nyari2 kerjaan dgn minta kerjaan ke pegawai lain
Mau bengong terus ya gak enak juga. Masa orang lain sibuk kerja, kita bengong pdhl sama2 di gaji. Walaupun gajinya juga masih salah. #sedih.
Sekarang, setelah masuk 2 minggu, sk penempatan baru jadi. Malah tambah bingung krn ditaruh di keuangan. Blm pernah kerja di keuangan.
Hari pertama lagi...
Berulang lagi...
Belum punya kerja...
Belum punya meja...
Belum punya kursi...
Belum punya PC...
Belum punya semangat juga...
Safiamita

Selama ini olah raga alias jalan kaki masih sebatas wacana klo gak boleh disebut angan2, hehe...
Tapi kemarin pas di jakarta, jadi sering jalan kaki dari kantor ke kos. Lumayan lah  15 menit, sudah cukup bikin berkeringat, apalagi klo jalannya jam 12 siang.
Ternyata enak juga jalan kaki, baru 2 minggu, perut sudah berasa mengecil walau masih sedikit :)
Jadi membulatkan tekad untuk meneruskan tradisi jalan kaki klo udah disemarang nanti, lumayan jalan pagi sekitar 15 menit. InsyaAllah bisa terlaksana, aamiin..

Safiamita
Kakak bukan tipe orang yang gampang di motivasi atau dengan kata lain di pengaruhi. Dia punya caranya sendiri, punya planningnya sendiri dan punya targetnya sendiri. Dia bukan tipe orang yang serta merta bisa menerima kata2 orang lain tanpa berdebat terlebih dahulu. Termasuk juga dengan caranya belajar.
Dulu dia selalu bilang susah buat ngalahin temennya yang juara 1. Kita bilang, kakak pasti bisa kalau belajar. Tp dia gak pernah percaya. Sekalinya dia berhasil jadi rangking 1, ternyata itu jadi motivasi untuk dirinya sendiri bahwa ternyata dia bisa. Sekarang, tanpa disuruh belajar pun dia sudah belajar sendiri walau hanya 5 menit trus brenti. Menurut dia, itu udah belajar :)
Kita sih gak pernah menuntut dia untuk jadi rangking 1, hanya minta untuk melakukan yang terbaik aja. Gak cuma dalam belajar, tapi juga semua hal yang dia lakukan.
Terus terang, karena si kakak adalah anak pertama yang jadi panutan adik2nya, jadi kita menuntut sedikit lebih si kakak agar bisa menjadi contoh yang baik buat adik2nya.
Yang paling sulit diobatin adalah sifat ceroboh dan buru2 nya yang masih sulit untuk diobati :)
Kemarin dia pernah ngeluh sekarang sering gak istirahat karena waktu 2 jam untuk mengerjakan soal try out ujian kelas 6 itu sering gak cukup untuk teman2nya. Jadi gak ada yg boleh keluar sebelum semua selesai mengerjakan padahal katanya dia setengah jam aja udàh selesai ngerjain semua soalnya. Emaknya cuma bisa tepok jidat sendiri dengar ceritanya.
Tapi katanya suka diomelin gurunya juga, klo terlalu cepat ngerjain, disuruh cek lagi jawabannya apakah udah bener atau belum.
Udah sering dinasehatin, setelah ngerjain soal, di cek lagi.
Tapi emaknya juga gak bisa marah karena buah gak jatuh jauh dari pohonnya, hehe...
Dulu emaknya juga begitu, sembuhnya juga karena waktu. Kayaknya mulai smp, ngerjain ujian gak buru2 lagi dan dengan teliti.
Ya, semoga dengan berjalannya waktu penyakit buru2 dan ceroboh si kakak bisa sembuh kayak emaknya.

Safiamita

Pengalaman di jakarta 2 minggu banyak hal-hal baru yang dialami. Kebanyakan adalah hal- hal yang baik. Banyak menerima kebaikan dan pertolongan baik dari orang yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Alhamdulillah... Semoga Allah membalas orang2 yang membantuku selama di jakarta dengan kebaikan yang berlimpah, aamiin...
Salah satu pengalaman adalah ngobrol dengan orang asing. Di kereta ngobrol sama teman sebelah, di taksi ngobrol sama supir taksi. Ternyata banyak cerita yang bisa di gali, merasa ada teman selama di perjalanan. Padahal selama ini, klo dijalan, biasanya milih diem2an dengan teman sebelah terutama kalau naik taksi. Sekarang, punya pengalaman baru, punya teman supir taksi. Tapi di jakarta hanya berani naik blue bird atau paling mentok express. Yang lain gak berani karena gak yakin sama faktor keamanannya.
Karena gak ngerti jakarta, jadi kemana2 naiknya taksi. Macam2 cerita yang bisa didapat dari bapak2 supir itu.
Tadi ketemu bapak yang bentar lagi pensiun. Sebelum tahun 2012 si bapak kerja jadi supir bis di arab saudi, gajinya bisa sampe 2200 real. Ada juga supir taksi yg cerita ttg kehidupan malam di jakarta. Dia bilang si mbak2 penghibur malam itu klo ngasih tips ke supir taksi gak kira2, ada yg bisa ngasih sampe 100 ribu. Wah, keren juga ya, pdhl kita paling ngasih tips itu sepuluh ribu.
Macam2 ceritanya, menarik untuk didengarkan. Ada yang cerita anak2nya. Tadi si bapak yang kerja di arab saudi itu bisa nyekolahin anak nya di UGM, sekarang anaknya udah kerja di bank. Beliau bercerita dengan bangga. Kita yang dengar juga ikut bahagia dan kagum dengernya.

Ada banyak hikmah yang bisa diambil dari percakapan di taksi dengan durasi waktu 30 menit sampai satu jam.
Ternyata berbicara dengan orang asing juga gak semenakutkan yang dibayangkan asal tetap waspada dan lihat2 orang yang diajak bicara.

Safiamita

Akhir-akhir ini banyak yang terlintas di pikiran. Maklumlah, setelah penat dengan episode tesis, habis itu dilanjutkan dengan episode menunggu penempatan yang benar-benar membuat aku menunggu.

Kebersamaan.
Selama ini hampir tidak pernah berpisah lama dengan anak2. Sekarang, berada di ambang LDR dengan anak2 karena resiko pekerjaan.
Selama 2 minggu ini, terasa sekali perpisahan dengan anak2. Jadi terasa sekali rindunya untuk dapat bersama mereka, bahkan sekedar hanya memandang wajah2 mungil mereka.
Menyadari betapa seringnya mengumbar emosi, kurang sabar menghadapi mereka.
I really miss u, kids.

Lelah
Baru 2 minggu menjalani PJKA. Pulang jumat kembali ahad.
Rasanya sudah lelah sekali, harus tidur di kereta, berburu waktu yang terbatas...
Lalu bagaimana dengan suami yang sudah hampir 12 tahun menjalani pjka hampir setiap minggu atau setiap dua minggu sekali?
Wajar ketika pulang pinginnya istirahat tapi gak bisa karena harus mengikuti berbagai aktivitas.

Dan ujung dari renungan ini adalah, aku ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi, menjadi ibu yang lebih pengertian, lebih sabar dan lebih dekat dengan anak2, menjadi istri yang lebih mengerti dan toleran dengan suami.

Dan alhamdulillah, Allah masih memberi kesempatan untuk kembali bersama anak2 dalam satu kota. Semoga sebentar lagi suami yang berkesempatan untuk kembali ke satu kota bersama kami sehingga kebersamaan ini menjadi lengkap, aamiin...

Safiamita

Makan-makan bersama teman2 kuliah, kesempatan langka setelah kuliah selesai. 
Safiamita
Rencananya sebelum selesai masa tugas belajar ini pingin ngajak anak-anak pergi jalan-jalan ke tempat yang agak jauh. Jadilah Singapura yang terpilih, meskipun untuk pergi kesana bisa menguras tabungan yang asalnya dari beasiswa selama ini. Tapi gak apa lah, untuk pengalaman anak-anak, nanti emaknya juga bisa nabung lagi.
Suami udah bilang juga, apa gak sayang uangnya?
Mungkin karena itu bukan kebutuhan yang mendesak juga, tapi aku pingin banget anak-anak punya pengalaman lihat negara orang biar matanya juga terbuka, mumpung masih pada kecil2 juga jadi masih mau diajak kesana kemari, kalau sudah besar nanti, sudah punya komunitas sendiri, mungkin mereka lebih suka berpetualang dengan teman2 nya.
Mulailah dengan mengurus kartu keluarga karena nama Satria belum masuk kedalam kartu keluarga. Trus bikin paspor untuk anak2, alhamdulillah lancar.
Tapi kendalanya adalah si Kakak ternyata tanggal 1 dan 2 Maret ada try out ujian dari sekolah untuk tingkat kecamatan yang gak boleh ditinggal padahal tgl 1 kita udah harus ke jkt klo mau berangkat ke singapura. Nabila dan Alya juga udah mulai ujian mid semester tgl  maret. 
Akhirnya tertundalah perjalanan ini demi hukum, hehe....
Ya, insyaAllah nanti ya nak... kita cari waktu lagi biar bisa jalan-jalan kesana.
Walaupun minggu depan emaknya udah harus berangkat ke Jakarta buat kembali ke dunia kerja, semoga nanti Allah mengizinkan kita buat jalan2 lagi, aamiin....
Label: 0 komentar | | edit post
Safiamita
Kemarin itu rasanya seperti mimpi...
Akhirnya selesai juga perjalanan panjang selama 2 tahun ini. Setelah dilewati pun rasanya masih seperti mimpi. 
Ujiannya di mulai jam 9, alhamdulillah kedua dosen pembimbing bisa hadir, ketiga penguji juga sama ketika ujian proposal, semua bisa hadir.
Ada banyak masukan yg diberikan oleh penguji yang saya terima dengan lapang hati karena memang merasa karya tulis ini masih banyak kekurangan di sana sini. 
Alhamdulillah, akhirnya dinyatakan lulus, 

Alhamdulillah....

Puji syukur yang tak terhingga ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang berkuasa atas segala sesuatu. 
Hanya Allah satu-satunya tempat bergantung ketika menghadapi setiap menghadapi kesulitan, 
Hanya Allah tempat meminta pertolongan dan kemudahan....


Terima kasih kepada Ayah dan Bunda yang selalu mendoakan anaknya. Mungkin mereka tidak mengerti apa kesulitanku tapi mereka membantu lewat doa-doa yang mereka panjatkan di sujud panjangnya dan itu adalah satu kekuatan terbesar yang membawa saya masih bisa berdiri saat ini.

Terima kasih untuk sang suami tercinta yang telah berperan sebagai dosen pembimbing ketiga yang selalu memberikan kritik, saran, semangat yang berlimpah yang menjadi kekuatan tersendiri untuk bisa menyelesaikan pendidikan ini, yang selalu sabar juga mendengar semua keluh kesah istrinya.

Terima kasih untuk Adikku yang selalu membantu, meski tanpa banyak bicara tapi selalu membantu dalam diamnya dengan caranya sendiri. What can I do without U ?

Terima kasih untuk kedua dosen pembimbing, Ibu Endang Kiswara dan Bapak Dwi Ratmono atas bimbingan dan bantuannya selama proses penulisan tesis ini. Terutama Ibu Endang yang paling banyak berinteraksi dengan saya... yang memberikan kesempatan untuk mengajar, yang banyak memberikan masukan, bimbingan serta inspirasi tidak hanya tentang penulisan karya tulis ini tapi juga tentang kehidupan. Terima kasih banyak, Bu....

Terima kasih untuk ketiga Dosen Penguji, Bapak Abdul Rohman, Bapak Raharja dan Bapak Fuad. Alhamdulillah bertemu dengan ketiga dosen penguji yang sangat baik, yang memaklumi keterbatasan saya, kekurangan karya tulis ini, yang memberikan masukan yang bermanfaat dan menguji dengan nada bicara yang menenangkan, jadi kita gak tegang ketika ujian. Ada satu kalimat yang masih saya ingat terus dari Prof. Rohman, "everyday is a miracle, mbak". Yang Beliau katakan ketika ujian proposal. Kata-kata itu memberikan semangat yang besar untuk saya, bahwa tidak boleh putus asa, ketika menemukan kesulitan pun, pasti akan ada jalan keluarnya karena disetiap hari pasti ada keajaiban yang datang untuk kita. Bisa bernapas di esok hari itu adalah keajaiban, apapun yang terjadi dalam hidup kita adalah keajaiban yang diberikan oleh Allah yang harus kita syukuri. Saya akan selalu ingat itu, Pak.

Terima kasih buat Abang Ramses Simanjuntak, seorang teman yang sudah seperti saudara, yang selalu memberi support walau dari jauh. Yang mendukung langkahku untuk bisa sekolah lagi, mulai dari mengantarkan pengajuan seleksi beasiswa ke kantor pusat sampai dengan langkah terakhir kemarin, untuk urusan kuesioner penelitian juga. Abang yang hampir selalu ada ketika dibutuhkan, Abang yang gak pernah protes walaupun dicontact hanya untuk direpotkan atau untuk mendengarkan cerita-cerita kita yang gak penting untuk dirinya.

Terima kasih juga untuk Derry dan Mas Koco, sahabat-sahabat yang dipertemukan di Semarang, yang selalu siap membantu apapun yang diperlukan tanpa perlu basa basi, selalu siap mendengarkan keluh kesahku kalau lagi pusing karena urusan kampus. Kalau melihat wajah dan mendengar kisah2 kalian, pusingku jadi hilang dan bertukar jadi rasa syukur karena ternyata masalah kalian di kantor tentang kerjaan lebih rumit dari masalahku di kampus, hehe....

Terima kasih juga untuk teman-teman yang lain yang gak bisa disebutkan satu persatu, yang membantu selama proses perjalanan ini, semoga Allah membalas kebaikan kalian dengan kebaikan yang banyak, aamiin....  

Last but not least, terima kasih untuk anak-anakku : Mita, Nabila, Alya dan Satria yang selalu jadi penyemangat dan penyejuk hati. Terima kasih telah menjadi anak-anak yang baik, yang sholih/sholihat, yang selalu menerima kekurangan bundanya.. yang selalu memaafkan kesalahan yang dilakukan oleh bundanya... dan selalu mencintai bundanya ada adanya... Smoga Allah selalu menjaga kalian dalam perlindungan-Nya, smoga Bunda juga bisa terus belajar agar bisa menjadi Ibu yang baik untuk kalian, aamiin....
Safiamita
Hari ini sebenarnya banyak hal yang berkesan buat saya, tapi karena temanya beda-beda, mungkin harus diceritakan per topik cerita,
Alkisah, hari ini dari pagi sampai siang meneruskan perjuangan kemarin, berburu bertemu dosen untuk menyerahkan revisi tesis. Kemarin baru dua dosen penguji. Alhamdulillah jam 8 tadi pagi berhasil menemui dosen penguji yang ketiga dan revisinya diterima dan ditandatangani.
Lalu beralih lah kita berburu dosen pembimbing. Kemarin udah janjian bertemu dengan dosen pembimbing 2, Beliau mengajar jam 11 di Maksi. Sambil menunggu si Bapak mengajar, kita duduk di dekat Musholla, kebetulan karena sudah masuk waktu sholat zuhur jadi orang-orang lalu lalang untuk sholat. 

Tiba-tiba ada satu mbak yang selesai sholat melempar senyum trus duduk disebelah. Otakku muter nyari memori, ini mbak siapa ya? kayaknya belum pernah kenal, tapi mungkin saya yang lupa. Paling juga adik tingkat. Trus dia nanya "nunggu siapa?" kita jawab "lagi nunggu dosen", trus dia bilang "terima kasih ya mbak karena sudah menginspirasi." Hah? Inspirasi? kayaknya juga belum kenal, apa ini mbak yang kutemui pas mau ujian kemarin? Bingung saya....
Akhirnya tanya juga.. "Inspirasi apa ya?" trus dia jawab, "mbak yang nulis blog itu kan? saya tadi ragu iya atau bukan," katanya... Ooooo..... "iya, mbak. saya punya blog. mungkin mbak ketemu blognya pas nyari info  tentang beasiswa star bpkp ya?" karena dia ternyata adik tingkat, mahasiswa star bpkp batch 5. Dia jawab iya. 

Kejadian itu mungkin hal yang sederhana, tapi ajaib rasanya, hehe...
Orang lain bisa mengenal kita lewat tulisan, bahkan merasa dekat dengan kita.
Tadi dia juga nanya, udah lahiran ya mbak?
Hah? udah mbak, anakku yang bungsu udah 4 tahun umurnya, hehe...
Mungkin dia baca tulisan lama tanpa lihat tanggalnya.

Yang terpenting dari sekelumit pertemuan ini adalah, menyeruak  rasa syukur dan bahagia ternyata dari tulisan sederhana di blog ini bisa bermanfaat untuk orang lain walau hanya sedikit dan hal itu menggugah semangat buat nulis lagi.
Safiamita
Udah 2 minggu ini dirumah, anak2 gantian sakitnya. Mungkin juga karena cuaca yang lagi gak menentu. Pertama satria yang sakit panas, sekarang tambah batuk pilek yang belum kunjung sembuh. Mulai menyusut berat badannya. Si adek udah libur sekolah 3 hari.
Trus si kakak yang katanya tapi klo kakak sakitnya masih biasa, masih bisa sekolah. 
Setelah itu nabila. Libur sekolah sehari dan harus berkunjung ke dokter, sakitnya juga sama, panas, batuk dan pilek. Cuma klo mbak nabila agak repotnya kalau pilek sampe susah napas, akhirnya ke dokter aja biar di uap. Sekarang udah sekolah tapi batuk pileknya masih.
Sekarang si teteh yang tepar. Kemarin udah izin sekolah karena panas. Hari ini bolos lagi karena masih panas. Sepertinya juga mau flu, tapi nanti kalau masih panas, kita silaturahmi ke dokter lagi aja.
Semoga lekas sembuh ya, nak... Aamiin...
Safiamita

Kalau lihat si Kakak di foto ini kayaknya udah gede banget, berasa udah punya anak gadis.
Si Kakak sekarang udah bisa diajak diskusi dikit2, udah bisa dimintain pendapat dikit2. 
Mungki bentar lagi Bunda udah ke susul tingginya sama Si Kakak. 
Klo kata Ayah, si Kakak makin gede makin mirip sama Bunda. Iya kah, Kak? 
Safiamita





Safiamita
Safiamita
Safiamita
Related Posts with Thumbnails

Galeri